
PART 54
Rey walau dirinya tidak bisa mengubah Air menjadi es dia malah membuat tanah-tanah keluarnya katak tersebut dibuatlah sebuah air yang begitu banyak,Rey sangat konsentrasi sekali dia menggunakan seluruh tangannya dan mengendalikan air itu menjadi sangat tinggi untuk menerpa monster katak yang ada di depannya.
Zen meminta ling-ling untuk berhati-hati dan menjauh dari kata karena Rey sebentar lagi akan menjatuhkan tsunami air itu ke arah sang katak, Ling Ling pun berlari tidak mendekati monster katak itu, di saat semuanya menjauh air yang sudah tinggi mulai menghampiri monster katak.
Monster katak ketika kedatangan air yang begitu banyak dia mulai menahannya dengan kekuatan-kekuatan tentakelnya namun karena Rey sudah berfokus pada dirinya untuk mengubah air itu menjadi sangat kuat maka Sang katak tidak bisa menahannya lagi, katak kini dikelilingi air-air yang menjulang sangat tinggi dan dia tidak bisa melihat ke arah mana-mana.
Rey sekali lagi mengelilingi katak itu menggunakan airnya yang tinggi, di saat itu juga dengan kekuatan air dia membuat sangkar diselimuti air dan terjadilah sebuah bola besar.
Dengan kekuatan yang dimilikinya Rey membuat katak yang berada di dalam bola air itu dibanding ke suatu arah,katak yang berada di dalamnya ingin mencoba kabur dari dalam air itu namun Rey sangat berkonsentrasi sehingga kata itu tidak bisa melarikan diri.
Bruakkk......
Brukkkk.....
Zen dan Ling Ling hanya bisa menunduk melihat kejadian ini karena bola besar yang menyelimuti monster katak itu membandingkan dirinya ke salah satu benda yang begitu besar, Rey setelah membantingkan ke segala arah akhirnya dengan rasa emosinya dia menggunakan seluruh kemampuannya untuk mengangkat monster katak itu setinggi mungkin setelah itu dia bersiap-siap menjatuhkan monster itu di atas sebuah pohon yang sangat besar.
Syutttttttt..........
Buarrrrrrhhh......
Satu gelombang air yang bulat mulai jatuh dari atas langit mengenai pohon, air air yang sudah berpencar membasahi seluruh tubuh mereka dan membanjirinya tetapi tubuh Sang monster tidak bisa diselamatkan karena tertancap dengan pohon yang ada di bawah dengan kekuatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Kini monster katak itu tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan dia hanya bisa menutup kedua matanya.
"Horee...... akhirnya kita bisa melawan monster kata itu"Ling Ling bersorak meneriaki kemenangan ini dan segera menghampiri Rey yang cukup kelelahan.
"Gilee..... ternyata kalau mempunyai kekuatan seperti ini rasanya ya, kenapa aku merasa kelelahan sekali"kata Rey yang memegang pundaknya dengan tangan.
Di saat mereka bertiga berkumpul sebuah cahaya hijau yang ada di dalam tubuh monster katak itu keluar, cahaya hijau itu seperti sebuah berlian namun sangat terang sekali dan mendekati Rey,Rey mengosongkan kedua lengannya dan berlian hijau itu sudah berada di kedua telapak tangan.
Seperti sebuah raga jiwa berlian hijau itu mulai memasuki ke dalam tubuh Rey, dia mendapatkan kepulihan lagi dan merasakan kesegaran yang begitu amat dalam.Kini selain mendapatkan kekuatan air dia juga bisa mendapatkan kekuatan tanah, untuk mencoba dari kekuatan yang dia dapatkan dia mulai menaruh kedua telapak tangannya di bawah, di saat itu dia mulai berkonsentrasi Apa yang harus dilakukan.
KRETAKKK.....
BUSHHH.....
"Wahhh, ternyata kamu memang pendekar yang dikirimkan oleh para dewa buktinya kamu bisa mengendalikan tanah"puji Ling Ling dengan begitu senang.
Zen yang mengetahui kalau calon istrinya mengagumi Rey dia sangat tidak menyukainya bahkan mengatakan kekuatan yang dimiliki Rey sangat buruk karena hari sama sekali tidak bisa mengendalikannya dengan baik.
"Halah, Coba saja aku yang mendapatkan kekuatan itu pasti aku bisa membunuh monster-monster yang ada di dunia ini dengan sangat cepat, kenapa harus dia yang mendapatkannya Dia sangat lemah sekali"Zen dengan penuh kebencian kepada Rey mengatakan hal itu.
Ling Ling menghentikan pertikaian dari Zen, dan tidak boleh membenci satu sama lain karena mereka adalah satu tim untuk menyelamatkan dunia.
Jadi, mereka semua sangat puas dan telah menyelesaikan suatu misinya untuk mendapatkan elemen tanah, selanjutnya seperti biasa Rai akan membuka sebuah buku pemberian dari sang tabib dan mencari elemen Api.
__ADS_1
"Wahhhh....ini pasti monsternya ngeri banget karena dia itu memiliki elemen api"Kata Zen.
Dari cerita buku tersebut bahwa monster itu berada di sebuah pegunungan yang berada di limbah perapian, dan monster itu sangat suka sekali dengan api dan kekuatannya adalah api, maka dari itu misinya sekarang adalah mencari elemen api.
"Gimana?masih semangat gak untuk misi selanjutnya?"Tanya Rey kepada dua teman yang ada di satu.
"SEMANGAT!!!!!"Ling Ling mengatakannya dengan sangat lantang namun berbeda dengan zen.
"Y, aku semangat"hanya menjawabnya dengan begitu singkat.
Tapi, itu bukan permasalahan bagi Rey bagaimanapun juga Mereka berdua adalah temannya yang mau menemani untuk menyelesaikan misinya.
Jadi, sesuai dari Kompas yang ada di buku tersebut yang ditunjukkan adalah jalan ke kanan lagi, dan mereka akan melanjutkan perjalanannya lagi dengan penuh kewaspadaan.Zen membawa sebuah pedang yang begitu besar di atas punggungnya, jadi ketika dia berjalan dia menerima beban yang cukup berat, walaupun begitu dia tidak bisa mengeluh karena ada perempuan yang dia cintainya.
"Hadeh.... kalian duluan aja deh aku sebentar mau istirahat dulu"Zen beralasan untuk beristirahat terlebih dahulu tetapi sebenarnya dia merasa keberatan dengan beban yang ada di punggungnya.
Memang pedang ini sangat berguna untuknya tetapi jika perjalanannya sangat jauh dia tidak bisa membawanya lagi, dia tidak memikirkan kalau perjalanannya cukup jauh dan membawa pedang yang begitu besar.
"Kamu ya, sudah aku bilang jangan ikut nanti kamu merepotkan seperti ini"kata Ling Ling berbalik Arah ke belakang melihat ke Zen.
Rey juga mengetahui kalau Zen sedang kelelahan dan melihat pedang yang ada di belakang tubuhnya, jadi Rey tidak ingin memaksa mereka untuk terus berjalan dan menyuruhnya untuk menunggu Zen.
Di saat ini matahari hampir terbenam dan kini sudah waktunya sore, seperti biasa sebelum melakukan peristirahatan di malam hari mereka harus mencari sebuah pohon.Rey yang mendengar peristirahatan di pohon Dia teringat kembali dengan kalajengking yang dia lihat, Tetapi dia juga teringat dengan waktu paginya tergantung di atas dahan pohon dalam keadaan terikat.
__ADS_1
Jadi, sebelum matahari benar-benar tenggelam akhirnya Rey langsung mencari pohon terlebih dahulu Iya akan membuat sebuah ayunan agar bisa tidur dengan bebas dan nyaman.