Game World With System

Game World With System
Part 8 :Sang Bos Di Hukum


__ADS_3

PART 8


Mr.Ex dan Devan saat memasuki ruang markas penjahat itu masih saja menembaki orang-orang ketika ingin menghalanginya, mereka berdua langsung masuk setelah itu mengunci pintu dengan cepat agar para zombie tidak masuk.


Di dalam Rey bersama Chao masih bertarung dengan orang-orang ,kini terjadi baku hantam dan tembak menembak satu sama lain.


Sang bos yang mengendalikan seluruh orang yang berada di ruangan ini bergegas ke atas untuk mencari perlindungan dan meminta bawahannya untuk segera membunuh para penyusup atau yang dimaksud adalah Rey,Di saat Rey menembaki orang-orang di atas tangga terbuat besi , tiba-tiba dia melihat seorang pria yang bergegas ke atas untuk menuju ke ruangan lainnya, awalnya Rey tidak mengetahui kalau pria yang berlari ke atas adalah bosnya, tetapi ada satu anak buah yang mengikuti nya dan berteriak pada dia dengan sebutan bos nya.


"Chao,kamu lawan mereka biar aku ke atas,"ujar Rey bergegas ke atas mengikuti gerakan dari bosnnya.


"Baik,kamu lanjut saja,"Chao masih tengah sibuk melawan anak buah lainnya.


Ex Yang berada di depan pintu gerbang berkelahi dengan yang lainnya,lalu di saat keributan Devan yang mengintip ke atas langsung berteriak meminta mereka untuk menghentikan perkelahian ini.


"STOPPPP!!!! STOP DULU!!! JIKA KALIAN MASIH MELANJUTKAN KITA SEMUA AKAN MATI!"teriak Devan.


Akhirnya teriakan dari Devan tidak sia-sia, karena mereka semua takut dengan para zombie,yang mereka bisa lakukan adalah menyiapkan senjata untuk membasmi zombie itu.


Sang bos dengan wajah yang terengah-engah berlari ke atas dan hendak mengambil senjata,namun Rey dari belakang sudah mengikutinya.


"Mau kemana?"Tanya Rey pada Bos itu dengan tatapan tajam.


Sang bos langsung memutarkan kedua bola matanya melihat kanan dan kiri untuk mencari sebuah senjata, tiba-tiba Rey langsung menembak lengan bagian kirinya yang membuat Bos itu merasa kesakitan.


"Argghhhh!!!!!"sang Bos merintis kesakitan sambil memegang lengannya yang berlumuran darah.


Tiba-tiba dari belakang ada anak buah dari Bos itu handak memukul kepala Rey, tetapi dengan mudahnya Rey langsung menghindar dan menembak kepala anak buah itu sehingga membuatnya tewas.

__ADS_1


Sang bos tidak ambil diam dia juga mulai mengambil sebuah pisau yang ada di bilik kanan, Rey yang di mana dia adalah raja game tidak akan membiarkan musuhnya lolos, dengan cepat dia menembak lengan bagian kanan,sang bos kini kedua lengannya merasa kesakitan jadi dia hanya bisa berlari mengikuti jalan, namun Rey dari belakang masih mengikutinya dan tidak ingin melepaskan bos itu.


"Dor!".


Satu tembakan lagi tertuju ke arah kaki sang Bos sehingga dirinya lari terpincang-pincang dengan menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya.


Di saat itu, ada seorang gadis yang memakai baju merah berlari ke arah sang bos, wanita tersebut langsung mengambil kayu yang ada di samping dan memukul ke arah sang Bos dengan sangat keras, karena sang Bos kewalahan akhirnya sang adik tersebut berhasil memukulnya dan membuatnya terbaring lemah.


"Stop! jangan kau membunuh dia,"ucapan rey menghentikan gadis itu yang brutal.


"Tidak!!! dia sudah membunuh kedua orang tuaku!! karena aku sudah muak dengannya aku ingin membalaskan dendamku dan membunuh dia sekarang juga!!!"ujarnya dengan nada tinggi dengan nada amarah Yang meluap.


"Baik, Apakah dengan cara membunuhnya secara langsung akan memuaskan mu?"tanya Rey.


Sang gadis sekali lagi berpikir jika dia membunuhnya sekarang maka penderitanya akan segera selesai, oleh karena itu sang gadis meminta Rei untuk menghukumnya seberat mungkin.


Di sisi lain,Devan dan yang lainnya yang berada di bawah teriam tidak ingin mengundang keributan pada zombie karena ada zombie yang sangat besar ingin menghampiri mereka.


ZOMBIE (RKG)


Zombie ini sangat besar sehingga sulit melawannya, jika Zombie ini hanya satu dua saja mungkin sangat mudah tetapi jika Zombie ini banyak maka bisa saja zombie-zombie ini merobohkan markas-markas mereka tempat tinggal mereka hingga pertahanan mereka dihancurkan, akhirnya mereka bersepakat untuk tidak bersuara dan membuat keributan.


Para penjaga yang berada di atas menara mulai melihat zombie-zombie berdatangan hingga zombie yang terbesar datang juga, awalnya zombie-zombie yang besar itu berdatangan karena mendengar keributan di malam hari, Tetapi setelah mereka semua diam akhirnya Zombie tersebut menyebar lagi dan hanya zombie-zombie kecil yang berada di depan gerbang.


"Hushhhh, hampir saja zombie itu datang kemari jika tidak nyawa kita akan habis"ucap seorang penjaga yang merasa lega dan mengatur nafasnya dengan baik-baik di atas menara.


Lalu di saat semua orang yang berada di bawah merasa lega karena situasi yang mencekam, akhirnya Rey dengan seorang gadis membawa bos itu, anak buah yang melihat itu langsung menodongkan pisaunya dan ingin membuat keributan lagi.

__ADS_1


"Eitssss, jika kalian berani memegang senjata kalian maka Bos kalian akan mati!!!"kata Rey dengan senjatanya menodong ke arah kepala sang Bos.


Tetapi mereka semua saling berhadapan seolah-olah tanda tanya satu sama lain, akhirnya ada seorang pria yang memiliki rambut pendek melempar senjatanya dan mengatakan beberapa kata.


"Baik, kami tidak peduli Jika dia meninggal karena kami sudah muak dengannya Jika perlu kamu bunuh saja, kami sudah bosan diperintahkan oleh dia yang sangat bodoh!"ujar seorang pria yang sudah muak dengan sikapnya.


Kini setelah perkataan dari pria tersebut maka anak buah yang lainnya juga menurunkan senjata dan memintanya untuk segera membunuh bos itu dengan sangat keji.


Devan,Ex,Chao dan Rey terdiam dan tidak tahu menahu tentang hal ini, ternyata mereka juga tidak tahan dengan sikap bosnya yang semena-mena memerintahkan sesuatu yang tidak beres, akhirnya Rei meminta saran kepada yang lainnya apa yang harus dilakukan kepada bos ini.


Di saat seperti ini sang Bos dibawah memohonnya untuk tidak membunuhnya, dan berjanji tidak akan melakukan dan memerintahkan semena-mena lagi, namun yang lainnya sama sekali tidak ada yang percaya kepada bos itu.


Di saat semua orang bingung akhirnya gadis yang memakai baju merah tersebut memberikan saran kepada Rei untuk membiarkan Bos itu berada di luar dan dimakan oleh zombie-zombie, karena menurutnya ini adalah hukuman yang sepadan bagi sang Bos.


"Tidak!! Aku mohon jangan keluarkan aku karena aku ingin masih hidup, Aku mohon jangan keluarkan aku!!!"teriak sanggul memohon kepada yang lainnya dan meminta pertolongan.


"Tidak!!!! bagaimanapun juga kamu harus membayar dengan perbuatanmu yang sangat keji!!"sang gadis tersebut langsung memerintahkan kepada Rey untuk segera mengeluarkan Bos tersebut keluar dari gerbang.


Akhirnya dengan persetujuan semua orang Bos tersebut dibawa ke depan gerbang yang di mana para zombie-zombie sedang berkeliaran, akhirnya tidak membutuhkan waktu beberapa lama karena darah yang mengalir di tubuh Sang bus membuat para zombie-zombie tertarik sehingga dirinya dimakan oleh jomi dengan begitu cepat.


"Hushhhh, akhirnya semuanya bisa selesai"Rey merasa bahagia dan mengatur nafasnya, di saat itu urai mulai mengingat dengan Rere yang berada di dalam ruangan yang sangat gelap bersama orang lainnya, dia langsung berlari dan bergegas membuka pintu itu karena bisa saja mereka kekurangan nafasnya.


TAP TAP TAP.....


Rey dengan langkah kaki yang begitu cepat rekan-rekan lainnya memanggilnya dan menanyakan apa yang dia lakukan sehingga dia bergegas begitu cepat.


"Rere, Rere dia di dalam ruangan yang gelap"Rey segera berlari dan akhirnya dia sudah berada di depan pintu yang tadi.

__ADS_1


__ADS_2