Game World With System

Game World With System
Part 56 : Amarah Monster


__ADS_3

PART 56


Rey dan Zen sudah melewati hutan-hutan yang berada di bawah, Mereka melihat ke pegunungan yang jaraknya cukup jauh hal ini bisa saja membuat mereka kehilangan waktu yang begitu banyak dan kehilangan Ling Ling.


"Sial! jika kita terus begini maka kita bisa kehilangan ling-ling"Rey kelelahan karena harus mencari jalan yang benar.


Rey kemudian meminta temannya untuk mundur terlebih dahulu karena dia akan menggunakan kekuatan tanahnya agar bisa membuat jalan, akhirnya Rey berdiri di antara pepohonan dia mulai berkonsentrasi menggunakan seluruh kekuatannya, dan tiba-tiba....'.


Zrertt........!!


Bruakkk.......


Akhirnya dengan kekuatan tanah yang dimilikinya Rey bisa membuat jalan dengan begitu cepat, pepohonan pepohonan dari rumputan yang menghalanginya kini bisa ditutupi dengan tanah secepat kilat, jadi dia bisa membuat jalan dengan cepat menuju ke sebuah pegunungan.


"Ayo!".


Sebelum terlambat mereka terus berlari dengan usahanya agar bisa menyelamatkan Ling Ling, jalan yang dibuatnya pun sangat mudah untuk dipijar dan menuju ke sebuah pegunungan jadi yang harus mereka lakukan adalah berlari sekuat mungkin dan secepat mungkin.


Hosh...


Hoshhh-'


TAP... TAPP.... TAPPP....


Di sisi lain, Ling Ling dalam keadaan terpojok karena monster anak burung ini sudah mana tas dan mengetahui Kalau Ling Ling adalah mangsanya, jadi keempat anak monster itu sudah menatap ke arah lining dengan begitu haus akan makan.


Ling Ling melihat burung monster ini bukan burung monster biasa, sebagai senjatanya Ling Ling memegang pedang dengan sangat kuat, mungkin bagi dirinya akan mudah melawan keempat anak buruk monster itu tetapi tidak sesuai dugaan ternyata burung monster ini juga cukup kuat walaupun sudah di hadapkan dengan sebuah pedang mereka masih berani mendekati ling ling karena mereka sangat lapar.


"Jangan mendekat!"Ling Ling menjaga dirinya dengan sebuah pedang yang ada di tangannya agar tidak disakiti oleh anak monster burung itu.


Namun, anak monster itu tidak tahu apa yang dikatakan oleh Ling Ling Jadi mereka berempat berteriak dengan suara mereka yang sangat hanya sekali.


KAKKKKK .....'

__ADS_1


KAKKKKKKKKKKK....'


KAK..'


KAKKKKK..'


Anak monster burung itu mengeluarkan suara yang sangat aneh dan berisik sekali sehingga ling-ling merasa terganggu dengan pendengarannya jadi dia melepaskan pedangnya menutup kedua telinga, tetapi sayangnya ketika dia melepaskan pedangnya monster anak burung tersebut menghampirinya dan mematuk tubuhnya sehingga pada awal pertama tubuh ling-ling terluka.


Ling Ling tidak tahu orang berbuat apa-apa lagi Jadi dia mencoba melarikan diri dari tempat tersebut, Tetapi dia seperti mainan anak kecil yang dikepung.


Srekkk....


Kakkkk....


Urghh..'


"Rey..!!!!!!"Ling Ling tidak bisa berbuat apa-apa dan berteriak keras memanggil nama Rey.


BRUAKK.....


"Ling Ling!"Zen sudah berada di depan gua pegunungan ituh dan berlari menolong Ling Ling.


Mereka berdua Zen dan Rey bisa naik karena dengan kekuatan Rey ,dia menaikkan tanah yang dibawa menjadi lonjakan yang sangat tinggi sehingga bisa ke atas tanpa susah payah.


Zen yang marah pada anak burung itu segera menebasnya dengan menggila,anak burung itu marah melihat Zen yang mana bahas dengan begitu menggila sehingga sayap-sayap anak burung mosnter itu hilang.


"Zen .... Ling Ling ayo kita segera pergi sebelum induk dari monster ini datang"Kata Rey yang sudah siap menahan tanah yang dipijaknya untuk segera turun.


Zen membawa ling-ling dari dalam gua itu keluar dan menuju ke arah Rey, mereka bertiga mulai berpegang tangan sesuai dengan kemampuannya Rey menurunkan tanah yang telah ditinggikan yaitu kembali.


Sreett....


Grubukkkkk.....

__ADS_1


Namun teriakan-teriakan dari anak monster burung itu ternyata membuat induknya datang kembali, monster burung itu melihat kepergian dari Rey dan kedua temannya, setelah monster burung itu masuk kembali ke dalam sarangnya dia berteriak sangat keras sehingga membuat pegunungan itu bergemetaran, induk monster burung itu sangat marah melihat anak-anaknya yang sudah terluka sangat parah.


"Dasar manusia!!!"Teriaknya dengan sangat lantang sekali yang mana rasa amarahnya melihat anaknya.


Kini Rey dan kedua temannya sudah mengetahui kalau induknya sedang marah jadi mereka bergegas untuk mencari persembunyian dari induk monster itu, mereka bertiga memasuki pepohonan-pepohonan yang menjulang sangat tinggi karena dengan begini induk monster itu bisa saja tidak mengetahui keberadaan mereka.


Tapi, monster burung itu terbang di atas melihat keberadaan mereka, Rey mulai berpikir jika mereka terus berlari maka monster burung itu bisa saja menangkapnya dan membunuhnya secara langsung.


Ling Ling yang sudah terluka dari goresan-goresan anak monster itu berlari sangat kencang, Ling Ling ingin menghindari dari monster burung itu namun ini bukanlah nasib baiknya dia tidak sengaja terjatuh ke dalam sebuah lumpur.


"Awhhh.... kenapa aku bisa jatuh sih"Ling Ling ingin menghindari dari lumpur itu dan pergi meninggalkannya ke samping.


Tapi justru Rey yang berada di belakangnya mendorong Zen agar masuk ke dalam lumpur yang telah ditempati oleh Ling Ling,awalnya Zen marah karena tiba-tiba didorong dan jatuh ke dalam rawa-rawa lumpur, tetapi Rey juga langsung turun ke sana dan mengotori tubuhnya kemudian dia bersembunyi di samping tanah.


"Ada apa? kenapa mendorong ku ke sini kenapa kita tidak lari dan menolong ling-ling untuk pergi ?"tanya Zen yang ingin naik dari lumpur.


"Sttt..... jangan berisik jika tidak monster itu akan menangkap kita semua"kata Rey mengisyaratkan kepada kedua temannya agar tidak membuat suara.


Jadi, monster burung yang memiliki tubuh seperti tengkorak tersebut turun ke bawah dan memasuki area pepohonan itu, monster burung itu terlihat sangat ganas sekali dan mencari keberadaan mereka bertiga.


Ling Ling mengetahui kalau master burung itu bisa turun ke bawah jadi dia bersama Rey dan Zen membalurah dirinya dengan lumpur agar tidak terlihat setelah itu menempel di sisi rawa-rawa lumpur itu, mereka bertiga mulai terdiam seolah-olah adalah bebatuan atau lumpur yang menempel atau barang lainnya.


Monster burung tersebut mencari mereka bertiga dan sudah sampai di depan rawa-rawa lumpur itu, dia menggunakan kedua matanya melihat keberadaan mereka bertiga sambil mengeluarkan gigi taringnya yang begitu tajam dan juga cakarnya yang begitu panjang.


"Kalian!! Aku sama sekali tidak akan membiarkan kalian lolos dariku!!! kalian telah membunuh anak-anakku maka aku akan membunuh kalian semua"kata-kata dari induk monster ini sangat mengerikan sekali membuat ketiga mereka merinding.


Untung saja Mereka bertiga yang bersembunyi di sebuah lumpur tidak diketahui oleh monster burung tersebut dan monster burung tersebut mengepakkan sayapnya dan terbang lagi untuk mencari keberadaan mereka.


KPLAKKKK.....


SSSHHHHH.....'


"Aman? oke sudah aman?"Ling Ling melihat ke segala arah untuk mengetahui situasinya.

__ADS_1


__ADS_2