Game World With System

Game World With System
Part 76 : Menjadi Teman


__ADS_3

PART 76


Untuk membahas tentang pemimpin yang baru mengurusi perkotaan ini mereka semua dibawa ke dalam sebuah rumah milik sang pria, sang pria ini memiliki umur yang cukup dewasa dan juga sifatnya yang sangat bijaksana.


"Iya? Jadi gimana Apa pendapatmu untuk pemimpin yang mengurusi perkotaan ini?"Tanya Ling Ling pada Rey ketika duduk berhadapan satu sama lain bersama yang lainnya.


"Kenapa? kenapa kalian mikir repot-repot sudah jelas yang akan menjadi pemimpin di sini adalah Rey, selain orangnya baik dia juga memiliki kekuatan yang bisa melawan para monster,"ucap seorang pria yang memiliki rumah tersebut.


"Maaf, bukannya saya tidak ingin menjadi pemimpin kalian tetapi saya masih memiliki misi lain, dan misi ini sangat penting sekali, untuk pemimpin di sini saya memintamu untuk menjadi pemimpin dan mengurus yang lainnya,"pinta Rey kepada pria tersebut.


"Gak, aku mana bisa menjadi pemimpin apalagi mengurusi mereka semua,"tolak pria tersebut dengan sopan.


Pria tersebut menolak saran dari Ray kalau dirinya yang akan menjadi pemimpin perkotaan ini, pria tersebut memutuskan untuk mencari pemimpin dengan cara pemilihan masyarakat yang ada di kota ini, tetapi Rey sudah jelas menolak saran dari pria tersebut karena dia tahu jika kekuasaan yang ada di kota ini salah tempat maka mereka semua akan dalam bahaya.


Sauna langsung mengatakan kepada pria tersebut yang ternyata pria tersebut adalah seorang bapak-bapak penjual makanan,sauna lah yang meminta Rei untuk menjadikan dia pemimpin karena sauna tahu kalau bapak tersebut adalah pria baik yang selalu menolongnya bahkan ketika sauna kelaparan bapak tersebut rela memberikan sebagian makanan dari penjualannya.


"Sauna, jadi kamu yang meminta bapak untuk jadi pemimpin, bapak ini tidak bisa apa-apa loh,"ucap pria itu kepada sauna yang ada di sampingnya duduk.


"Pak, Saya yakin dengan keyakinan saya kalau bapak bisa mengurusi perkotaan ini, karena saya tahu bapak ini sangat baik,"sauna menjelaskan dengan sangat baik.


Sang bapak atau pria tersebut juga tidak bisa melakukan apa-apa dia akan menjadi seorang pemimpin dan berusaha lebih baik dari pemimpin sebelumnya, pria tersebut juga menerima menjadi seorang pemimpin karena tidak ingin perkotaan ini menjadi runtuh kembali seperti yang telah terjadi kemarin.


"Oke baik, nanti akan saya umumkan semua ini setelah itu saya akan pamit untuk menyelesaikan misi saya,"kata Rey berdiri dari tempat duduknya dan bergegas keluar untuk memberitahu pengumuman ini.

__ADS_1


Karena mereka semua sedang sibuk akhirnya Rey balik lagi ke dalam rumah.


"Heheheh, Maaf ternyata yang lainnya masih sibuk aku juga ingin beristirahat sebentar,"Rey tersenyum malu dan nyengir kepada yang lainnya.


Pria tersebut langsung mempersilahkan Rey untuk beristirahat di kamar satunya dan juga teman-teman yang lainnya seperti Ling Ling dan Zen.


Sauna setelah menyelesaikan masalah ini baru Dia teringat dengan temannya yang berada di kamar tadi, sauna meminta izin kepada Rey dan juga bapak tua itu untuk bergegas ke rumah Sang Pemimpin yang di mana temannya sedang dalam keadaan sakit.


Maka dengan sangat cepat sauna menuju ke kamar tadi dan menolong temannya setelah itu dia segera diobati dari luka-lukanya.


Temannya kini sudah terbaring di sebuah kamar milik sauna, temannya juga dirawat dengan sangat baik oleh sauna.


Untuk berterima kasih kepada Rey sauna mulai masak di rumah bapak itu dengan kemampuan yang dimiliki, setelah mendapatkan izin dari bapak tua itu akhirnya sauna memasak di dapur dengan bahan-bahan yang ada.


"Eh aku bantu ya udah lama aku nggak masak loh,"Ling Ling mengambil sebuah pisau membantu memotong bahan-bahan yang ada di taplak meja.


"Iyah, makasih banyak ya udah mau bantu aku mau numis sayur dulu tolong potong ini dan juga yang ini ya,"sauna membagi tugas dengan ling Ling di dapur.


Di sebuah depan rumah bapak tua ada sebuah meja untuk mereka duduk, Rey menginginkan untuk beristirahat dan dia menyandarkan tubuhnya di samping tembok.


Zen menghampirinya dan duduk di sebelahnya kemudian memegang kedua lengan di atas lutut kaki.


"Rey.... aku bertanya Apakah kamu mencintai ling Ling? Kamu begitu hebat bahkan sudah banyak sekali menolong orang lain tetapi aku memang benar-benar tidak bisa membuat Ling Ling berpisah denganku,"Zen hanya bisa berbicara baik-baik dengan Ray.

__ADS_1


"Hahahha ..... gini ya aku ingin jujur kepadamu justru aku sangat bangga kepadamu walau aku memang memiliki kekuatan yang begitu besar tetapi aku sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan rasa cinta kepada seorang wanita yang aku cintai, aku selalu lemah dalam hal dunia cinta sehingga diriku menjadi seperti ini, dan Iya satu hal lagi aku tidak mencintai calon istrimu itu Ling Ling, dan aku lihat dari matanya kurasa dia juga menyukaimu tolong jaga dia baik-baik ya karena orang seperti dirimu dan dia adalah pasangan yang cocok menurutku,"Rey hanya bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Zen sambil menepuk pundaknya dari belakang dengan pelan menandakan rasa simpati.


Mendengar hal ini rasa kebencian dari Zen sudah menghilang terhadap Rey ternyata pandangan dia dari awal salah terhadap Rey,Zen juga meminta maaf karena pernah membenci Rey dari awal, dan dia juga sangat berterima kasih atas pembicaranya dari tadi.


Kini rey dan Zen sama sekali tidak ada kesalahpahaman, mereka berdua menjadi teman dekat dan mengobrol berbincang satu sama lain mengenai pribadi mereka.


Zen dan Rey yang berada di depan pintu bahkan bercerita hingga tertawa terbahak-bahak karena bertemu teman Satu frekuensi.


"Eyyy..... kalian ini asik banget ya ngobrolnya kami ini lagi masak tahu,"Ling Ling tiba-tiba mengagetkannya dari samping.


"Ling? Maaf soalnya kami lagi asik banget ngobrolnya,"balas Rey.


"Lah asyiknya di mana emang kalian ngomongin apa sih?"Ling Ling semakin penasaran dan melangkahkan kakinya ke depan menghadap mereka berdua dengan kedua lengan yang memegang di pinggang.


"Duh.... kepo banget Kamu mau tahu apa mau tahu?"Rey mulai bercanda dengannya.


"Ih .... Aku pengen tahu kalian ngomongin apa? aku ya?!".


"Nah itu kamu tahu ngapain nanya lagi sama aku," Rey terkekeh sambil melihat ke samping menutup senyuman dengan tangan kanannya.


"Ih.... kalian berdua jahat ya ngomongin apa hah!"Ling Ling semakin kepo membuat wajah ngambeknya.


Rey sekali lagi menghadap ke depan mengatakan kalau mereka berdua sedang membicarakan tentang pernikahan antara zen dan Ling Ling.

__ADS_1


Ling Ling yang mendengar ini tidak bisa berkata apa-apa lagi dan tersipu malu memasuki rumah kembali.


__ADS_2