Game World With System

Game World With System
Part 92 : Pertemuan


__ADS_3

PART 92


"Jadi??? kami harus memanggilmu dengan sebutan apa?"seorang karyawan wanita yang berada di sudut ruangan bertanya dan mengacungkan tangannya dengan sopan.


"Ouh iya,untuk panggilan saya,Emm....anu,apa Bu?".


"Lah,kamu ini ya,Tuan Muda Rey aja?mau?"sang Ibu memberi saran kepada Rey.


Saran yang telah diberikan oleh ibunya langsung disetujui dan semua orang yang berada di perusahaan tersebut harus memanggilnya dengan sebutan tuan muda.


PROK...PROKK...PROK....


Semua langsung bertepuk tangan dengan sangat meriah lagi, mereka menyambut kedatangan rey dengan sangat baik.


"Ouh iya, ini kenapa polos? Jika kalian ingin tempat kerja kalian bagus, silakan Kalian bawa barang apa saja atau apapun itu untuk membuat hiasan, agar ketika kalian bekerja tidak bosan,"Kata Rey sambil berjalan di antara sisi ruang dan meja para karyawan.


Sang sekretaris memberitahu pada Rey apakah para karyawan harus berkenalan atau memberitahu informasi mereka masing-masing kepada Rey?.


Tapi rey tidak ingin menjadi ribet ataupun apalagi, jadi dia hanya memintanya untuk bekerja saya soal nama maka saya akan mengetahuinya dari papan nama kecil yang ada di baju.


"Ny.Slavina? oh iya saya memberi tanggung jawab yang sangat besar kepada kamu karena aku masih kecil perlu bantuan dirimu dan juga soal gajimu saya akan mengajinya dua kali lipat dari sebelumnya,"ucap Rey.


"Hah?serius?".

__ADS_1


"Iya, Yang penting kamu jujur dan menjelaskan semuanya, Jika kamu mengaturnya dengan rapi maka aku juga akan menggajimu lebih banyak lagi,"kata Rey yang membuat sekretaris itu senang sekali mendapat gaji dua kali lipat dari gaji sebelumnya.


"Terimakasih, terima kasih banyak tuan muda,"betapa senangnya sekretaris itu sehingga dirinya terus menunduk mengatakan rasa terima kasih.


Ibunya diam-diam merasa terharu dari belakang dia menghapus air matanya yang mulai menetes, sang Ibu tidak tahu kalau anaknya begitu baik dan membuat orang-orang di perusahaan ini merasa senang juga.


"Eh, satu hal lagi kalau ada yang bekerja sama tolong kasih tahu semuanya kepada saya ataupun mengenai Apa itu tolong beritahu saya,oke?"Rey masih bersama sekretaris itu melangkah untuk melihat seisi perusahaan.


"Baik".


Kini Rey dengan cepat menjadi pemilik perusahaan itu dan membayarnya secara langsung, Dan inilah adalah perusahaan yang terbesar dan ternama di kota itu sehingga banyak sekali perusahaan kecil yang ingin bekerja sama dengan dirinya termasuk mantan ayahnya Rey.


"Ayah, aku akan membuat dirimu menyesal,"gumamnya di dalam hati menandakan dia sangat membenci ayahnya.


Setelah mendapatkan penjelasan dari perusahaan itu dan juga semuanya akhirnya dia meminta sekretaris untuk orang terlebih dahulu, karena Rey masih muda dia juga harus belajar lebih banyak lagi,dan di saat sudah malam dia akan pulang.


Rey karena terlalu buru-buru untuk datang ke perusahaan itu dia hanya bisa memarkirkan motornya di depan perusahaan bukan di ruang basement, karyawan-karyawan lainnya menaruh mobil bakar motornya di basemen agar aman.


"Apa?"Rey baru saja keluar dari perusahaan itu melihat satpam yang berdiri.


"I...iya, selamat sore tuan muda,"ucap satpam itu yang sudah mengetahui identitasnya sekarang di perusahaan itu.


"Ouh iya pak, karena bapak sudah menjaga tempat ini lebih baik saya akan menggaji bahwa 2 kali lipat dari sebelumnya, itung-itung ini juga adalah sedekah dari saya semoga perasaan ini semakin lancar dan semakin maju,"kata Rey.

__ADS_1


Jelas saja setelah mendengar hal ini satpam itu langsung menundukkan rasa terima kasihnya kepada Rey, satpam itu juga merasa amat senang.


Ibunya yang yang terus menemaninya dari tadi langsung memeluk anaknya dengan erat dia langsung mengucapkan rasa terima kasih yang begitu banyak.


"Nak, gini Aku sangat bangga kepada dirimu, sungguh sangat beruntung sekali dirimu nak,"ucap sang Ibu memeluknya dengan erat, sang ibu selalu mendukungnya dari kecil walau Rey dibilang yang lainnya adalah anak bodoh dan tidak berpendidikan, bahkan dulu dia juga tidak memiliki teman karena sering dibully dan caci maki karena bodoh dan sering bermain game.


Tapi takdir berkata lain walaupun dia orang yang bodoh dan miskin tetapi dengan bantuan sistem diyakini menjadi orang kaya raya, hidupnya kini tidak perlu bersusah payah lagi setelah mendapatkan sistem dunia game.


Atas bantuan dari game tersebut dia bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik bahkan bisa membalikkan keadaan yang ada di sekitarnya, dia ingin membuktikan kepada yang lainnya kalau dia bisa lebih maju dari yang dikatakan oleh mereka.


Banyak sekali mengatakan kalau Rey tidak akan menjadi orang yang sukses karena dia hobinya selalu bermain game, sebenarnya itu adalah kata-kata yang terngiang-ngiang di telinga Rey dan dia tidak bisa menutupinya dari dulu, walaupun begitu dia selalu bermain game dan mencoba menenangkan dirinya agar tidak mengingat apa yang dikatakan oleh orang lain.


Sebenarnya alasan Rey bermain game adalah karena perceraian ibunya bersama suaminya, Dia jarang sekali mendapatkan kasih sayang dari suaminya sang ibu atau ayahnya sehingga dia selalu bermain game dan lupa waktu.


Mereka kini dalam beberapa hari saja sudah menjadi orang milyader, hanya karena sebuah sistem game yang membantunya.


"Nak, ibu ada urusan sebentar, kamu kalau mau pulang duluan saja ya,"kata Sang Ibu setelah memeriksa handphonenya yang mendapatkan pesan dari orang lain.


"Lah kita kan mau pulang kalau ibu ada perlu sesuatu biar Rey antar aja, emangnya ada keperluan apa Bu?"Tanya Rey yang sudah di depan motornya.


"Itu, Ibu baru ingat hari ini ada perkumpulan teman-teman ibu dan mereka semua ikut arisan, dan kali ini mereka juga membuat arisan perbulannya 5 juta sih, tapi ibu gak mampu jadi selalu tidak menghadirinya, tapi kali ini mereka memaksa ibu untuk datang ke sana dan sekarang lagi ditunggu,"kata sang ibu dengan keadaan gelisah.


Tentu ini bukanlah hal yang baik jadi Rey berinisiatif untuk mengantar ibunya ke tempat ibu-ibu yang akan melakukan pertemuan dan juga arisan.

__ADS_1


"Dah Ibu jangan khawatir lagi sekarang ayo naik motor,"Rey sudah bersiap dan naik di atas motor.


Sang ibu mulai naik motor itu dengan gaya menyamping dan Rapi, kini tujuan mereka adalah sebuah cafe yang sudah di pesan oleh teman-teman sang ibu.


__ADS_2