
PART 65
Zen kata hidup dan memintanya untuk segera melepaskan gadis yang ingin dilecehkan.
"Cih, ternyata masih ada orang lain selain kita Apakah dia tidak tahu siapa kita?"seorang pria yang berambut ikal itu sangat berani dan menentang Zen.
"Wahhh.... dia hanya sendirian saja udah lawan aja jangan sampai dia menghentikan tujuan kita"Ujar seorang pria yang memegang lengan gadis tersebut.
Di saat rambut yang dari kali itu mengambil senjatanya tiba-tiba ling ling datang dan berkata.
"Tidak! kami tidak sendirian kami tetap bertiga sama dengan kalian!"kata ling ling yang tiba-tiba muncul dari belakang persembunyiannya.
Mereka bertiga langsung terkejut dan tersenyum puas.
"Hahahah, ternyata ada gadis lain lagi, aku rasa kita akan berpesta sekarang Cepat tanggap gadis itu!"pria yang masih memegang lengan gadis itu langsung memerintah kepada kedua temannya.
Zen tentu saja langsung melarangnya dan membantah kalau Ling Ling adalah calon istrinya.
"Hah, baguslah kalau dia memang calon istrimu maka kau akan melihatnya bagaimana calon istrimu ini akan kami puaskan!"dengan senyuman yang sangat jahat pria tersebut mendekati Ling Ling.
Zen kemudian mengarahkan pedang tersebut ke arah mereka bertiga namun ternyata mereka bertiga sama sekali tidak takut dengan pedang seperti itu.
"Kayak anak kecil saja minum Padang kau hanya sendirian sudah jelas kau akan kalah!"ucap seorang pria yang tiba-tiba mengambil pedangnya dengan begitu cepat dan membuat pedang yang dipegang oleh Zen terpental cukup jauh.
__ADS_1
Jelas saja di saat pedangnya itu terpental dengan jauh mereka semua langsung tertawa dan mengatakan kalau Zen adalah pria yang lama sama sekali tidak bisa bertarung.
"Pedangku! "Zen ingin mengambil pedang tersebut namun dihentikan oleh pria yang ada di depannya.
Ling Ling akhirnya maju ke depan dan mengeluarkan pedang yang telah disimpan, dia juga bukan wanita lemah dan sudah pandai berkelahi.
"Kalian! Jangan pernah meremehkan diriku! cepat lepaskan wanita itu jika tidak kalian semua akan menyesal"Ling Ling dengan sangat tegas mengarahkan pedangnya ke arah mereka, namun bukannya mereka nurut mereka hanya tertawa melihat ketegasan seorang wanita.
"Ulululu, ternyata kamu cantik juga ya kalau lagi marah, Aku sangat suka jika wanita seperti ini biarkan aku yang menanganinya"pria yang memegang gadis compang-camping itu segera berdiri dan beraksi untuk mendekati.
"Tidak! jika kau ingin mendekati dia maka langkahnya dulu mayatku!"Zen langsung ke depan dan menghalangi ketiga pria tersebut agar tidak mendekati dinding.
Pria tersebut akhirnya mengayunkan pedangnya untuk melawan Zen, tetapi karena Zen sama sekali tidak ada Padang jadi Ling Ling ada di belakang langsung ke depan dan menangkis ayunan dari pedang itu.Dengan sangat berani lingling membuat senyumannya, dan dia sama sekali tidak takut.
"Hyaaaa!".
"Diam! jika tidak nyawamu akan melayang"Ling Ling mengarahkan pedang itu ke leher pria yang ada di depannya.
"Wah, ternyata kamu gadis yang sangat pemberani, namun sayangnya aku sama sekali tidak takut kepadamu"ucap seorang pria yang ditodongkan pedang tersebut dan tiba-tiba pria tersebut mengambil pisau yang ada di belakang sakunya dan membuat pedang tersebut tidak jadi mengarah kepadanya.
Karena pedang Ling Ling bergeser ke arah kiri akhirnya pria yang ada di depannya memiliki kesempatan untuk menangkap ling-ling.
Pria tersebut tersenyum puas ketika merangkul tubuh ling-ling dan memegangnya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Yahh, mau bagaimanapun juga Kamu adalah seorang wanita tidak bisa mengalahkan pria"ucap pria tersebut sambil memegang ling ling dengan sangat kuat, bahkan pria tersebut karena tidak sabar mulai mengendus-ngendus ke arah bagian leher ling-ling yang membuat Zen membenci dengan hal ini.
"Kau! berani-beraninya kau menyentuh calon istriku!"Zen sangat tidak terima dan akhirnya dia tanpa berpikir panjang langsung ke depan ingin menyerang namun sayangnya dia sama sekali tidak membawa senjata, di saat Zen berlari ke depan pria yang ada di sampingnya ingin mengeluarkan pedangnya untuk menebas tubuh zen, tetapi Zen sangat beruntung karena disaat pria yang ada di sampingnya mengayunkan pedangnya ke atas tiba-tiba sebuah gundukan tanah menghalanginya dan pedang tersebut tertancap ke arah tanah.
Srettttttt......
Zen langsung menghentikan langkahnya dia mulai sadar kalau dirinya sedang dalam bahaya, dan dia sangat beruntung karena tanah tersebut melindungi dirinya dari tebasan pria.
"Sial, kenapa tiba-tiba ada tanah yang seperti ini"ucap seseorang yang berambut ikal tersebut karena pedangnya tertancap.
Akhirnya Rey baru datang dari belakang dan tidak ingin melihat hal ini terjadi, Rey dengan sangat sopan sekali meminta mereka untuk melepaskan gadis yang compang-camping itu dan juga Ling Ling, tetapi bagaimanapun juga Rey sudah sangat berusaha dengan sangat sopan sekali tetapi mereka tidak menghiraukannya.
"Duh, ternyata ada yang lain juga ya tapi nggak apa-apa deh kami sama sekali tidak akan takut, oke silakan maju"pria yang sudah melepaskan gadis itu akhirnya maju ke depan dan akan bertarung dengan Rey.
Tapi Rey dari tadi sudah memintanya untuk berbicara dengan baik-baik, tetapi mereka sama sekali tidak mendengarkannya, Rey sekarang juga sudah memiliki 4 elemen atau empat kekuatan yang ada di seluruh tubuhnya.
Dan Karena dia sudah sering memakainya jadi dia sudah terbiasa bahkan dengan pemikiran seperti biasa dia bisa menggunakan Kekuatan tersebut.
"Ouh iya, untuk kamu tolong lepaskan ling ling jika tidak kamu akan menyesal"Rey masih saja mengatakan dengan nada yang sangat rendah sekali
"Hah? kamu ingin aku melepaskan gadis yang sangat cantik ini?"pria yang memegang ling-ling mencoba untuk menggodanya dan dia mulai menciumi leher Ling Ling, dan Ling ling yang berada di posisi itu akhirnya menginjak kaki si pria yang memegangnya dan ling-ling pun terhindar dari mereka.
"Oke, karena kalian tidak ingin mendengarkanku maka siap-siap saja"Kata Rey.
__ADS_1
"Berisik! Jangan banyak omong ayo cepat habis dia jangan sampai mereka lolos!"akhirnya pria yang bertiga tersebut melakukan penyerangan secara bersama-sama karena sudah merasa kesal, tetapi percuma saja jika mereka melawannya karena bukanlah tandingan Rey, dan Rey sama sekali tidak perlu mengeluarkan pedang saktinya dia hanya dengan konsentrasi membuat pria tersebut dalam jebakan tanah.
Ketiga pria tersebut yang sudah bersiap-siap ingin menyerangnya tiba-tiba terdiam karena kakinya sudah menyatu dengan tanah.