
PART 95
"Sekertaris? serius dia adalah sekretaris dari grup Xin?"Bobby sontak langsung mencari informasi tersebut di handphone miliknya Dan Dia sungguh terkejut, ternyata wanita itu benar-benar sekretarisnya Dan ternyata rey adalah pemimpin baru dari perusahaan itu.
"Gimana? masih berani mengejek kami lagi? kalau kalian mau mengejek silakannya jelas saya sama sekali tidak terhina,"Kata Rey yang membuat semua orang menjadi terdiam.
Ibu Bobby seketika mengubah wajahnya yang kejam menjadi lembut dia langsung mendekati ibunya rey, ibunya langsung berkata.
"Eh Sesy ini kn adalah teman saya di waktu kecil dan kali ini kita ada pertemuan bersama, Saya tidak tahu kalau kalian adalah pemilik perusahaan itu tolong jangan blokir nama anak saya biar bisa bekerja di perusahaan itu ya,"ucapnya dengan manis sekali di depan ibunya Rey agar Rey tidak memblokir nama anaknya.
"Maaf, kamu bilang kita bukanlah teman dan lagian yang berhak atas barusan itu adalah anak saya maka semuanya yang mengurusnya adalah anak saya saya tidak ikut campur,"Dengan seperti ini ibunya Rey melepas tangan ibunya Bobby yang menyentuh pundak di sampingnya.
Rey bangun dan mengatakan kepada semua orang kalau mereka tidak boleh saling menghina dan mengejek satu sama lain, Jika kalian ingin pamer maka Pamela di depan orang kaya raya jangan pamer di tempat yang seperti ini, dan jika kalian memang sahabat maka orang yang mengalami kesusahan harus dibantu jangan dipermalukan seperti ini.
Dan tidak lupa lagi kata-kata dari Rey kepada semua orang yang berada di pertemuan itu, tidak sekolah belum tentu dia tidak memiliki tata krama dan juga belum tentu orang yang tidak berpendidikan tidak akan sukses.
"Ya satu hal lagi makanan ini akan saya traktir," Rey langsung membayar makanan di pertemuan itu dengan cukup banyak dan meminta ibunya untuk tidak bertemu dengan mereka lagi karena menganggapnya sudah tidak selevel.
Bobby menghentikan mereka semua dan meminta maaf secara langsung, Bobby juga mengatakan untuk tidak memblokir namanya Karena perusahaan itu adalah impian dia untuk bekerja.
"Maaf, sifatmu seperti ini bagaimana nanti ketika kamu mengurus pekerjaan di perusahaan saya? Kamu adalah anak buah dan aku adalah pemilik perusahaan? begitu saja kamu sudah berani dengan saya,"Rey tidak menoleh ke belakang lagi dan pergi meninggalkan mereka semua dalam keadaan panik.
Bobby seketika menjadi lemah karena perusahaan impiannya tiba-tiba langsung menolaknya padahal belum melamar, dan perusahaan-perusahaan lain yang bekerjasama dengan Grup Xin kecuali tidak boleh menerima Bobby untuk menjadi karyawannya.
Terlihat wajah yang begitu puas dari Rey karena ini baru pertama kalinya Dia merasakan kemenangan dari orang lain yang telah merendahkan dirinya.
__ADS_1
"Bu, Ibu lihat kan gimana ekspresi dia tadi?"Rey terlihat senang sekali.
"Tuan muda Rey, Apakah anda baik-baik saja dari tadi? Maaf jika saya datang terlambat sehingga membuat anda kecewa,"ucap sekretaris itu meminta maaf karena tidak tahu apa yang telah terjadi.
"Gak,gpp kok lagian sengaja sih dari tadi, oh iya karena urusannya sudah selesai kamu boleh pulang kok".
"Baik".
.
.
.
"Hoammm.... rasanya ngantuk banget dari tadi udah nyelesain beberapa masalah, Ibu aku pengen istirahat dulu capek nih, sudah bermain game sulit sekarang di dunia makin sulit,"Rey masih saja mau ngomel ketika menaiki sebuah anak tangga menuju ke dalam kamarnya.
Rey sudah sampai di dalam kamarnya dia akhirnya merebahkan diri untuk beristirahat sejenak, melihat kamarnya yang begitu luas dan juga sangat rapi bahkan banyak sekali barang-barang yang berharga di tempat ini, Rey sungguh senang sekali seperti dia berada di dalam mimpi.
Lalu handphone miliknya berbunyi tiba-tiba mendapat pesan dari temannya atau sahabatnya Dao.
"Rey? Apa kabarmu,Apa kamu sudah menepati rumah?"pesan dari Dao.
"Ya, aku sudah menempatinya sangat nyaman sekali".
"Baguslah".
__ADS_1
Mereka berdua langsung membalas pesan satu sama lain,Rey meminta sahabatnya untuk datang ke rumah barunya dan menginap bersamanya karena di rumah yang sebesar ini hanya dia dan ibunya yang tinggal.
"Duh kalau aku tidur di rumahmu emang nggak apa-apa? lagian kamu kan sekarang udah menjadi orang kaya raya,"kata Dao kini juga merasa tidak enak.
"Ishh.... ngapain kamu tidak enak lagian kamu itu adalah sahabatku yang selalu menemaniku, ini juga kan karena berkat dari game yang diberikan oleh kamu, intinya semua ini berkat dirimu lah,"Rey membuat sahabatnya agar tidak merasa tersinggung.
"Baiklah, aku akan ke rumahmu tolong kirim alamatnya dan kita akan menginap bersama," Dao menyetujui pesannya untuk menginap di rumah Ray.
Rey mengangkat lengannya dan mengatakan Yes, hari ini dia tidak perlu bekerja atau bersusah payah lagi, tidak ada lagi ejekan dari orang lain tidak ada lagi perintah-perintah dari orang lain hanya perlu bersantai di dalam rumah,Uang sudah banyak di kartunya Dan juga jika kehabisan uang dia bisa memainkan game lagi, dan ketika dia bosan dia juga bisa memainkan game lagi.
"Wahh...Bu.....!! Dao malam ini mau nginep di rumah nggak apa-apa? kami mau bergadang semalaman mau nonton film horor,"Rey berteriak di dalam kamarnya agar ibu mendengar perkataannya.
"Ya! kamu ajak saja temanmu itu ke sini biar kamu tidak sendirian,"sahur sang ibu yang ternyata sudah memiliki kamar dan menatanya.
Rey sangat bersemangat sekali dia mengambil handphonenya dan tidak perlu lagi membeli makanan keluar dan capek-capek lagi, dia hanya memilih makanan yang enak dan juga film yang sangat berkualitas bagus, dia hanya perlu memesan dari handphonenya dan biar mereka sendiri yang mengirimnya ke rumah Rey.
Handphone yang sudah dia gunakan dia letakkan di sampingnya dia meraba lagi di atas ranjang yang empuk.
"Wahh... ternyata seperti ini rasanya menjadi orang kaya, pantas saja mereka ingin menjadi orang kaya ternyata enak sekali,"gumam rey di dalam hatinya.
Dao langsung meminta izin kepada orang tuanya untuk menginap di rumah Rey, tetapi orang tua melarangnya karena dia tahu kalau rey itu adalah orang miskin,jika dao menginap di rumahnya makanya akan menambahkan beban saja.
"Yah, rumah dia sekarang udah beda nggak seperti apa yang ayah dan ibu pikirkan, kalau tidak percaya nanti aku kasih tahu deh rumah dia pokoknya sekarang Dao mau pamit dulu sebelum malam," Dao belum menjelaskan semuanya dia langsung berpamitan pergi menggunakan motor miliknya dan bergegas menuju ke rumah Rey.
Rey didatangi oleh pengantar makanan dan juga yang lainnya, setelah barang-barangnya siap dia sudah berada di depan televisi yang besar.
__ADS_1