
PART 71 :
Semua orang keluar dari rumah mereka masing-masing dan bersiap-siap untuk memulai perayaan, kini di rumah Sang pemimpin yang begitu luas sekali dipenuhi dengan aneka ragam makanan.
Di sisi lain,Rella yang selalam pingsan karena sebuah setruman dia mulai terbangun di sebuah ranjang yang sangat rapi.
"Aduh.... kepalaku sakit banget apa yang terjadi semalam denganku?"masih tidak sadar kalau dirinya berada di tempat yang berbeda tidak seperti biasa.
Ketika dirinya mencoba membuka mata secara lebar-lebar dan ketika penglihatannya begitu jelas dia sangat terkejut.
"Kyaa!!! apa yang telah terjadi denganku di mana diriku?"Rella sangat terkejut karena berada di sebuah kamar.
Rella mulai panik Dan teringat dengan kejadian semalam kalau dirinya sudah pingsan, Rella dengan cepat mengetahui apa yang telah terjadi Dia segera menuju ke sebuah pintu untuk kabur.
Namun sangat disayangkan dia terlambat ketika dia sudah berada di depan pintu tiba-tiba sudah ada seseorang yang membuka pintu terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kamar.
"Wah, ternyata wanitanya sudah bangun terlebih dahulu ini pasti akan sangat menyenangkan," wajah pria yang masuk ke dalam kamar itu dengan wajah yang sangat mesum.
"Ih....kamu siapa! jangan macam-macam sama saya!"Rella masih saja berkata dengan nada yang sangat tinggi.
Plakkk!!!
Pria yang baru saja dibentak dengan nada yang sangat tinggi tiba-tiba menampar wajah Rella dengan sangat keras tanpa memiliki perasaan.
__ADS_1
"Kau! jangan macam-macam denganku karena aku adalah atasan di sini! kau hanyalah budak di sini tidak nyawamu akan berakhir!"Ucap pria tersebut mulai menunjukkan sifat aslinya dan juga sambil memainkan kumisnya yang mulai panjang ternyata dia adalah seorang bapak-bapak.
"Gak!! pokoknya kamu jangan sentuh aku!"Rella mulai ketakutan dengan situasi ini sehingga dirinya mundur beberapa langkah tanpa disadari.
Pria tersebut masih saja memperlihatkan wajah mesumnya,dan mendekati Rella dengan tak segan-segan, karena Rella tidak bisa diam dan terus membantah akhirnya pria tua tersebut hanya bisa mengkasarinya agar bisa diam, pukulan bahkan tamparan sudah berulang kali ke tubuh Rella, ternyata Ini adalah sebuah balasan karma yang telah dia lakukan kepada temannya sendiri, akhirnya dia merasakan penderitaan yang dialami oleh sauna di saat itu.
Rella kini hanya bisa pasrah terbaring di atas ranjang yang ditumpangi oleh pria tua yang sangat menjijikan, matanya mulai meneteskan air mata begitu kejamnya hal seperti ini.
Tubuh Rella yang sudah terkena pukulan tersebut merasakan sakit yang luar biasa, tetapi bagaimanapun juga dia hanya bisa menahannya dan sudah tidak bisa melakukan apa-apa.
Kemudian,semua orang yang berada di kota Anema merayakan sebuah perayaan dan masyarakat berbondong-bondong untuk menuju ke rumah Sang pemimpin yang begitu besar.
Rey,Zen dan Ling Ling mulai memasuki ke rumah Sang pemimpin bersama masyarakat yang lainnya secara bersamaan sehingga tidak diketahui oleh para penjaga.
Mereka semua sudah berkumpul dengan masyarakat-masyarakat lainnya, di saat itu mereka sudah berada di sebuah lahan yang sangat luas dan sang pemimpin tiba-tiba keluar dari pintu depan yang berada di lantai atas sehingga dirinya bisa dilihat dari bawah.
"Halo ..!!!! selamat pagi semuanya terima kasih untuk partisipasi kalian, untuk kali ini kita akan merayakan hiburan seperti biasa agar kalian tidak merasa bosan ! dan untuk para lelaki silakan sekarang kami juga sudah mempersiapkan para gadis penari untuk hiburan! dan yang lainnya Jika kalian ingin makan sekarang makanlah sepuasnya, karena di sini banyak makanan Jadi kalian tidak akan kelaparan!"sang pemimpin seperti sedang berpidato di atas lantai 2 yang ditemani oleh para pelayannya.
Rey bertanya kepada sauna sambil berbisik, Apakah sauna tahu keberadaan monster tersebut.
Dan ternyata monster tersebut sedang berada di belakang rumah sang pemimpin, mereka berdua sudah bersepakat untuk tidak mengganggu ketika sedang perayaan namun sang monster juga akan mendapatkan makanan manusia ketika perayaan sudah selesai.
Hal ini sebenarnya tidak banyak diketahui oleh orang-orang di kota kecil ini, jadi ketika perayaan tiba mereka sama sekali tidak takut keluar padahal mereka sebenarnya akan dijadikan makanan untuk monster tersebut.
__ADS_1
Setelah berpidato dengan banyak kata akhirnya Sang pemimpin langsung mempersilahkan para masyarakat untuk melakukan hiburan dan sang pemimpin kembali ke dalam rumahnya, dia juga akan menikmati liburannya sendiri.
Banyak wanita-wanita yang berjejer untuk menemani sang pemimpin di saat hiburan seperti ini, bahkan wanita-wanita yang menemaninya banyak sekali anak yang dibawa umur yang di mana Kalau di dunia kita mereka sudah sekolah tetapi di sana mereka sudah menjadi wanita pendamping sang pemimpin.
"Oke, Aku akan segera ke dalam dan bertugas sesuai misiku sendiri kalian lakukanlah sebisa mungkin,"Rey mulai melakukan misinya untuk menjadi seorang pengawal, namun ketika dia hendak masuk rumah Sang pemimpi ternyata banyak pengawal lainnya jadi dia berpindah sebagai pembawa makanan untuk ke dalam.
Ling Ling dan Zen, dia berdua mulai berkeliling untuk mencari keberadaan monster tersebut setelah itu akan memberitahunya kepada Rey.
Sauna,dia bertugas sebagai pelayan, dan dia juga tidak berpenampilan seperti seorang gadis namun dia berpenampilan seorang pria jadi dia hanya berbaur dengan orang-orang di sekitar sana ketika dalam perayaan.
Dengan mudah Rey menyiapkan beberapa bahan makanan yang sudah jadi dan siap diantarkan ke dalam rumah Sang pemimpin.
"Ehh..... kita ke mana dulu? jangan sampai ketika kita pergi ada orang yang mencurigai kita,"Ling Ling meminta Zen berjalan layaknya seperti orang biasa yang pernah tinggal di tempat ini.
Dan Sauna, karena dia terlalu bosan jadi dia hanya bisa pergi ke sebuah tempat hiburan yang di mana Di sana ada sebuah panggung untuk para gadis-gadis yang menarik.
Para gadis-gadis ini mulai menarik secara paksa bahkan ada orang-orang yang berani menggodai dan melecehkan gadis-gadis tersebut, di kota ini sama sekali tidak ada peraturan yang di mana harga diri wanita itu ditinggikan.
Sauna sangat kesal sekali tidak menginginkan ini semua terjadi, andai saja pemimpinya bukan orang jahat maka semuanya akan menjadi tentram.
Sauna Karena tidak tahan melihat hal ini dia hanya bisa berbalik pergi untuk mencari tempat yang lain, dia mulai menelusuri daerah-daerah rumah sang pemimpin dan tidak sengaja dia menemukan sebuah kamar yang di mana dulu dirinya sempat disiksa.
Ketika sedang melewati tempat tersebut dia mendengar suara yang sangat tidak asing.
__ADS_1