
PART 51
Rey yang berada di air liurnya sangat berguna ketika berhadapan dengan monster katak itu.
Akhirnya Rey meminta link untuk membuang air yang ada di perbekalannya setelah itu mengisi air liur yang diberi oleh raksasa kura-kura.
Setelah mendapatkan beberapa tetesan air liur dari kura-kura raksasa itu dan memenuhi botol air minum, dengan rasa terima kasih mereka mulai berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya lagi.
Rey baru menyadari ternyata di dunia ini selain monster-monster yang jahat ternyata masih ada monster-monster yang baik hati dan tidak membunuh orang-orang.
"Hamm... kalau aku nanti nggak mau pakai air lendir itu"Zen menolak keras untuk membalurnya ketika berhadapan dengan katak raksasa.
"Yaa.... terserah kamu deh aku nggak mau ikut campur kalaupun kamu mati aku tidak peduli sama sekali tidak penting"kata Lilng Ling yang sudah bosan mendengar pembicaraan dari Zen.
Mereka mulai melakukan perjalanan lagi, setelah bertemu dengan kura-kura raksasa mereka tidak bertemu dengan monster-monster yang lainnya, untuk membuat energinya full atau bersemangat lagi mereka bertiga meneduhkan diri di bawah pohon rindang.
Ling Ling meluncurkan kedua kakinya untuk beristirahat begitu juga Rey,Rey masih fokus dengan buku-buku yang dia pegang yang telah diberikan sang tabib, dia tahu kalau buku ini sangat penting untuk menyelamatkan dunia.
Zen juga ikut beristirahat di antara mereka dan membaringkan dirinya Karena cukup lelah, Di saat dia melihat ke atas dia melihat buah-buahan yang ada di pohon ini namun tidak tahu itu adalah buah apa, Zen langsung baru gagas memberitahu Ling Ling kalau di atas pohon ini ada buah yang tumbuh.
"Wahh, Iya bener ada buah-buahan bisa nggak sih ini dimakan?"Kata Ling Ling yang tergiur dengan bentuk buah yang ada di pohon ini karena berwarna merah pekat seperti buah apel namun ini bukanlah buah apel, apalagi bentuknya yang memiliki bentuk berbeda.
__ADS_1
Rey tidak mendengar apa yang kedua temannya katakan sehingga Ling Ling meminta Zen untuk mengambil buah yang ada di atasnya, tentu saja atas perintah link link Dia segera naik dan memanjat pohon itu dengan sekuat tenaga walau jaraknya cukup jauh.Akhirnya dengan tenaganya dia bisa memanjat pohon ke atas dan bisa meraih buah yang tidak tahu namanya, kemudian buah-buah mulai dipetik satu persatu oleh Zen,Ling Ling terlihat sangat senang ketika buah tersebut jatuh dia mengambilnya dengan segenggam tangan.
Ling Ling yang sudah mengambil buah tersebut menggigitnya dengan sekali gigitan.
"Emmmm.... buah ini manis banget aku suka, kalau kita pulang kita minta bibitnya ya nanti tanam di depan rumah aku"kata Ling Ling dengan gembira sambil menggigit beberapa potongan dari buah itu.
Melihat Ling Ling yang begitu bahagia ketika memakan buah yang dipetik oleh Zen,Zen juga tersenyum merasa puas.Jadi Zen setelah mengambil beberapa petik buah dia melihat Rey yang masih fokus dengan bukunya, dengan rasa jahilnya akhirnya Zen memetik buah dan melempar ke atas kepala Rey sehingga terdengar benturan yang cukup keras.
Trukk....
"Aduh....aduh.... kepalaku sakit banget ini apa?"Rey baru sadar kalau kedua temannya sudah mengambil sebuah buah yang ada di atas pohon yang mereka teduhi.
"Heh, Maaf banget ya tadi nggak sengaja buahnya jatuh ke sana"Zen berkata bohong kepada Rey padahal dia sangat senang.
Buah yang memiliki bentuk bulat namun sama sekali tidak ada bijinya, warnanya merah pekat dan berair yang cukup banyak.
"Emmm.... makasih ya buahnya kamu udah ngambilin untuk aku"Rey sekali lagi menggigit buah-buah yang berjatuhan itu.
Zen yang melihat Rey dan ling-ling menikmati buah-buahan hasil dari dia merasa emosi, dan cepat-cepat ingin turun dari pohon itu tetapi ada satu gigitan yang membuat Zen berteriak yang cukup keras.
"Kyaaaa......."Zen berteriak sangat keras dan membuat kedua tangannya menggaruk dari gigitan yang ada di lehernya karena kedua tangannya tidak berpegangan dengan kuat akhirnya dia terjatuh dan menimpa tanah yang ada di bawah.
__ADS_1
"Eh, kamu nggak papa kan?"Rey ingin membantunya berdiri tetapi ditolak dan masih meringis kesakitan.
Ling Ling akhirnya membantu Zen untuk berdiri Dan bertanya kenapa dia bisa jatuh dari atas pohon, karena dari bantuan Ling Ling akhirnya dia mencoba berdiri dan mengatakan kalau ada semut yang menggigitnya.
"Aduh, kamu kalau manjat lain kali hati-hati ya untung aja pokoknya nggak terlalu jauh, bisa-bisa nanti kamu mati loh"Ling Ling mengatakan hal itu karena takut kejadian yang tidak diinginkan.
Tapi Zen, mendengar ocehan dari Ling Ling merasa adalah perhatian dari Ling Ling lalu menyukai dirinya dan tidak ingin dia kenapa-kenapa.
Hadeh,Zen ke pedean sekali padahal baru pertama kali dikomentari oleh Ling Ling, karena gigitan semut itu tidak berbahaya Jadi mereka berkumpul untuk memakan buah-buahan yang baru saja, namun ketika mereka menikmati hasilnya tiba-tiba bling-bling berteriak sangat keras setelah melihat wajah zen.
"Kyaaaa.... wajah kamu kenapa bisa begitu?'"Ling Ling berteriak sangat keras dan selalu menunjuk ke arah zen.
"Ada apa?"Zen melongo seperti orang yang polos tidak tahu.
Rey juga melihat ke arah zen, dan tiba-tiba dia langsung memuncratkan buah yang telah dia kunyah, dan ternyata tubuhnya mengalami bintik-bintik merah.
"Duh.... kenapa gigitan semut ini bisa membuat tubuh kamu bintik-bintik merah?"Ling Ling melihat ke seluruh tubuh zen.
Namun Zen mengatakan walau bintik-bintik merah Tetapi dia sama sekali tidak kesakitan atau merasakan hal-hal yang lainnya.
"Emmmm.... Ya udahlah bagus kalau nggak apa-apa sekarang kita lanjutin perjalanannya sebelum hari gelap, takutnya ada masalah lain yang mengetahui keberadaan kita"Ling Ling membereshi tubuhnya dan mengambil dua buah lagi untuk menyimpan di dalam sakunya.
__ADS_1
Dan Rey bersama Zen juga begitu, mereka akan melanjutkan perjalanannya lagi sebelum matahari terbenam.Sesuai lawan dari Kompas buku sang tabib keberadaan katak raksasa itu masih lurus dan kompas ini yang memberitahu jalannya jadi mereka tidak akan tersesat.
Setelah itu, di perjalanan matahari mulai terbenam dan mereka tidak boleh melanjutkan perjalanannya lagi karena ini akan terlalu berbahaya, Ling Ling yang sudah diajarkan kakenya demi bertahan hidup di dunia monster dia mencari sebuah pohon yang cukup besar untuk berlindung.