
PART 93
Rey akan mengantar ibunya ke tempat reunian yang akan segera dilaksanakan di sebuah restoran, sesuai alamat yang telah ditentukan akhirnya Ray mengendarai motor dengan hati-hati hingga mereka sampai di sebuah restoran yang telah dituju.
Cekk...
Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran dan memarkirkan motornya dengan motor-motor yang lain, desa itu juga sudah terlihat para ibu-ibu yang sedang reunian dan Di sana juga ada seorang pria yang di mana itu adalah anak dari ibu-ibu mereka.
"Nak Rey? kamu di sini aja nggak apa-apa kalau kamu nggak mau ikut ke dalam,"ucap ibu.
"Bu, nggak apa-apa Rey masuk aja ke dalam lagian nggak ada masalah juga kan, ini cuman pertemuan biasa aja kan Bu,"Rey akhirnya yang bisa ikut dengan ibunya menuju ke sebuah restoran dan mereka semua sudah berjajar di tempat meja yang dipasang dengan rapi.
Mereka berdua melangkahkan kakinya untuk memasuki restoran tersebut dan terlihat ibu-ibu yang sangat menawan dari pemakaian dan perhiasan, dirasanya Ini adalah sebuah ajang pamer para ibu-ibu, banyak sekali orang-orang yang memakai hiasan dan perhiasan yang sangat mahal di tubuh mereka.
"Ehhh...Bu Sesy, ternyata ibu datang juga ya, saya pikir Ibu tidak akan datang karena malu,"ucap seorang Ibu wanita Yang memimpin perkumpulan reuni ini dan di mana dia adalah orang kaya raya yang memakai perhiasan di seluruh tubuhnya, gelang,anting, hingga kalung yang begitu tebal.
Rey rasanya ingin menertawakan ibu-ibu zaman sekarang yang suka memamerkan perhiasan-perhiasan yang mereka miliki, padahal sebenarnya kemarin baru saja ibunya Rey membeli perhiasan yang mahal di toko ada saja dipamerkan maka mereka semua bisa tercengang.
"Bu esy,ini anaknya ya?"tanya ibu yang memimpin pertemuan reuni ini yang sedang duduk santai dan didampingi oleh anaknya yang menggunakan sebuah jas hitam.
"Ouh iya, Maaf ya saya agak terlambat tadi ada keperluan sebentar,"ucap Ibu rey dan duduk bersama Rey dengan bersebelahan.
Mereka berada sebuah meja yang cukup panjang dan dihadiri oleh 7 ibu-ibu dan satu anak laki-laki yang di mana anak laki-laki ini adalah anak si ibu yang memimpin pertemuan reunian.
__ADS_1
"Eh, Kalian tahu nggak kalau anak saya mendapatkan beasiswa ke luar negeri dan dia akan kuliah,"si Ibu yang memimpin reuni ini mulai memamerkan dirinya dan anaknya yang sudah mendapatkan beasiswa karena anaknya pintar.
"Wah... anakmu hebat sekali ya aku jadi iri, Aku juga pengen punya anak sepertimu yang sangat tampan dan juga pintar,"balas orang ibu-ibu sambil meminum soda.
"Ups.... Iya saya sangat beruntung sekali karena memiliki anak seperti dia banyak sekali yang menginginkan dia, dan tidak semua orang memiliki sifat seperti dia yang sangat pintar seperti saya,"Sambil tertawa kesombongan.
Di saat itu ibu Rey hanya terdiam saja melihat mereka yang sudah pamer.
Lalu ada ibu-ibu yang berada di sampingnya menanyakan tentang kondisi mereka berdua.
'"Bu sesy, bagaimana kabarmu apakah kamu baik-baik saja sekarang?? gimana dengan anakmu Apakah dia juga sudah kuliah?"pertanyaan yang sangat menyinggung perasaan ibunya Rey.
"Eh kalian kenapa tanya bukannya anaknya dia itu bodoh dan dia Mana mungkin bisa kuliah uang juga tidak punya,"Kata si Ibu wanita yang memimpin reuni ini dengan sombong ingin menjelekkan ibunya Rey.
"Ehemmm....baik, bukankah di sini kita sedang reuni kenapa saling mengejek satu sama lain? bukankah kalian ini sedang reuni harusnya saling membantu bukan saling menggunjing,"balas Rey yang sebenarnya tidak tahan dengan perkataan ibu-ibu yang tidak membuat ibunya Rey tidak enak hati.
Sang ibu yang mewakili pertemuan ini langsung mengatakan kalau sama sekali tidak memiliki kesopanan di saat mereka selalu merasa tidak berbicara Rey langsung memotong pembicaraan mereka.
Semuanya langsung setuju dengan apa yang dikatakan oleh ibu si pemimpin dari pertemuan ini kalori adalah anak yang tidak sopan dan tidak beretika sekali.
"Eh nak, saya kasih tahu sesuatu ya kalau kamu tidak bisa sekolah atau kuliah setidaknya kamu harus memiliki sopan santun kepada orang yang lebih dewasa,"Ucap ibu-ibu yang memakai gaun hijau ketat dan mengikuti pertemuan ini.
"Bu, saya sudah ngomong baik-baik Apakah pertemuan ini hanya untuk ajang pamer saja? emangnya apa yang kalian punya sehingga kalian terus saja mengungkit masa lalu dan keburukan ibu saya?"Rey mulai tegas dan tidak membiarkan ibunya direndahkan oleh yang lain.
__ADS_1
Boby yang di mana Dia adalah anak dari si Ibu pemimpin pertemuan ini langsung menyala pembicaraan dari Rey.
"Kau, sudahlah kau jangan ikut campur memang benar kan kalau kau itu sudah miskin dan juga bodoh, bahkan seharusnya kamu tidak pantas datang ke sini,"kata boby yang ingin menunjukkan kehebatannya kepada orang lain sambil mengatakan dengan nada yang cukup tinggi kepada Rey.
"Cih, kamu saja baru kuliah sudah berlagu kayak gini bagaimana kalau kamu sudah kerja nanti apa yang akan kamu lakukan kepada orang rendahan seperti kami,"ucap Rey yang duduk berhadapan dengan si anak itu yang bernama Bobby.
"Lah, emangnya kenapa lagian kalau aku sudah lulus kuliah dari luar negeri aku akan bekerja di grup yang ternama yaitu grup Xin, akan sangat sulit bekerja di sana sedangkan kamu Mana mungkin bisa bekerja di sana,"lagi-lagi Bobby mengejek Rey tanpa status.
"Hah, kamu saja belum lulus kuliah sudah mengharapkan bekerja di sana, tetapi akan kupastikan Kamu tidak akan terima di sana,"balas rey mengangkat kedua lengannya di seukuran dada seakan-akan dirinya yang berkuasa.
Sang ibu Bobby yang tidak terima ini langsung menuju karya dengan kesal dan mengatakan kalau rey sama sekali tidak bermoral, dan menyumpahi anaknya agar tidak diterima di perusahaan tersebut.
"Bu,jaga omongan anakmu Rey ! harusnya kami tidak mengundang kamu datang ke sini, anakmu sama sekali tidak tahu diri pantas saja dia tidak pernah sukses! "kata ibu Boby saking kesalnya hingga berdiri menunjuk ke arah Rey.
Rey hanya memiringkan senyumannya kekiri dan tidak merespon apa yang dikatakan oleh ibunya Bobby.
Bruakk.....
Ibu Rey memukul dianya saya nggak sama orang ntar diam dan mengarah pandangan ke dia.
"Sudah, kamu jangan menghina saya seenaknya karena selama ini saya sudah diam ! jadi jangan seenaknya merendahkan saya!".
"Lah, kan emang kenyataan kalau kamu itu miskin dan memiliki anak yang bodoh sama sekali tidak berguna!!!"kata-kata ibunya Bobby membuat teringiang-ngiang di telinganya ibunya Rey.
__ADS_1
Rey tidak tahan lagi untuk itu dia langsung meminta sekretarisnya datang ke tempat restoran ini padahal sekretaris itu baru pertama kali kerja dengan Rey.