Game World With System

Game World With System
Part 94 : Blaclist


__ADS_3

PART 94


Di saat itu Rey merasa kesal atas tindakan mereka semua karena telah menghina dan merendahkan ibunya, maka dari itu Rey mulai menelpon sekretarisnya dan memintanya untuk segera datang karena ada hal yang sangat penting bagi dia.


"Bukankah kalian semua ini adalah teman ibu saya mengapa omongan kalian seperti itu?"kata Rey melihat kepada ibu-ibu yang lainnya juga.


Tapi ibu Bobby mengatakan kalau ibunya Rai bukanlah temannya karena mereka sama sekali tidak selevel dan tidak berkelas.


"Oke, aku rasa kalian akan menyesalinya".


Bahkan ketika menelpon saja Bobby mengejeknya karena Rey hanya berarti di saat itu dan berpura-pura bahagia sekretaris padahal mereka tahu kalau Rey sama sekali tidak bekerja.


"Hahahah, ternyata akting mu sungguh bagus ya, kenapa kamu tidak bermain film saja daripada harus membuat drama di dunia nyata,"Lagak dari Bobby sangat keren sekali dan mengatakannya dengan kedua mata yang melotot.


"Iya, terserah apa yang kamu katakan setelah ini kamu akan menyesal!"Rey hanya diam saja dan menunggu sekretarisnya untuk datang ke tempat itu.


Mereka semua masih saja tertawa dan mencemooh rey karena sudah berakting dan berdrama di depan mereka semua,tapi Rey merasa biasa saja dan dia akan melakukan sesuatu kepada orang yang telah menghina ibunya.


Bobby sama sekali tidak percaya dan membuat semua orang duduk kembali ke meja masing-masing.


"Ouh iya, karena ini adalah perayaan bagi saya dan juga dia sudah mendapatkan beasiswa ke luar negeri maka hari ini makanan kalian Saya akan traktir, tolong silakan kalian pilih saja makanannya,"ucap ibunya Bobby.


Rey tidak suka-sungaan mengambil menunya dia memilih menu makanan yang termahal di restoran ini, dan dia meminta pelayanannya untuk memesan yang cukup banyak.


"Wah wah wah.... Sesy, ternyata anakmu sangat aku sekali ya Apa karena dia sangat miskin sehingga tidak pernah menemukan makanan yang seperti ini, ternyata kalian cukup pintar ya datang ke sini hanya karena makanan saja,"ibu Bobby terus saja merendahkan Rey dan ibunya.

__ADS_1


"Maaf ya Bu, sekali lagi saya meminta maaf dengan sesopan-sopannya, bukankah ibu yang mentraktir kami dan meminta kami untuk memesan makanan yang bebas, memang benar seperti apa yang Ibu katakan kami miskin maka dari itu kami juga akan memilih menu yang belum pernah kami makan, jadi itu tidak salah Apakah ibu tidak sanggup membayarnya karena kami memilih makanan yang mahal?"Rey langsung membalasnya untuk membuat mental mereka terjatuh.


"Eittss.... enggak kok mana mungkin kami nggak mampu membayarnya, lagian ya kalau kalian mau pesan pesan aja nggak usah banyak omong dasar tukang makan, sudahlah jangan dibahas pesan saja,"karena kesombongannya ibu Bobby memesan yang mahal.


Bobby mulai meminum sebuah cangkir yang berisi air putih saja, dia mengatakan jika meminum air putih maka bisa membuat dirinya sangat sehat dan pintar seperti dirinya.


Dan Rey, padahal dia masih muda tetapi dia sudah berani meminum sebuah alkohol yang mahal, di tempat ini ternyata ada anggur merah yang sangat mahal sekali dan sudah berani diminum oleh Rey.


Pandangan semua ibu-ibu di saat itu juga mengatakan kalau Rey adalah orang yang sangat buruk sekali di saat muda saja sudah berani meminum minuman yang beralkohol.


"Emhh...ehem.... dari tadi ketika kamu makan kurasa sekretaris yang kamu katakan tidak akan datang? aku tahu kalau kamu membuat saja sudahlah itu sangat tidak penting hanya akan mempermalukan dirimu saja,"Bobby masih saja melanjutkan kata-katanya Di saat makan dengan kedua garpu dan sendok yang ada di tangannya.


Rey tidak peduli apa yang dikatakannya dia langsung makan dengan lahap yang di mana makanan itu adalah makanan termahal.


Semua pandangan ibu-ibu merasa jijik kepada Rey, karena Rey begitu banyak makan bahkan ibu-ibu merasa tidak selera seperti orang kelas atas yang makanya hanya setengah-setengah saja.


"Upss.... lapar banget ya takutnya kamu nggak bisa habisin, eh sorry takutnya kamu nggak bisa beli ya nanti pulang?"Bobby selalu saja memancing emosional Rey.


"Ouh? kamu mau daging itu ya sudah ambil saja masih ada makanan lain kok,"Rey sama sekali tidak marah dan malah mengambil makanan yang berada di piring lain.


Bobby pun tidak bisa berkata apa-apa lagi di saat itu tiba-tiba sekretarisnya Rey datang.


"Tuan muda Rey? Ada apa perlu apa anda memanggil saya ke sini?"sekertaris Slavina di saat itu datang tepat waktu.


"Ouh iya Maaf saya sudah memanggil anda ke sini secara tiba-tiba karena saya ada keperluan yang sangat penting,"Kata Rey mengelap bibirnya dengan sebuah tisu.

__ADS_1


"Jadi? Apa yang perlu bisa saya bantu untuk anda tuan?".


Rey menekan tangannya di atas meja dan mengarah dengan tatapan tajam kepada Bobby.


"Bob, Kamu anak yang terpintar tertampan dan juga anak orang kaya raya, kamu memang memiliki kualitas yang sangat baik untuk bekerja, tapi dari sikapmu seperti ini perusahaan mana yang akan menerimamu, Dan satu hal lagi grup Xin tidak akan menerimamu untuk bekerja di sana akan kupastikan itu,"Ucap Rey.


"Hey ! kamu jangan sembarang ngomong ya! wanita ini siapa? Apakah ini wanita yang kamu sewa untuk drama ini lagi? berapa banyak uang yang kamu keluarkan demi drama ini?"Bobby masih saja seperti ini padahal ini adalah awal dari keburukan dia.


Sekertaris Slavina ingin menghentikan itu namun Rey memintanya untuk terdiam dulu.


"Bobby, umur kamu 20 tahun? baik,ny.Slavina tolong catat nama Bobby Ardela, dengan nama blok hitam, catat ama dia jangan sampai dia memasuki atau bekerja di perusahaan kita, Jika dia membuat lamaran kerja dengan perusahaan-perusahaan yang sudah bekerjasama dengan kita jangan sampai ada orang yang menerimanya itu adalah perintah saya,"Rey langsung memblack list Nama Bobby padahal belum melamar kerja.


"Baik,"sekretaris itu langsung mencatat namanya dengan baik-baik.


"Hahahah,heh ! kamu itu lagi mimpi ya jangan ngawur kalau kamu punya perusahaan!"Teriak Bobby agar semua orang yang berada di restoran itu mengetahui hal ini dan memalukan Rey.


"Boby, aku tahu apa yang kamu katakan tetapi bisakah kamu melihat identitas wanita ini dari grup Xin ?"pinta Rey dengan pelan.


"Cih, ngapain gue cari,".


Boby merasa tidak percaya jadi tidak ingin menjadi identitas itu, namun ibu-ibu yang berada di sampingnya mengenal identitas Ny.Slavina.


"Eh .. ini bukannya sekretaris dari Grup Xin?"ucap ibu-ibu melongo karena terkejut.


"Iya Bu, saya adalah sekretarisnya dan dia adalah pemimpin baru dari perusahaan kami,"Kata sekretaris itu memberitahu semua orang yang berada di pertemuan.

__ADS_1


Tentu saja semuanya langsung tercengang dan terdiam sarjana ketika mengetahui sekretaris ini adalah sekretaris dari grup Xin.


__ADS_2