
PART 31
Srekkk!!!
IHAAA.....!!!
ARGHHHHHHH..
Rey membuat pria yang mengejarnya menjadi kaget karena tiba-tiba datang dan menusukkan sebuah pedang pada tubuhnya, sontak pria yang ada di bawah tersebut terjatuh dengan genangan darah yang mengalir di dalam tubuhnya.
Sudah terdengar rintihan dari seorang pria yang telah mengejarnya, kini masih ada tiga pria lagi yang harus dia urusi.
"Cih, mungkin sudah lama aku pusing karena drama ini tetapi ini sangat menyenangkan bagiku"Rey memasukkan pedangnya lagi Dia terlihat seperti haus akan permainan dunia game ini.
Kemudian pria yang memasuki area hutan karena jalannya yang tidak benar jadi dia turun dari kudanya dan hanya bisa menuntun kudanya untuk mencari keberadaan Rey dan liona.
Pria tersebut memapah kudanya, walaupun begitu di dalam hatinya memiliki rasa takut karena memasuki hutan yang gelap, tetapi mereka tertolong karena dengan cahaya bulan samar-samar bisa melihat ke arah yang lainnya.
Untuk pria dari si penjaga yang mengajarnya, Rey memutuskan untuk mencari beberapa tali rambat yang cukup kuat dan ini digunakan untuk membunuh mereka, ketika Pria si penjaga dengan was-was melangkahkan kaki di sampingnya Rey sudah berdiri dengan seikat tali rambat dari pohon.
Rey seperti orang patung terdiam menunggu mangsanya datang, setelah mangsanya sampai di tempat tujuan dia mulai bergerak mencekik leher si penjaga itu dengan tali rambat dengan sangat kuat, pria si penjaga itu memberontak ingin melepaskan dari cengkraman Rey, namun Rei dari dunia game Dia memiliki kekuatan yang cukup besar karena berumur 24 tahun dibanding dunia nyata yang berumur belasan tahun.
EKKK....EKKK....
__ADS_1
Pria tersebut mulai kewalahan dan menghembuskan napas terakhirnya dan membuatnya tergeletak jatuh meninggal.
"Emmmmmm, tinggal dua bangsa lagi yang harus aku selesaikan"Rey segera mencari kedua si penjaga yang masih berkeliaran di hutan ini.
Namun Liona yang tidak tahan dengan gigitan nyamuk membuat suara dari tepukannya, hal ini memancing si penjaga untuk datang dan menghampirinya sehingga dirinya ketahuan oleh si penjaga tersebut.
"Hey!! mau lari ke mana kamu ayo cepat kita pulang!"Penjaga tersebut menarik lengan Liona secara paksa untuk membawa kembali ke tempat wanita penghibur.
"Tidak!!! Aku tidak mau!"liona sekuat tenaga melepas dari cengkraman lengan si penjaga dan berlari menghindarinya.
Rey sudah mengetahui kalau Liona dalam bahaya jadi dia bergegas untuk menghampirinya, namun dia terlalu ceroboh karena terlalu memperhatikan teriakan dan cerita dari Liona tidak sadar kalau ada penjaga yang lainnya yang memperhatikannya dan membuat dirinya terjebak.
SREKKKK.....
"Awhhh....kauu...."Rey mencoba bangkit, walaupun berada di dunia game ternyata dirinya terluka juga merasakan kesakitan.
Rey mencoba meraih pedang yang ada di belakang punggungnya tetapi penjaga tersebut ingin menerkamnya lagi dan menusuk ke bagian perut Rey,Rey tidak semudah itu dikalahkan dia mulai berguling dan menendang bagian lutut si penjaga yang membuatnya terjatuh.Rey mengambil kesempatan ini mengambil pedangnya untuk membalas perbuatannya, kemudian pedang tersebut mulai diambil, belum saja melawan tiba-tiba si penjaga datang ingin mengenalkan namun karena pedang ini terlalu panjang dan suasana yang gelap membuat si penjaga tertusuk karena kesalahan dirinya.
Pedang yang dimiliki Rey kini mulai berceceran darah dari si penjaga, tetapi badan ini dari sistem permainan jadi membuat darah itu menghilang dalam sekejap.Walau ini adalah keberuntungan baginya Tetapi dia harus ingat dengan Liona yang dikejar dengan si penjaga, liona masih saja dikejar-kejar dalam hutan dengan keadaan suasana gelap.
Liona mulai kewalahan apalagi dia hanya seorang gadis karena jalan yang gelap membuatnya tersungkur dan terjatuh, si penjaga ini melihat situasi yang sangat sepi dan membuat pikirannya menjadi kotor, dia ingin menodai kesucian dari si Liona dan segera membuka pengikat Celana.
"Tidakk!!!! Aku mau lepaskan aku Jangan lakukan itu!!!"Liona setengah mati ingin pergi dari tempat itu namun karena kekuatan si penjaga berbeda dengan si Liona maka siliona hanya bisa pasrah berbaring di atas tanah.
__ADS_1
Untung saja Rey datang tepat waktu dan memukul kepala si penjaga dengan kayu yang membuatnya terluka parah, Rey tidak mengikuti yang ada di film yang di mana membiarkan si penjaga begitu saja, dia justru memukulnya berkali-kali sehingga si penjaga itu tewas seketika.
Kini sikap dari Rey karena telah mengikuti sistem permainan game mulai berubah sedikit demi sedikit dari mana dia pecundang menjadi orang yang cukup pemberani di mana dia yang sangat pemalas tiba-tiba Dia juga menjadi sangat rajin apalagi tekad yang sangat kuat, banyak sekali manfaat dari permainan game ini bagi Rey.
"Ayo"Rey meraih lengan kiri Liona dan membawanya ke tempat kuda yang di mana diikat tadi.
Mereka akhirnya bisa lolos dari kejaran si penjaga itu, Liona walau sudah bebas dari ke jalan sipenjaga tetapi air matanya terus mengalir tidak bisa menahannya, dia masih mengingat kejadian yang ada di dalam hutan tadi jika bukan karena Rey mungkin nyawanya sudah tidak diselamatkan lagi.
"Sudahlah kamu jangan menangis kini kamu sudah aman"Kata Rey yang fokus menunggangi kudanya menuju ke tempat pedesaan kecil yang ada Lui Bao.
"Hiks.....hiks.... a....aku tadi sangat aku sekali aku tidak tahu a....apa yang harus aku lakukan bahkan semuanya menjadi kaku sekali"ucap liona dengan terbata-bata karena dirinya masih menangis.
Rey terus saja menenangkan dirinya untuk tidak menangis lagi dan berjanji akan melindunginya dari orang-orang jahat seperti itu, kini mereka sudah melewati hutan-hutan dan menuju ke perdesaan, dalam satu malam mereka melewati hal-hal yang buruk namun bisa mengatasinya.
Ketika mereka hampir sampai di pedesaan ternyata sudah mulai pagi, matahari mulai terbenang,liona pun merasa masalah karena merasakan sebuah kebebasan yang selama ini dia selalu tertekan.
Dengan kudanya yang membawa seorang gadis yang sangat cantik mereka mengira kalau Liona adalah seorang putri.Dan liona di bawa Rey ke tempat penginapan yang di mana temannya sedang di rawat.
Mereka berdua mulai turun dan memasuki sebuah penginapan tersebut, liona juga setengah takut dan setengah percaya Rey.
"Ouh iya bolehkah aku bertanya kepadamu?"Tanya liona di saat menuju ke kamar penginapan.
Namun Rey memintanya untuk tidak bertanya sekarang karena tidak akan sempat menjawabnya, jadi memutuskan untuk bertanya di kamar saja penginapan saja, Ray mulai menuju ke kamar penginapannya sesuai ingatannya.
__ADS_1
Tapi ketika memasuki kamar penginapan dia sama sekali tidak melihat temannya lui Bao, dia sudah mengeceknya ke tempat yang lain nya , tetapi sama sekali tidak ada hasil jadi menanyakan ke orang yang ada di sekitarnya.