Game World With System

Game World With System
Part 82 : Pertempuran


__ADS_3

PART 82


"Apa? manusia yang bisa memasuki area monster ini? tidak mungkin manusia mana yang bisa melewati jurang yang sangat besar itu hanya orang tertentu saja yang bisa melewatinya,"kata monster abadi yang tidak percaya dengan kata-kata bawahannya.


"Benar tuan, kalau memang Tuan tidak percaya biar saya bahwa Tuan ke hadapan mereka semua,"monster tengkorak belalang tersebut menunjukkan arah gimana Rey dan kedua temannya dikurung di dalam sebuah dinding.


Dinding tersebut yang menghalangi mereka akhirnya terbuka sangat lebar dan membuat mereka terbangun dari tidurnya, akhirnya monster abadi bisa melihat mereka dan tidak percaya kalau manusia bisa memasuki area monster yang sangat terlalang.


"Wowhh.... sungguh keren ternyata ada manusia yang bisa memasuki tempat ini, bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang memangsa ingin datang ke sini Apakah kamu datang ke sini untuk menjadi monster ?"Tanya monster abadi yang begitu besar dengan wujud yang sangat mengerikan.


"Nanya aku?"Tanya Rey yang sok polos di depan monster abadi itu.


"Ya! dasar Manusia bodoh sudah jelas aku bertanya kepadamu!"Bentak monster abadi itu.


"Maaf, soalnya kan di sini ada banyak orang,eh salah maaf sebenarnya yang manusia hanya kami saja kalian semua hanya monster aku lupa,"Zen malah bercanda di saat kemarahan monster abadi.


"Kamu! jika Tuan kami sedang bertanya jawab yang benar jangan meleluconkan! "bawahan dari monster abadi yang sangat marah melihat itu.


Rey dia maju ke depan untuk mendekati monster abadi yang berdiri di hadapannya, Rey sekali lagi memasang wajah senyuman yang begitu lebar dan berkata.


"Wah..... ternyata tubuhmu sangat besar sekali ya, aku rasa akan sangat sulit untuk menghadapimu,"kata Rey.


Plakkk.....


Satu tamparan saja membuat tubuh Rey terbanting ke bebatuan.


"Rey!!!!! "Ling Ling berteriak yang sangat keras karena panik.


Ohoekkk.....

__ADS_1


Rey muntah darah karena benturan tersebut tetapi dia masih bisa berdiri dengan begitu kuat, dia sekali lagi menghadap kepada monster abadi itu.


Rey sebenarnya tidak ingin gegabah dengan monster abadi untuk menghadapinya dia perlu kecermatan dan kecerdikan.


"Maaf, saya tidak bermaksud untuk membuat lelucon seperti itu, tapi....."kata-katanya langsung terpotong karena monster abadi yang di hadapannya sudah muak melihat Rey,dan monster abadi tersebut mengayunkan lengannya untuk memukul ke arah Rey, tetapi kali ini Rey sama sekali tidak terbanting dia menggunakan kekuatan tanahnya untuk menahan Pukulan dari monster abadi.


"Apa!"semua orang langsung tercengang yang ada di sana.


Monster-monster yang berada di gua lembah tersebut mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Rey.


"Tuan?dia ...?"bawahannya monster tengkorak belalang itu membuat wajahnya yang melongok.


"Yaa.... kini aku tahu semuanya, seharusnya aku tidak bersusah payah mencari dia tetapi dia sendiri yang mencari diriku, ternyata kamulah yang aku cari selama ini,"monster abadi ini langsung tertawa puas yang membuat seisi gua lembah itu menggelegar hampir gempa.


Aaa.....!.


"Ada apa?".


"Gawat! kenapa dia bisa tahu seharusnya aku tidak langsung mengeluarkan kekuatan yang aku miliki,"ucap Rey di dalam hatinya.


Rey mulai bengong tidak tahu harus berbuat apa-apa di saat lengah dirinya langsung dihantam dengan lengan monster abadi yang membuatnya terbanting sekali lagi, Rey setelah terbanting menggunakan kekuatan Tanah untuk berlindung dari pukulan monster, dia berlari dengan sangat cepat untuk menghindari masalah abadi dan meninggalkan Zen dan Ling Ling yang berada di dalam gua.


"Zen, tolong jaga ling Ling baik-baik aku akan menyelesaikan ini,"kata Rey menuju keluar dari lembah gua itu.


Memang tidak ada seorangpun yang bisa keluar dari lembah gue itu karena berada di tengah-tengah air terjun jika manusia biasa melompat keluar maka akan dipastikan dia mati, tapi Rey berlari keluar dan melompat dengan sangat cepat Tetapi dia menggunakan kekuatan air sehingga tubuhnya tidak terjatuh ke bawah dengan begitu dia bisa keluar dengan bebas dan menuju ke lahan yang sangat luas.


Di sisi lain, monster yang berada di gua tersebut melihat ke arah Zen dan Ling Ling, mereka juga akan bersiap-siap untuk berkelahi satu sama lain.


"Oke, sudah lama aku tidak bertarung dan melampiaskan amarahku oke aku akan melawan kalian semua,"Zen mengeluarkan pedang yang ada di pundaknya dan bersiap-siap melawan monster-monster yang setara tubuhnya dengan dia.

__ADS_1


Ling Ling yang di mana dia kesakitan pada kakinya dia juga tidak bisa terus diam, ketika dia menuju ke arah kiri tiba-tiba monster kecil menghalanginya tetapi dia menggunakan senjata untuk melawannya dan dia bukan lawan yang sangat lemah.


Sebuah pertarungan yang sangat sengit mulai terjadi dan menentukan antara kehidupan dan kematian yang ada di dunia, dan menentukan antara kekuasaan yang ada di dunia ini.


Zen dengan sekuat mungkin melawan monster-monster tersebut dia juga ternyata sangat pandai berkelahi dan dia melindungi ling-ling dari kejaran monster-monster kecil.


Di sisi lain, di lahan yang sangat luas sekali Rei sudah terdiam dan menunggu kedatangan monster abadi.


BRUAKKK.....


BRUMMMM


Monster abadi tersebut turun dan membuat tanah-tanah seperti retak, bahkan monster abadi membuat gempa yang cukup besar.


"Kau, tahu berani-beraninya kau kabur dari hadapanku!"masa abadi ini sangat marah karena sudah dipermainkan oleh Rey seorang manusia biasa.


"Baik, mau bagaimanapun juga aku harus berjuang sebisa mungkin, aku tidak boleh kalah dan mengecewakan ibuku, jika aku meninggal di dunia ini pasti ibuku akan sangat sedih sekali dan kehilangan diriku,"ucap Rey di dalam hatinya sambil mengumpulkan konsentrasi dan kekuatan yang dia miliki.


Sebuah pedang petir yang sangat kuat akhirnya digunakan oleh rey untuk melawan monster abadi, masalah abadi ini hanya tersenyum jahat yang membanggakan dirinya dan merasa dirinya akan menang.


"Oke, Aku akan menghabisimu sekarang juga!"Rey dengan persiapan yang panjang dia menggunakan kekuatan padanya dan berlari dengan sangat cepat menuju ke arah monster abadi.


SREKKKK......


Ctarr......


Namun suatu serangan dengan kekuatan petir tersebut tidak bisa menghancurkan bagian kaki monster abadi, dan Rey terdiam apa yang harus dia lakukan untuk mengalahkannya.


Kaki saja dengan kekuatan padangnya tidak bisa dilukai, apalagi melawan seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Untuk itu dia juga kalah dari segi tubuhnya yang di mana Dia memiliki tubuh yang sangat kecil.


Rey teringat dengan dunianya dengan robot-robot, akhirnya dengan imajinasi dia dia menggunakan robot terbuat dari tanah dan juga gabungan dari petir-petir, kemudian robot tersebut terbentuk dengan cukup besar dan sebanding tubuhnya dengan monster abadi.


__ADS_2