
PART 66
Ya memang benar hal ini sangat sulit dimengerti jika Rey mencoba untuk membunuh monster itu maka tidak ada lagi perlindungan untuk orang-orang yang berada di kota tersebut tetapi juga tidak maka pemimpin akan seenaknya menggunakan kekuasaan tersebut.
"Emm.... bagaimana kalau pemimpin itu bernegosiasi kepada monster supaya tidak memakan manusia?"Kata Zen memberi usulan.
Namun usulan tersebut tentu saja ditolak sudah jelas dari awal mengatakan kalau pemimpin itulah yang salah, dan pemimpin itu yang tidak ingin mengorbankan hewan-hewan untuk makanannya, justru malah mengorbankan manusia-manusia untuk masa tersebut.
Jadiii..... poin utama adalah pemimpin yang salah yang membuat sesuatu dengan sewenang-wenangnya.
"Eh iya, Ya udah kita balik lagi ya ke kota kamu"pinta Rey.
Namun gadis tersebut menggelengkan kepala dan menolaknya kalau dirinya tidak ingin lagi kembali ke kota itu, dia sudah trauma dengan apa yang terjadi dan apa yang pernah dilihat di kota itu.Sauna memintanya untuk tidak datang ke kota itu lagi dan kalau bisa pergi jauh-jauh dari kota tersebut.
Iya memang mereka ingin pergi untuk melanjutkan misinya Tetapi bagaimana mungkin Rey membiarkan orang-orang menderita seperti itu, bahkan dari ceritanya saja sangat mengerikan kalau manusia di sana dijadikan tumbal.
"Sauna , kamu percaya saja sama Rey yakinkan kalau dia bisa mengatasi semuanya dan kamu jangan takut aku juga akan melindungi"Ling Ling mencoba menenangkan sauna dan memintanya untuk menunjukkan jalan ke perkotaan Anema.
"Ta...tapi".
"Sudah, kamu percayakan saja semuanya kepada kami".
__ADS_1
"Baiklah"Sauna akhirnya mengangguk dan menuruti apa yang diinginkan oleh Rey.
Setelah bercerita dengan waktu yang cukup lama di dekat sungai akhirnya mereka akan melanjutkan perjalanannya lagi menuju ke sebuah perkotaan.Dan kota anime adalah kota yang sangat mengerikan bahkan ketika memasuki perkotaan sana banyak penjaga yang melindunginya.
Mereka berempat mulai berjalan menuju ke perkotaan itu, dan waktu sudah berjalan dengan cukup baik hingga tiba mereka berada di sebuah perkotaan.
"Ehh... tunggu dulu kalian jangan asal masuk karena di sana ada penjaganya jika tidak kamu akan ditangkap"Kata sauna memintanya untuk berhenti dan memikirkan cara agar bisa memasuki perkotaan itu.
"Lahh....kalau nggak bisa masuk lewat gerbang depan terus kita harus lewat mana? dan ngomong-ngomong keberadaan monster itu ada di mana Jangan sampai nanti kita ketemu"Kata Ling Ling yang menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pepohonan agar tidak ketahuan oleh para penjaga.
"Nah soal masuk aku sudah tahu karena aku sudah berada lama di kota itu tetapi kalau soal monster dia bisa saja berkeliling di area luar, karena monster itu bertugas untuk melindungi kota ini.Tapi monster itu juga kadang hanya diam saja untuk beristirahat jika tidak ada monster lain yang menyerangnya"ucap Sauna yang bersiap-siap memasuki Jalan tertentu agar tidak diketahui oleh para penjaga dan yang lainnya.
Mereka bertiga akhirnya hanya bisa mengikuti sauna menuju ke jalan yang tidak diketahui oleh orang-orang tertentu.
"Nah, ini adalah tempat keluar masuk dari kota keluar dan hanya aku dan teman-temanku yang tahu tempat ini"kata sauna yang membuka sebuah batako batako yang mudah dilepaskan dan ketika batako ini dilepaskan terbentuklah sebuah lubang yang di mana mereka bisa masuk ke dalam tanpa diketahui oleh orang lain.
Batako tersebut kini sudah bisa dilubangi dan mereka berempat mulai masuk secara bergantian, setelah mereka masuk akhirnya batako batako yang menutup dinding itu dipasang kembali seperti semula seperti tidak ada yang terjadi.
"Ouhh iya, setelah ini mau ke mana emangnya kita mau langsung ke tempat pemimpin dulu?"Tanya Ling Ling pada Rey.
"Emmm... Ya jangan dong kita harus buat rencana dulu ya kali kita langsung nyerang pemimpin secara tiba-tiba, memang bisa sih tapi kan nanti yang ada masyarakatnya yang kena sama saja kan, pokoknya kita buat rencana terlebih dahulu setelah itu barulah kita menyerang pemimpin sama Mosnter itu"ucap Rey menjawabnya.
__ADS_1
Jadi mereka berempat untuk membuat rencana yang matang akhirnya melangkahkan kaki seperti orang biasa dan memasuki area kerumunan, dan ternyata tempat itu juga ramai seperti orang-orang yang ada di tempat yang lainnya bahkan ada tokoh-tokoh yang memperjualbelikan barang-barang.Mereka di sana harus bersikap biasa seolah-olah mereka adalah orang-orang yang berada di kota itu.
Untuk hal ini sangatlah mudah sekali dan mereka bisa berbaur dengan yang lainnya, ketika sudah memasuki kerumunan kerumunan mereka berempat akhirnya pergi ke rumah sauna untuk membuat perencanaan.
Dan rumah saura ternyata terletak di bagian tengah-tengah perkotaan, dan rumah yang dia pakai tidak semewah yang mereka pikirkan karena dia hanya tinggal sendirian dan kini juga sudah menjadi pembantu di tempat sang pemimpin.
"Ini, Maaf ya walau rumahnya kecil tapi bisa kok untuk kita tinggal, lagian di sini sudah lama nggak aku tempatin"Sauna mengundang ketiga orang tersebut untuk masuk ke dalam rumah itu dengan sangat sopan.
"Iya gpp kok"Kata Ling Ling.
Ling Ling ,Zen dan Rey akhirnya masuk ke dalam rumah yang kecil itu tetapi ketika tiba di dalam rumah itu sama sekali tidak menemukan barang apapun atau makanan apapun.
"Eh.... Rey karena kita sudah ada di kota kenapa kita tidak beli makanan Aku sudah lapar banget ini"Ling Ling membuat senyuman yang sangat lebar sekali untuk memikat Rey.
"Ling, Kamu lapar ya Ya udah biar aku yang pergi ke pasar, kalian tinggal di sini saja dulu biar aku pergi ke pasar untuk membeli makanan "Zen menawarkan dirinya untuk pergi ke pasar membeli makanan dan uang untuk membelinya adalah sebuah emas pemberian dari ayahnya.
Rey sebenarnya ingin ikut dengan Zen, tetapi Zen mengatakan kalau dia akan baik-baik saja dan tidak akan membuat keributan di kota ini dia hanya bertugas untuk membeli makanan setelah itu pulang kembali.
Karena perkataannya yang sangat meyakinkan akhirnya Rai mempersilakannya untuk pergi ke luar membeli makanan, dan Rey dengan ling ling untuk membuat perencanaan.
Rey duduk di sebuah papan yang terpalang, dia langsung membahas dengan tujuannya untuk melawan pemimpin.
__ADS_1
"Jadi? Apakah kita harus membunuh pemimpin di sini di saat malam hari agar mereka tidak ada yang tahu?"Kata Rey.
"Yahh.... kalau malam sih sebenarnya penjaga di sini lumayan, oh iya kalau nggak salah besok akan ada perayaan yang sangat besar sekali di sini, gimana kalau kita nyusup ke dalam sana dan kita buat rencana untuk membunuh pemimpin itu"Kata sauna yang baru ingat dengan perencanaan perayaan yang akan terjadi esok hari.