Game World With System

Game World With System
Part 117 : Rakus


__ADS_3

PART 117


Rey dan Ovin berada di sebuah pemarkiran mobil dan tiba-tiba datang seorang pria gemuk dengan wajah yang kecapean.


"Eh, Eh duduk dulu jangan terlalu memaksakan diri untuk terus berbicara,"Rey menghampiri piagam menghitung dan mencoba menenangkan dia agar tidak sesak nafas.


"Makasih, terima kasih banyak ...hoshh....hoshh.....,"pria gemuk itu mencoba mengatur nafasnya.


Ketiga pria tersebut mulai duduk secara bersama-sama.


"Aku,aku Gabi, salam kenal semuanya aku mohon jangan tinggalkan aku nanti karena aku tidak ingin tersesat di sini sendirian, tadi aku bersama orang-orang yang lainnya namun sangat disayangkan kami semua terjebak oleh gempa yang dahsyat sehingga membuat kami berpencar,"ucap Gabi si pria gemuk tersebut kepada Rey.


Rey ingin sekali memberikan minum kepada si gemuk itu tetapi sangat disayangkan ini bukanlah rumahnya melainkan tempat permainan.


"Baik, sekarang kita sudah memakai waktu 1 jam lebih masih ada 11 jam waktu kita untuk mencari barang penting,"ucap Rey.


"Ouh iya, aku mohon hati-hati dalam memilih pintu karena di sana ada sesuatu yang sangat berbahaya yang bisa mengancam jiwa kalian semua,"kata Gabi yang mengetahui semua rahasia dari balik pintu itu Karena dia sudah berkali-kali melewati pintunya.


"Oke, kami akan berhati-hati dalam memilih pintu,"Rey meyakinkan dia untuk tidak khawatir lagi.


Ya ketiga pria ini setelah berkumpul bersama seperti biasa akan menjadi barang-barang berharga dan penting, dan pria gemuk itu tidak menemukan barang penting di tempat sebuah pamarkiran mobil.


"Yaudah, kita sudah menggunakan waktu 2 jam dan hanya mendapatkan beberapa barang kecil saja, pokoknya kita tidak boleh bertele-tele karena bisa saja waktu itu berputar secepat mungkin tanpa kita ketahui,"Rey dengan pendiriannya tidak ingin membuang-buang waktu seperti bersantai atau mau ngobrol lagi sehingga dia mencari sebuah pintu agar bisa cepat-cepat menyelesaikan misinya.


Rey tidak ingin membuat kejadian seperti tadi lagi takutnya ada sebuah bahaya yang dapat mengincarnya, jadi Rey memegang gagang pintu di bagian kirinya dan memanjangkan tangannya , takutnya ada apa yang lebih berat lagi sehingga terkena tubuhnya.


SYUTTT....

__ADS_1


Cklekk!


Kreeeekk.....


Huft....


Pintu terbuka dengan lebar namun tidak ada apa-apa, akhirnya kini bisa selamat.


Tapi, jembatan dari besi itu beberapa langkah ukurannya namun jaraknya rumahnya jauh.Rey tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia memiringkan bibirnya dan senyum.


Ia jika di antara terusan berpindah ke tempat lain maka biasa saja jembatan itu akan semakin panjang dan semakin jauh, desa kemungkinan mereka semua akan terjatuh ketika melewati jembatan tersebut.


"Oi, kalian harus hati-hati ketika melewati jembatan ini, jangan sampai bermain atau bercanda karena pertaruhan dengan nyawa kalian,"Kata Rey dia berdiri tegak di atas jembatan besi dan mencoba untuk berkonsentrasi meluruskan tubuhnya.


Ovin dan pria gemuk sudah mendukungnya dari belakang untuk melewati jembatan itu, Rey mulai melewati jembatan dengan perlahan hingga beberapa langkah sudah tercapai.


Akhirnya dia bisa lolos dari jembatan itu dan berhasil melewati dengan aman,Rey seperti biasa akan memastikan pintu yang ada di depannya agar tidak sia-sia, jadi dia jangan perlahan membuka pintu itu sambil berpegangan, kedua kakinya di bijak dengan kuat diatas jembatan agar tidak terjatuh.


Untung saja dari awal membuka pintu tidak ada tanda-tanda bahaya, Rey langsung memasukkan kedua kakinya dan mendarat di atas ruangan itu.


"Hey, ayo cepat giliran!"kata Rey.


Ovin mulai meregangkan seluruh tubuhnya dia akan bersiap-siap melewati jembatan besi itu,Ovin yang memiliki tubuh yang sangat kurus dan ramping dia bisa berkonsentrasi dan dengan cepat menuju ke ruangan berikutnya.


Tapi pria gemuk yang melihat jembatan yang begitu panjang sama sekali tidak percaya diri, dia mulai ketakutan dengan jembatan itu karena tubuhnya yang gemuk bisa membuat dirinya terjatuh.


"Duh.... kalian duluan saja deh aku di sini saja, aku tidak bisa menyebrang Aku takut sekali,"keluh pria kamu gitu tidak berani melihat kebagian bawah yang sangat curam.

__ADS_1


"Heyy.... ayolah aku tahu kamu pasti bisa Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu, setidaknya kita berusaha daripada diam saja,"ucap Rey yang berhadapan pria gemuk itu.


"Tapiii..... aku benar-benar takut dengan tubuhku ini,"pria gemuk ini sangat ketakutan dan memegang kedua papan pintu dekat dinding.


Rey terus berbicara menenangkan pria gemuk itu agar bisa melewati jembatan besi karena jika dia sendirian bisa saja dalam berbahaya atau ketinggalan dalam menyelesaikan misinya.


Akhirnya pria gemuk atas bujukan Rey dia memberanikan diri untuk melewati jembatan besi itu walau ketakutan setengah mati, pria gemuk itu menutup kedua matanya dengan perlahan dan memfokuskan dirinya menuju ke depan dengan mata yang lebar.


Dan setelah beberapa langkah akhirnya piagam tersebut berhasil melewati jembatan besi itu dan membuat Dia sorak bergembira.


"Tuh.... aku yakin kamu pasti bisa kan makanya jangan menyerah ya,"ucap Rey.


Ovin ternyata sudah masuk ke dalam ternyata di ruangan itu adalah sebuah patung-patung, di dalam ruangan itu banyak sekali patung yang terbuat dari tanah liat dan juga ada beberapa peralatan lainnya.


Di dalam patung itu ternyata ada emas-emas yang menghiasi mereka, pria gemuk yang melihat emas itu sangat terkejut dia sepertinya sangat tertarik dengan emas-emas yang ada di dalam patung itu.


"Wahhh .... emasnya keren banget,"pria gemuk itu dengan mata duitan akhirnya menuju ke sebuah patung yang berdiri dan di mana patung itu adalah seorang wanita menggunakan perhiasan yang begitu banyak.


Pria gemuk itu tanpa banyak berpikir lagi mencoba untuk mengambil perhiasan yang ada di area patung itu.


"Jangan ! kamu Jangan sentuh perhiasan itu takutnya nanti ada sesuatu yang berbahaya!"cegah Rey.


"Halah! bodo amat terserah gua Yang jelas gue tahu ini adalah permainan game dunia nyata, jika gue ambil perhiasan ini maka gue akan kaya raya lagi!"ternyata pria gembong ini sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rey.


Jadi pria gemuk itu dengan rakus mengalami perhiasan yang ada di patung-patung, di saat mereka bertindak secara pribadi dan mengambil barang menurutnya penting tiba-tiba terjadi sebuah gempa yang membuat mereka menjadi ketakutan.


"Ayo! jangan tinggal di sini saja bisa saja tempat ini retak,"teriak Rey langsung memegang sebuah badan pintu ingin meninggalkan tempat itu lagi.

__ADS_1


"Bentar! sebentar lagi perhiasan ini aku akan ambil,"peri agama itu hingga membungkus perhiasan ke dalam pakaiannya, ketika pria gemuk ingin berlari tentu saja berat dan membuatnya menjadi beban.


Ovin melihat sebuah pemahat, karena iseng dia memegang nya,dan ketika terjadi sebuah gempa dia langsung berlari menuju ke arah Rey.


__ADS_2