
PART 58
"Ma...maaf, aku tidak bermaksud ingin mengusik dirimu"kata Rey dengan kata-kata yang begitu sopan.
Tapi, master kepiting raksasa tersebut sama sekali tidak memaafkan manusia jika berani mengusiknya oleh karena itu monster kepiting tersebut mengeluarkan kekuatannya dengan cara menyemburkan api yang berada di mulutnya ke tubuh Rey.
Hoarrshhh.......
Brushhhhh....
Namun, semburan api yang keluar dari mulut monster kepiting tersebut sama sekali tidak mempan kepada tubuh Rey karena terlindungi oleh perisai air yang telah dibuatnya.
"Wah, ternyata kau manusia yang cukup berani juga ya, terakhir kali aku memakan manusia hidup-hidup Apakah sekarang aku harus memakan manusia lagi karena dia telah mengusikku?"monster kepiting dengan sombong mengatakan hal itu kepadanya.
Ling Ling dari kejauhan sangat mengkhawatirkan keberadaan dari karena telah berhadapan dengan monster kepiting yang begitu besar dan juga menakutkan.
Zen, tetap memegang lengan ling-ling agar tidak kabur dan kembali lagi ke tempat gunung monster kepiting itu.
Monster kepiting itu merasa tertantang sekali melihat Rey yang bisa menangkis serangan apinya.
Rey pun itu jadi dia dengan cepat mengambil senjatanya dan berlari menuju ke tubuh monster kepiting,Rey mengayunkan pedangnya ke arah monster itu tetapi seketika Pedang tersebut memental dan terjatuh karena tidak bisa menebasnya.
"Akh..... aku rasa aku harus memakai kekuatanku untuk membunuh monster ini"Rey seperti biasa bersiap-siap untuk berkonsentrasi mengeluarkan kekuatan yang dia miliki.
Hummmmmmmm....
Duarrrmmmm....
Brushhhhh......
__ADS_1
Namun, monster kepiting tersebut sama sekali tidak mempan dengan kekuatan air yang telah disemburkan pada sudah begitu deras, akhirnya karena tidak bisa menggunakan kekuatan air Rey mencoba menggunakan kekuatan tanahnya dari berbagai bidang.
Rey konsentrasi dan menggunakan kekuatan tanahnya yang di mana tanah-tanah yang berada di bawah menonjol ke atas seperti jarum yang runcing mengenai tubuh monster kepiting, namun tetap saja walaupun masa kepiting itu sudah terkena runcing-runcingan tanah yang telah dibuatnya dia tetap saja bertahan hidup dan tidak kenapa-napa.
"Hahahaha..... dasar manusia bodoh mana mungkin kau bisa mengalahkanku dengan kekuatan yang sangat mudah seperti itu, cobalah sekarang giliranku untuk melawan dirimu"Kata waiting itu sekali lagi menyemburkan airnya dan Rey juga memasang perisai agar terlindungi dari semburan api itu, namun untuk kedua kalinya dia tidak bisa menahannya karena capek kepiting monster kepiting itu langsung datang menghampirinya dan membuat tubuh Rey terbanting.
Bruakkk....
"Arghh...."
"Rey!!!!!"
Rey tidak menyadarinya kalau kepiting itu juga lumayan pintar setelah dirinya menyemburkan api ternyata kepiting yang tersebut sambil maju ke depan dan makan capitnya untuk mendorong tubuh Rey.
Jadi,Rey mencoba mundur beberapa langkah agar tidak mendekati monster kepiting itu karena hal ini bisa membuatnya dalam berbahaya.
"Sial! ternyata monster kepiting ini sama sekali tidak mempan dengan kekuatan yang aku punya, padahal dia memiliki kekuatan api seharusnya bisa kalah dengan kekuatan air"Rey dengan keadaan lelah dan ngos-ngosan memikirkan cara agar bisa menghancurkan monster kepiting tersebut.
Dia sekali lagi menggunakan kekuatan tanahnya untuk menutupi seluruh tubuh kepiting itu di saat itu dia berusaha berlari mengambil pedang yang telah tertancap tadi.
Drapp....Drapp....
Arghh....
Buarrrrrrhhh....
"Cih, bilang kekuatan tanah seperti ini tidak bisa menahan tubuhku yang begitu keras, bagaimanapun juga kamu tidak bisa mengalahkan diriku"konser kepiting dengan sangat sombong mengatakan hal itu di depan Rey setelah itu monster kepiting mulai menggerakkan seluruh tubuhnya untuk memakan Rey secara hidup-hidup.
Tapi, pedang yang tertancap itu dia mendapatkan sesuatu yang berada di pedang tersebut, pedang yang dipakai dia tadi kini mengeluarkan kilatan cahaya dan samar-samar sebuah kilatan petir.
__ADS_1
"Apa ini? Apakah ini pertanda kalau pedang ini memiliki kekuatan juga?"Rey memegang pedang tersebut dengan tangan kanannya sambil memikirkan apa yang keluar dari kilatan-kilatan pedang tersebut.
Di saat itu dia mulai menyadari kalau pedang yang dia bawa selama ini pemberian dari sang kakek adalah pedang petir, Putri ini adalah pedang yang diberikan sang kakek di awal tadi, tapi ini belum pasti karena dia belum mencobanya jadi setelah itu Rey mulai berkonsentrasi menggunakan pedang yang ada ditangannya.
"Hyaaaaaa........"satu ayunan pedang dengan teriakan yang menggelegar dari Rey tiba-tiba membuat langit-langit bergemuruh yang di mana petir-petir mulai memberontak, petir-petir yang ada di langit seketika bergemuruh dan mengeluarkan kilatan-kilatan petir yang begitu kuat.
Doarrr......
SRETTTT.....'
Ctarrrr....'
Satu ayunan pedang yang awalnya biasa saja kini telah berubah menjadi sebuah pedang yang begitu mengkilap apalagi ditemani dengan petir-petir, itu bisa membuat salah satu capit kepiting menjadi putus.
"Aerrrghhhh......capitku!!!!! bagaimana mungkin seorang manusia bisa memutuskan capitku!!"itu berteriak dengan kesakitan melihat salah satu capit yang sangat berharganya putus terkena tebasan pedang.
Rey setelah melihat hal itu mengetahui kalau pedang ini bukanlah pedang biasa, ternyata Padang ini tersimpan sebuah kekuatan petir dan ini adalah kekuatan yang dia cari juga.
"Oke , dengan kekuatan yang aku miliki aku bisa menghancurkanmu sekarang juga dalam waktu sesingkat mungkin"kata Rey dengan sangat percaya diri dan memegang pedang petir tersebut.
"Gak! Aku tidak akan kalah dengan manusia sampah seperti dirimu!"Monster kepiting tersebut semakin marah karena capitnya tidak ada, dan semburan api yang keluar dari mulutnya pun tidak mempan bagi rey sekarang, jadi monster kepiting itu berteriak sehingga larva yang ada di dalam pegunungan itu mulai mendidih dan mencoba menguap untuk menyemburkan larva yang sangat panas itu.
Larva yang berada di pegunungan itu mulai menjadi lahar yang sangat panas dan akan segera disemburkan.
"Hahshah, mungkin kau bisa mengalahkanku dan memutuskan capitku tetapi kau tidak bisa menghindari dari lahar pegunungan ini yang akan segera meletus"Kata monster itu tertawa puas dan terbahak-bahak melihat Rey.
Rey melihat ke belakang yang di mana Ling Ling masih berada dengan Zen, hal yang pertama harus dilakukan adalah melindungi kedua temannya yang masih berada di belakang, jika mereka berdua terkena lahar api pegunungan ini bisa saja mereka akan menjadi panggangan manusia.
Untuk itu Rey sama sekali tidak memikirkan bagaimana bisa menghancurkan monster itu, hal yang utama adalah keselamatan mereka berdua jadi Rey segera berlari untuk menghampiri mereka berdua yang masih terlindungi kekuatan Tanah,Rey ketika berlari dengan ngos-ngosan dia masih berkonsentrasi mulai mengeluarkan kekuatan Airnya dan membuat tanah yang dia pijak seketika menjadi memanjang lagi dan membuat keberadaan mereka semakin jauh sehingga ketika gunung ini meletus mereka tidak akan terkena.
__ADS_1
Ling Ling tidak tega meninggalkan Rey berada di sebuah pegunungan sendirian bersama monster kepiting.