
PART 77
Rey menyenggol lutut Rey, sambil memperlihatkan ekspresinya melihat ke arah Ling Ling.
"Tuh, Kamu lihat sendiri kan sekarang dia udah mulai jatuh cinta sama kamu pokoknya semangat terus ya!"ucapan semangat dari Rey membuat Zen semakin bersemangat lagi menjadikan ling-ling calon istrinya.
Tiba-tiba teriakan dari dalam ternyata sauna memanggil mereka berdua untuk segera makan, karena masakan dari sauna dan Ling ling sudah selesai.
"Wahh .... kebetulan aku laper banget nih kayaknya ini masakan enak,"puji Zen membuat wajahnya yang begitu ngiler melihat makanan yang ada di depannya.
"Iya donk, soalnya Ling Ling yang buat makanannya,"kata sauna menyiapkan dan merapikan piring-piring dengan makanan.
"Eh.... Aku kan cuman bantu masaknya doang lagian yang masak duluan itu kan kamu,"kata Ling Ling.
"Sudah ah, siapapun yang masak pokoknya aku mau makan duluan,"Rey duduk bersila di depan makanan dan siap menyantap.
Plak....
Zen memukul kepala Rey dengan perlahan menggunakan tangannya dan mengatakan kalau dirinya tidak sopan karena bapak pemilik Rumah ini belum datang untuk makan
"Ehh... iya aku lupa banget eh ampun-ampun.... Maaf banget ya Aku nggak tahu suer,"Rey memperlihatkan kedua jarinya dan mengatakan ampun kepada mereka semua.
Sauna yang sudah melipat kakinya dengan rapi Dia segera berdiri untuk memanggil bapak pemilik rumah ini, dan bapak tersebut ternyata sudah keluar dari kamarnya dan bersiap-siap makan bersama mereka.
"Wahh.... makanannya enak ya, memang gadis-gadis pintar sekali memasak,"ucap bapak tersebut duduk bersila bersama mereka semua.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua setelah mengalami beberapa masalah bisa kembali normal dan hidup secara tanam, Di saat makan seperti ini Rey bisa melihat kebahagiaan orang lain di matanya,jadi Rey teringat dengan ibunya yang berada di rumah karena sudah beberapa hari ini dia berada di dunia game, walau dirinya berada di dunia game dan waktu di dunia berhenti tetap saja Dia sangat merindukan ibunya.
Apalagi Rey merasakan kebahagiaan yang ada di sekitarnya tidak seperti di dunia nyata dia selalu kesepian Dan berdua bersama ibunya saja, bahkan ayahnya meninggalkan dia karena ibunya orang miskin, mengingat hal ini membuat Rey semakin sedih padahal keadaan sedang bahagia.
Tanpa disadari Rey meneteskan air matanya ketika mengunyah makanan, hal ini membuat orang-orang yang ada di sekitarnya bertanya-tanya mengapa dirinya menangis.
"Ehh.... aku nggak nangis kok tadi cuman kelilipan aja, Ya udah ayo lanjut makanya jangan bengong doang,"Rey menyeka air matanya dengan kain lengannya kemudian tertawa ikut bersama mereka semua.
Setelah itu mereka selesai makan dan semuanya menjadi kenyang, Rey merasa amat puas dan meregangkan tubuhnya setelah itu tertidur pulas Di sebuah meja yang cukup lebar.
Ling Ling berlari menuju ke arah raih karena ingin bertanya sesuatu namun ini dihentikan oleh Zen, dia mengatakan kalau Rey sedang beristirahat dahulu karena dia juga perlu energi.
"Hey? kenapa kamu tiba-tiba menjadi baik sama dia bukankah kamu dari dulu membenci Dia? kenapa sekarang kamu malah perhatian?"membuat tanda tanya bagi Ling Ling karena perubahan dari sifat Zen.
"Emmmm....anu...ya... Ya nggak papa dong aku kan nggak benci dia juga lagian kemarin cuman...emm...aduh.... udah nggak papa kok dia lagi istirahat jangan diganggu aja pokoknya,"Zen hanya bisa menggaruk-garuk kepala dan tidak bisa menjawab.
Zen kini telah disukai oleh Ling Ling dia merasa amat senang hatinya mulai berdetak dengan sangat kencang, ternyata dengan sikapnya yang dewasa seperti ini Ling Ling sangat menyukainya.
"Ling? Apakah kamu menerima cintaku?"tanya Zen dengan dag dig dug.
"Emhhh....itu...eh iya, aku pamit sebentar dan aku sudah ditunggu sauna dari tadi maaf ya,"pipinya mulai memerah menandakan dia sangat malu.
"Yess!!! Aku sudah mengetahui jawabannya,"senang Zen.
Singkat waktu, suasana menjadi pagi hari yang sangat cerah dan mereka semua sudah beristirahat dengan tenang.
__ADS_1
Rey meminta bapak tersebut mendiami rumah sang pemimpin dan menjadi pemimpin yang baru untuk hal itu Rey sendiri akan mengumumkan kepada semua orang agar mereka semua percaya.
Jadi Rey,Zen,Ling Ling dan bapak tua itu kini sudah berada di depan rumah sang pemimpin, depan rumah Sang Pemimpin sama sekali tidak ada penjaganya karena tidak tahu siapa pemilik rumah ini.
Rey akhirnya masuk ke rumah seorang pemimpin tanpa ada pengawasan atau ancaman dari yang lainnya, Dia kemudian memasuki dengan santai dan naik ke lantai 2 untuk mengumumkan informasi yang sangat penting.
Dengan yang lainnya kini Rey sudah berada di atas dan berada di lantai 2 yang bisa melihat semua orang,dia berdiri dengan tegak dan memerintahkan untuk memanggil semua orang berada di hadapannya.
Kini sebuah alarm dibunyikan yang mengisyaratkan semua orang harus berkumpul di depan rumah sang pemimpin, akhirnya mereka semua berbondong-bondong dan bersama-sama memasuki rumah Sang Pemimpin yang sangat luas itu.
"Perhatian! diharapkan semua orang untuk berkumpul segera!" teriak seorang pria yang menggunakan suara kerasnya.
Rey berdiri di hadapan mereka semua dan orang-orang berkumpul dengan sangat baik.
"Oke terima kasih semuanya karena kalian sudah mau berkumpul di sini karena ada informasi dari saya yang sangat penting, yang pertama untuk mewakili perkotaan ini saya serahkan kepada bapak Gio,dia adalah pemimpin baru yang ada di sini, saya mempercayakan dia untuk mengurusinya,"Kata Rey dengan sangat lantang sekali kepada masyarakat yang ada di kota anema.
Prok...prok...prok.....
Semua orang bertepuk tangan dan sukaria mendengar pemberitahuan hal ini, dan Rey dia sama sekali tidak gugup berdiri di hadapan sama orang layaknya seorang ksatria yang penuh tanggung jawab.
"Dan satu hal lagi, aku tidak bisa di sini selamanya karena aku memiliki misi yang sangat penting, dan kalian jangan pernah takut dengan monster yang ada di luar sana karena mereka juga memiliki titik kelemahan, jika kalian bekerja sama satu sama lain melawan monster itu aku yakin kalian bisa menghadapinya! pokoknya semangat Jangan percayakan apapun pada monster yakinkanlah kalian semua bisa!" Rey memberi semangat kepada semua orang dan mengangkat lengan kanannya menganggap mereka semua merdeka.
"Ya....!!".
Semua orang bersemangat sekali dan akan bekerja sama membantu melawan para monster itu jika kembali membuat kerusuhan, manusia tidak boleh bodoh dan lemah dari para monster mereka harus bijaksana dan lebih pintar dari monster.
__ADS_1
Akhirnya sama orang yang ada di sini bersama-sama membuat beberapa senjata dan juga perlindungan agar terhindar dari para monster.