
PART 90
Di saat mendengar informasi dan berita tentang mantan suaminya di televisi sang ibu tiba-tiba bangun dari pingsannya.
"Lah, Ibu udah siuman kapan?"Rey pun terheran-heran melihat ibunya yang mendadak bangun.
"Nak lihat ayahmu kurang ajar banget!".
"Bu, barusan Ibu pingsan kenapa pas bangun langsung marah-marah kayak gini, sudah Bu nggak apa-apa biarkan saja lagian kita sekarang udah memiliki uang dan tidak perlu bantuan dari ayah lagi,"kata Rey duduk di sebelah ibunya .
Sang ibu baru saja marah-marah di saat mendengar nama mantan suaminya tetapi kini dia tiba-tiba terdiam lagi dan bertanya kepada Rey Apakah dia benar-benar mendapatkan uang senilai 50 miliar?.
"Nak Rey, benar yang tadi ibu lihat itu 50 miliar?".
"Iya Bu".
"Hah!! "sang Ibu ingin pingsan lagi namun terhentikan karena dia sangat penasaran dengan uang itu.
Rey memberikan cek yang senilai 50 miliar itu kepada ibunya, dan tidak menyangka ibunya langsung tolong nganga melihat nominal yang begitu besar.
"Bagus, kamu juga bisa kaya tanpa bantuan dari ayahmu, sekarang kamu lebih kaya dari ayahmu buktikan kalau kamu bisa!"Ucap sang ibu dengan tekadnya yang ingin membalaskan dendamnya kepada sang ayah yang sudah menghianatinya.
Rey kemudian mengambil laptop yang ada di kamarnya dan dia bergegas turun ke bawah untuk mencari informasi tentang ayahnya, di saat itu dia mulai mengambil sebuah colokan listrik dan menghidupkan laptop agar tidak mati, setelah menghidupkan laptop dia dengan perlahan mengetik sesuatu tentang nama ayahnya yang sudah terkenal itu.
Di dalam informasi ternyata nama ayahnya sudah tersebar sangat luas yang dinamakan Dia adalah orang terkaya yang memiliki perusahaan.
__ADS_1
"Wah wah, andai saja dulu aku masih sama ayah pasti aku sudah menjadi anak orang kaya raya,"kata Rey sambil mengandai-andaikan semuanya.
"Hey nak, sudahlah kamu jangan bermimpi dia saja sudah pergi, kamu harus semangat walau tidak ada dukungan dari ayahmu ya,"sang Ibu langsung memeluk Rey dengan begitu erat.
Di saat itu juga muncul lah informasi tentang ayahnya yang bernama Xiao Deng,dia adalah pria yang berumur 35 tahun yang memiliki anak berumur 20 tahun lebih tua dari Rey, yang di mana ternyata anak itu adalah anak tirinya.
Dan Fheng adalah anaknya yang berumur 20 tahun dia juga sudah lulus kuliah dari beberapa tahun yang lalu, oleh karena itu karena ayahnya adalah pengusaha yang besar maka pengusaha itu akan diturunkan dan diwariskan kepada anaknya.
Juga dari informasi tersebut dituliskan kalau ternyata mereka akan berusaha melakukan perjanjian pada perusahaan lain, lain katanya Mereka akan melakukan kerjasama dengan perusahaan yang besar yang di mana perusahaan itu adalah perusahaan Grup Xin.
Grup Xin adalah perusahaan yang sangat besar sekali bahkan orang-orang tidak mampu bekerja sama dengan dirinya, banyak perusahaan-perusahaan yang ingin bekerja sama dengan grup tersebut karena sangat berkualitas dan juga di sana bekerja atau karyawan mendapatkan gaji yang cukup tinggi dari perusahaan yang lainnya.
"Wah.... Ibu kayaknya aku punya ide nih,"ucap Rey mendapatkan sebuah ide setelah mengetahui informasi ini.
Dan dari informasi tersebut ternyata grup Xin akan dijual tetapi tidak ada orang yang ingin membelinya karena pemilik perusahaan itu hanyalah seorang kakek yang cukup tua dan dia tidak memiliki pewaris sama sekali maka dari itu dia ingin menjualnya.
Tett...tet....tet....
"Iya halo, selamat sore kami dari perusahaan Xin Apa ada yang perlu kami bantu?"jawaban dari seorang wanita yang ternyata itu adalah sekretarisnya.
"Iya saya ada perlu bisakah saya berbicara dengan pemimpin Anda atau direktur anda?"Kata Rey di dalam telepon.
"Maaf, direktur kami sangat sibuk jadi lain kali saja jika ingin berbicara dengannya karena jadwal direktur kami sekarang sudah full,"ucap sekretaris itu menjawabnya dengan lembut dan tata krama.
"Anu,...aduh.... bilang sama direktur Aku ingin membeli perusahaanmu itu," kata Rey langsung berbicara intinya kepada sekretaris itu.
__ADS_1
"Yah, Apakah kamu tidak percaya kamu tidak tahu kalau perusahaan kami membuat nominal yang cukup besar dalam harganya?"jawab sang sekretaris yang cukup kaget karena mendengar suara dari Rey seperti seorang anak muda biasa.
"Tidak, Aku memang ingin membeli perusahaanmu itu, kalau tidak percaya aku kirim alamatku atau aku ke kantormu untuk berbicara langsung kepada direktur sekaligus aku akan langsung membayarnya,"ucap Rey terlihat dengan serius kepada sekretaris perusahaan itu.
Rey ternyata cukup jenius juga untuk membalaskan dendam ibunya yang dulu telah dikhianati dan ditinggalkan oleh ayahnya dia kini akan membalaskan dendamnya, Karena perusahaan milik mantan ayahnya akan bekerja sama dengan grup Xin maka Rey dengan cepat langsung meminta pemilik perusahaan itu untuk menjual kepadanya.
"Bu, Rey pamit dulu ya soalnya ada urusan penting lagian ini juga demi Ibu, pokoknya mohon doanya aja ya Ibu," Rey segera mengambil tasnya dan dia juga mengambil cek tersebut untuk dimasukkan ke dalam kartunya dia akan bersiap-siap membeli perusahaan tersebut.
Sang ibu ingin ikut dengannya karena sang Ibu mengetahui rencana dari Rey , sang Ibu sangat bangga sekali kepada Rey karena telah mau membalaskan rasa sakit yang dialami oleh ibunya.
Rey menggunakan motor kecilnya untuk menuju ke perusahaan tersebut di saat itu juga karena dia tidak ingin berlangsung lama, dia membonceng ibunya dari belakang dan menggas dengan begitu cepat hingga akhirnya dalam beberapa waktu dia sudah sampai di depan perusahaan yang akan dibeli tersebut.
Kikkkkkkkk......
Dengan motor kecilnya dia langsung menyalibkan di samping mobil, dia setelah menelpon sekretarisnya langsung bergegas ke perusahaan tersebut untuk berbicara mengenai tentang perusahaannya.
Tap...tapp...tapp....
Satpam sudah menunggu di depan perusahaan yang selalu menjaganya dengan tertib, ketika rey dan ibunya datang tentu saja dia ditanya terlebih dahulu Apa tujuannya datang ke sini.
"Itu pak, kami datang ke sini karena ingin berbicara dengan pemilik perusahaan ini,"ucap Rey.
Satpam yang melihat tubuh Rey yang masih muda sama sekali tidak percaya kalau dia akan berbicara dan mengobrol dengan pemilik perusahaan,yang jelas-jelas hanya orang penting saja yang akan berbicara dengan dia.
"Maaf, tetapi pemilik perusahaan kami sedang sibuk jadi tidak bisa bertemu dengan Anda,"satpam tersebut juga malah membohonginya karena merasa kalau Rey hanya berpura-pura saja dan membuang-buang waktu.
__ADS_1
"Heh pak, anak saya ini mau beli perusahaan ini jadi jangan macam-macam ya, dia datang ke sini karena ingin berbicara dengan pamali perusahaan lagian dia sudah berbicara dengan sekretarisnya,"sang Ibu menyela pembicaraan karena kesal di halangi.