Game World With System

Game World With System
Part 24 : Air


__ADS_3

PART 24


Setelah mendapatkan tempat penggalian akhirnya dia meminta kepada yang lainnya untuk bersedia menggali tanah tersebut karena tidak hanya satu orang yang bisa menggalinya.


"Oke, Apakah dari Kalian ada yang bersedia untuk menggali tanah di sini?"tanyanya kepada yang lainnya sambil melihat.


Yang lainnya hanya melihat ke arah kiri dan kanan menatap satu sama lain dan bingung, tiba-tiba ada salah satu pria yang bersedia untuk melakukan penggalian tanah tersebut kemudian pria tersebut mengambil sebuah cangkul.


Kini dari yang lainnya akhirnya ada tiga orang yang bersedia untuk menggali tanah tersebut, mereka semua mulai mengambil alat-alat yang berada di tempat mereka masing-masing, Rey hanya bisa memerintahkan dan juga memberikan instruksi kepada orang-orang, penggalian pun mulai dilakukan sedikit demi sedikit.


Mereka mulai melakukan penggalian dari dasar tanah hingga beberapa cm tanah yang dalam, mereka saling berusaha untuk menggali tanah tersebut.


Tapi, karena orang yang bersedia hanya 3 orang yang bersedia melakukan penggalian sumur tersebut akhirnya mereka memakan waktu yang cukup lama hingga beberapa jam, bahkan ketiga orang tersebut juga merasa kehausan dan juga kelelahan mereka hingga tidak memiliki waktu beristirahat.


Rey merasa kasihan juga kepada ketiga orang tersebut lalu meminta anak buahnya atau temannya Lui Bao untuk segera membantunya dan dia juga akan turun tangan untuk membuat sumur tersebut, Rey kemudian mengambil sebuah barang yang cukup besar untuk mengikis bagian sumur yang dalam.


Rey akhirnya turun tangan dan memasuki sumur yang baru memiliki tiga langkah kaki, seorang ksatria yang berada di zaman tersebut seperti Rey adalah pria yang sangat terhormat dan juga dikagumi orang lain namun kini dia berbeda sekali dengan kesatria yang lainnya dia bahkan rela turun tangan untuk menggali sebuah tanah .


Bella hanya menonton penggalian tersebut di atas rumah yang berantai 2, dia dengan berdiri tegak melipat kedua lengannya seolah-olah peduli kepada Rey.


Bella yang melihat kegigihan Rey meminta anak buahnya untuk segera membantunya.

__ADS_1


"Ouh iya, silakan kamu bantu dia biar dia tidak kelelahan, pokoknya apapun yang dia inginkan silakan beri saja soal kita mendapatkan air,"kata Bella kepada bawahannya yang sangat dipercayai.


"Baik, Tetapi apakah ini tidak akan memakan waktu dan membuang-buang waktu saja? Apa yang dilakukan seperti orang yang tidak memiliki akal dia hanya menggali tanah yang tidak apa-apanya padahal kita hanya membutuhkan air"ucap bawahannya kepada Bella.


"Ya, aku juga memang tidak percaya dia melakukan hal sekonyol ini, Apakah dia sedang membuat lelucon Di sini tetapi aku melihat kegigihannya sepertinya dia serius melakukan hal itu"


Bella sudah menyelesaikan kata-kata terakhirnya kepada bawahannya kemudian bawahan yang dipercayainya meminta anak buah yang lainnya untuk segera membantu Rey, kemudian atas perintah tersebut yang lainnya mulai berdatangan dan saling membantu, Rey mendengar langkah kaki yang begitu banyak dan menyadarinya kalau yang lainnya mulai membantu, kini ada tiga orang yang berada di dalam sumur tersebut dan mencoba menggali sekuat mungkin, dan ada juga yang bertugas untuk mengais tanah dan juga tanah-tanah tersebut dibawa ke tempat yang sudah disediakan.


Mereka desa bertopeng mulai melakukan sesuatu kegiatan untuk menggali sumur, dan yang lainnya juga tidak lupa bertugas untuk menjaga keamanan tersebut dari orang-orang yang jahat.


Akhirnya mereka mulai bergotong-royong sehingga tidak memakan waktu yang begitu banyak, Rey sangat senang sekali karena dibantu oleh mereka dan perlahan-lahan sumur yang dibuatnya hampir jadi karena ramai yang membantunya.


Kini penggalian sudah cukup dalam dan ini sudah tengah malam yang menandakan pukul 06.29 menit, mereka semua mulai bergantian, tetapi Rey yang sedang mengupas dirinya Karena kelelahan mendengar perbincangan dari yang lainnya kalau Rei melakukan hal yang membuang-buang waktu.


"Iyah, dia hanya membuat kita kelelahan saja".


"Bener tuh, daripada kita menggali tanah yang gak jelas Apakah ini tempat penguburan?".


"Hahahah Apakah kalian bercanda? kalau bukan perintah dari bos aku tidak akan pernah melakukan penggalian ini"ujian seorang pria yang terlihat sangat jutek sekali.


Mendengar percakapan dari yang lainnya dia sama sekali tidak memarahinya atau berkomentar justru dia hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya untuk menggali tanah tersebut, Rey langsung meminta yang lainnya untuk segera berhenti karena penggalian yang dia inginkan sudah tercapai dan menunggu hasilnya.

__ADS_1


"Stooppp, kita tutup dulu dan kita tunggu hasil dari penggalian ini"Rey meminta yang lainnya untuk beristirahat kemudian para wanita yang berada di tempat tersebut membuat beberapa makanan untuk dihidangkan kepada orang-orang yang melakukan penggalian.


Dan di saat para wanita menghidangkan beberapa makanan para pria sangat senang sekali dan duduk di sebuah meja yang tersedia seperti keluarga yang sangat besar, Rey dia juga takut kalau membuat sumur ini gagal apalagi dia sudah membuat keputusan untuk membantu Bella menangani kasus air, jika seumur ini tidak berair maka dia akan kehilangan muka.


"Reyyy, ayo mari kita makan dulu nanti lanjutkan lagi!!!"Lui Bao berteriak kepada ayah yang sudah duduk di meja makan dengan siap sedia.


"Iyaa..... Aku akan segera ke sana"Rey berdiri melepaskan perlengkapannya dan menuju ke tempat meja makan dengan ramai.


Bella kemudian makan malam dengan anak buahnya, mereka makan dengan Apa lagi sudah kelelahan.Bella tidak ingin membahas tentang sumur tersebut dan membuat pembicaraan lain.


Kini satu perdesaan bertopeng tersebut makan malam dengan cukup meriah, makan malam seperti ini terlihat nikmat sekali,Rey juga merasakan kekeluargaan dari desa ini yang begitu penuh perhatian dan juga saling membantu.


Tidak seperti yang dialami di dunia nyata mereka lebih mementingkan apa yang mereka punya seperti kekayaan dan juga kesombongan tidak seperti dunia game ini yang mementingkan kebersamaan dan juga ketentraman.


Di saat mereka mulai kekenyangan makan kemudian ada pria yang ingin mengambil cangkul yang di dekat sumur karena sudah malam, pria tersebut dengan langkah perlahan mengambil langkah tersebut tetapi tiba-tiba dia tidak sengaja menendang sebuah batu dan memasuki sumur tersebut.


PLUPP......


Pria tersebut mendengar bunyi dari dalam tersebut dan segera melihatnya, karena merasa penasaran kemudian dia mengambil sebuah obor untuk melihat ke dalam sumur.


Drap....drapp...drap....

__ADS_1


Pria tersebut dengan berani mengambil seogoh dan turun ke dalam sumur tersebut, tiba-tiba langsung berteriak dengan sangat keras.


"AIR!!!! AIR!!! CEPATLAH KEMARI SEMUANYA!!"sontak berita tersebut berteriak dan memanggil yang lainnya untuk memberitahu semuanya.


__ADS_2