
PART 103
Istrinya yang tau pun tidak bisa diam dan meminta suaminya untuk melakukan sesuatu akan dia bisa bekerja dengan perusahaan lain.
Jadi mau bagaimanapun Pak bramannya bisa kembali ke kantor perusahaan Xin, karena semuanya yang telah terjadi karena Rey.
Pak Bram bergegas menuju mobilnya untuk bertemu dengan Rey lagi di perusahaan itu, Dia segera mengendarai mobil untuk keluar dan membuka gerbang pintu, tetapi tiba-tiba banyak sekali wartawan yang masukin pertanyaan mengenai tentang upload dan media sosial.
Di kapan pintu gerbang dia belum bisa keluar karena banyak sekali orang yang berkumpul, ingin mewawancarainya dari banyak pertanyaan.
"Pak, Apakah benar yang anda lakukan demi populer saja sehingga membuat orang lain?".
"Pak, Apakah bapak menjebak mantan istri anda yang kemarin karena ingin menjadi terkenal?".
"Apakah bapak sama sekali tidak memiliki rasa malu karena telah melakukan hal ini?".
"Jadi? Apa tujuan bapak sebenarnya setelah mengatakan semuanya kepada semua orang tentang yang telah terjadi,"para wartawan masih saya sibuk ingin menanyakan sesuatu dengan berbagai kamera yang dimana-mana dan juga sebuah mikrofon.
Pak Bram semakin pusing dengan keadaan ini,dia tidak bisa menjawab satupun pertanyaan dari orang-orang, satpam yang berada di rumah itu segera menyingkirkan reporter dalam wartawan yang datang, sehingga mobil yang keluar bisa melewati jalan yang luas dan pergi.
Karena pak Bram sudah pergi mereka semua ingin masuk ke dalam rumah Pak Bram,sang istri dan anaknya yang berada di rumah melihat begitu banyak tamu,mereka sangat ketakutan dan memerintahkan satpamnya untuk segera menguji.
Satpam akhirnya dengan tegas mengusir mereka semua dengan mengancam akan melaporkan kepada pihak yang berwajib, langsung menutup gerbang itu karena mereka tidak bisa masuk ke rumah tanpa seizin pemilik.
Banyak sekali kekacauan yang terjadi pada hari itu, pak Bram langsung harga kas menuju ke perusahaan Xin.
__ADS_1
Setttt....
Pak Bram karena terlalu emosi tidak memarkirkan mobilnya dengan benar, dia langsung berdiri di perusahaan yang besar itu dan berlari ke dalam secepat mungkin menuju ke ruang pemimpin, namun Di tengah perjalanan dia dicegat oleh beberapa pengawal yang sudah bertugas di situ.
"Awas! biarkan saya masuk Apakah kalian tahu orang yang memiliki rumah ini adalah anak saya sendiri!"ucapan pak bram pada pengawal-pengawal itu.
"Maaf tuan, ini adalah peraturan kami, dan pemimpin kami tidak ingin bertemu dengan siapapun jadi tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruang pemimpin,"ucapan hal tersebut masih mencegatnya dengan tegas.
"Heh ! oke kalau begitu silakan panggil pemimpinmu sekarang karena aku lagi butuh!".
"Maaf pemimpin kami tidak ingin diganggu sekarang!".
"Awrgh!! bodo amat!".
Pak Bram mencoba menerobos dari pengawal-pengawal itu, sehingga terjadilah pertengkaran di area depan pintu, antara Pak Bram dengan pengawal-pengawal yang sudah ditugaskan.
Untuk itu Rey segera keluar dari ruangan dan menggantikan pertengkaran itu.
"Ada apa ini?"Tanya Rey baru saja keluar dari pintu.
Pak Bram di saat melihat Rey langsung bersujud memohon,meminta maaf, dia mengatakan sangat menyesalinya karena telah meninggalkan rey dengan mantan istrinya di saat dulu.
"Apa? apakah kamu tahu penyesalan itu berada di akhir? mungkin ibuku sudah memaafkan tindakan dirimu tetapi aku masih belum menerima tindakan yang kamu lakukan terhadap ibuku,"berdiri di depan pak Bram yang sedang bersujud memohon pertolongan kepada Rey.
"Rey.... maafkan ayahmu ini, ayahmu ini telah bodoh karena telah meninggalkanmu di saat dulu sehingga kamu tidak memiliki ayah, dan makan ayah karena ayah juga sedang mencari pekerjaan,"kata pak Bram.
__ADS_1
"Oke baik, mungkin aku paham ayah menjadi pekerjaan tetapi tidak perlu sampai menceraikan ibu, tidak perlu sampai meninggalkan kami berdua sampai tidak bisa makan, jika memang ayah benar-benar mencari pekerjaan kenapa sampai meninggalkan kami berdua hingga kelaparan, ibuku sampai sakit-sakitan hingga tidak bisa mencari pekerjaan, bahkan aku berhenti sekolah karena ibuku sudah tua dan tidak bisa membiayai sekolah,"sambil mengatakan hal ini kepada mantan ayahnya Ray juga mulai menangis mengingat masa lalunya yang begitu menyediakan bersama ibunya, dan ibunya kini sudah tiada karena mantan ayahnya.
Pak Bram mulai menangis sambil bersujud meminta maaf karena telah melakukan hal seperti itu, tetapi bagaimanapun juga waktu tidak bisa diulang kembali dan tidak bisa mengubah kesalahan Karena Ibu Rey sudah meninggal dunia.
"Maaf.... andaikan saja ibuku masih ada mungkin aku bisa memaafkan dan memperbaiki semuanya, tetapi kini ibuku sudah tiada jadi aku tidak memiliki perasaan sama sekali, penjaga tolong usir dia dari hadapanku dan usir dia dari perusahaanku,"kata Rey membelakangi mantan ayahnya sambil menahan air matanya yang ingin menangis.
Pak Bram terus memberontak dan tidak ingin pergi dari tempat itu,dia terus berusaha melepaskan pegangan yang erat dari para penjaga yang mulai berdatangan dan ingin mengusirnya pergi.
Kini Rey tidak bisa memiliki hati yang baik lagi, hati nuraninya kini sudah dipenuhi kebencian dan penuh kedalaman terhadap ayahnya dulu.
Pak Bram diusir oleh para penjaga yaitu dan meninggalkan tempat perusahaan, sedangkan di rumahnya sang istri dan anaknya sedang menunggu kabar.
Tapi Pak Bram hanya pulang membawa kesedihan dan juga berita yang sangat buruk, Di saat dia memikirkan cara untuk membuatnya menjadi normal kembali tiba-tiba mendapat telepon dari perusahaannya kalau perusahaannya sudah bangkrut, perusahaan yang dimiliki juga kini karyawannya mulai meminta gaji, istrinya juga menjadi stress langsung menceraikan Pak Bram karena memiliki banyak hutang dan mulai jatuh miskin.
"Maaf mas, aku dan anakku tidak bisa lagi bersamamu karena masa depan anakku ingin cerah bukan seperti dirimu yang sudah menjadi miskin, maaf aku harus berpisah denganmu sekarang juga, ayoo fhen ,"sang ibunya langsung membenahi barang-barang dan koper yang ada di kamar suaminya, baju suaminya atau Pak Bram mulai dikemasi dan dia segera diusir dari rumah itu.
Pak Bram kini sudah mendapatkan karmanya dia diusir juga oleh istri barunya karena telah jatuh.
Bruakk....
Satu koper yang penuh baju dilempar keluar tanpa memiliki perasaan, koper itu adalah isi baju dari Pak Bram.
"Ini rumahku Jadi kamu sekarang keluar!"usir istrinya yang sudah meminta cerai.
Ketika pak Bram mendapatkan karmanya dan mengambil koper yang dilempar oleh istrinya tiba-tiba ada dua pria yang menggunakan setelan jas datang.
__ADS_1
Dua pria tersebut ternyata adalah orang yang ingin menyetel rumah ini, karena rumah ini sudah digadaikan sejak dulu.
"Loh ! sejak kapan aku menggadaikan rumahku ini!"balas istrinya yang tidak pernah merasa menggadaikan rumah ini.