Game World With System

Game World With System
Part 84 : Semua selamat


__ADS_3

PART 84


Ling Ling yang menggunakan tongkat untuk menghajar para monster kini dia tidak menggunakannya lagi sehingga monster abadi tidak merasakan kesakitan, tetapi Rey sudah mengetahui kelemahan yang ada pada masa abadi dia langsung berlari menuju ke sebuah lembah gua di air terjun tersebut.


"Sial! jangan sampai dia mengetahui kelemahanku,"ucap monster abadi sambil berdiri dan mengejar Rey.


Rey dengan kekuatannya akhirnya dia sudah sampai di depan air terjun dan memasukinya dengan sangat cepat, ketika memasuki gua tersebut ternyata terjadi peperangan antara monster lainnya bersama Zen.


"Rey? Apakah kamu berhasil mengalahkan monster itu?"Tanya Zen yang masih sibuk melawan monster yang lainnya.


"Belum, Aku sedang mencari sesuatu,"kata Rey bergegas memasuki gua tersebut dan melihat ke arah yang lainnya untuk menemukan sebuah kelemahan milik monster abadi.


"Lah, lalu apa yang kau lakukan datang kemari?"Tanya lagi .


Tapi kali ini untuk tidak memakan waktu yang banyak karena Rey tidak menjawab pertanyaan dari Zen , dia terus mencari seisi tempat untuk melihat sesuatu yang mencurigakan atau kelemahan dari masa abadi.


Di saat Rey sedang mencari kelemahan itu tiba-tiba monster abadi muncul dari belakang dan berteriak mengenai sebuah tongkat.


"Jangan sentuh tongkatku!".


Ya, ternyata kelemahannya berada di sebuah tongkat dan akhirnya mengetahui kelemahan dari monster abadi itu, tentu saja Ini adalah kesempatan yang sangat langka dia mulai mencari tongkat keberadaan itu.


Mosnter langsung mengejar Rey agar tidak menemukan tongkat itu, tetapi Ling Ling yang baru saja keluar memegang tongkat tersebut dan dia tidak tahu apa yang telah terjadi.


"Tongkat ku!"bahkan monster abadi sangat kaget melihat tongkat yang sudah dipegang oleh Ling Ling.


"Ling ! cepat hancurkan tongkat itu sekarang juga!"teriak Rey pada Ling Ling.

__ADS_1


"Jangan!"monster abadi sangat marah dan membuat senjata-senjata yang terbuat dari bebatuan api dilemparkan ke arah Ling Ling.


Di saat itu sama sekali tidak ada yang melindungi layang-layang dan dia juga mendengar apa yang dikatakan oleh Rey, disaat secara bersamaan bebatuan bola api mengarah ke arah Ling Ling ,dengan cepat Ling Ling membenturkan tongkat tersebut ke arah bebatuan sehingga tongkat tersebut patah dan menjadi dua.


"Tydakkkkkk!!!!!!!"teriakan yang sangat histeris dari monster abadi.


Monster abadi yang sangat ditakuti bahkan memiliki kekuatan yang begitu dahsyat ini bisa dikalahkan oleh mereka semua, ternyata titik kelemahan dari masa rabadi ada pada sebuah tongkat yang dipegang oleh Ling Ling tadi, mereka semua sangat beruntung bisa menyelesaikan misi ini dan monster-monster yang berada di gua lembah tersebut juga mulai berubah menjadi seorang manusia.


Dan setelah hilangnya monster abadi menjadi sebuah butiran debu muncullah permata yang ternyata ini adalah Permata dunia, Permata ini terlihat sangat bersinar sekali dan dia mengarah ke Rey, jadi akhirnya dia berhasil menyelesaikan misinya, tidak menyangka hanya karena sebuah tomat dia harus melakukan perjalanan yang begitu panjang.


Permata tersebut akhirnya sudah dipegang dan di jaga baik oleh Rey.


"Tubuhku?"ucap monster kelabang yang sudah berubah menjadi manusia dan meraba seluruh tubuhnya yang tidak menyangka akan menjadi manusia normal kembali.


"Wah.... tubuhku kembali lagi menjadi manusia,"kata seorang pria yang senang.


Rey sekali lagi sungguh sangat beruntung dia bisa menyelesaikan dari permainan dunia game ini, bahkan pada beberapa menit yang lalu dia hampir saja meninggal dunia namun memang takdirnya dia harus melanjutkan permainan ini dan memenangkannya.


"Yey!!!! akhirnya kita berhasil," Zen bersorak riang meneriaki kemenangannya tanpa disadari dia mengarah ke arah ling-ling dan memeluknya dengan erat.


Ling Ling yang dipeluk erat oleh Zen tidak bisa melakukan apa-apa hanya melongo dan tidak tahu apa yang terjadi, dan setelah menyimak beberapa saat baru menyadari ternyata dialah yang telah membunuh monster itu dengan merusak tongkatnya.


"Ling, Untung saja kamu menemukan tongkat itu jika tidak mungkin kita semua dalam bahaya,"Rey ikut senang juga.


Dan monster-monster lainnya yang sudah berubah menjadi manusia ikut berkumpul ke arah Rey, mereka juga tidak bisa mengatakan apa-apa selain berterima kasih padahal dari awal mereka semua membenci keberadaan Rey .


"Terima kasih, dan kami minta maaf karena telah menghalangi perjalananmu, kami semua sangat meminta maaf sekali, karena kami semua takut dengan monster abadi itu,"ucap seorang pria yang mewakili perkataan dari semua orang.

__ADS_1


"Iyah kami juga sangat meminta maaf karena sudah berkelahi dengan kalian,"kata Rey.


"Ehh..... kita kan tadi dikurung oleh mereka bahkan kita mau dimakan sama monster ular,"kata zen melihat ke arah seorang Pria tua yang berada di ujung bebatuan jalan keluarnya lembah.


Akhirnya mereka yang berada di lembah gua tersebut saling memaafkan karena sudah berkelahi tadi.


"Baik, karena semuanya sudah selesai mari kita pulang secara bersama-sama dan ikuti saya,"Ucap Rey kepada semua orang yang berada di dalam gua itu.


Jadi mereka semua langsung patuh kepada Rey dan bersiap-siap untuk pulang bersama-sama dengan Rey, tetapi manusia yang berubah menjadi monster ular merasa malu sekali dan dia hanya diam saja tidak mengikuti perjalanan pulang Mereka.


"Hey, ayo kita pulang,"ajak Rey.


"Maaf, tetapi aku sudah jahat kepadamu,"kata pria tersebut menunduk dengan rasa malu.


"Sudah, kamu tidak perlu merasa bersalah karena semua ini salah dari monster abadi itu,"kata Rey dengan baik hati.


Mereka bersama-sama melakukan perjalanan pulang untuk keluar dari air terjun yang sangat deras ini mereka hanya bisa meminta bantuan dari Rey, karena tubuh mereka bukan lagi monster hanya manusia sederhana.


Rey dengan kekuatannya mulai meminta air yang deras ini untuk menghindar sementara kemudian dengan bebatuan dan tanah yang berada di bawah mulai menonjol ke atas dan menjadi sebuah tangga sehingga orang-orang yang melewatinya akan mudah.


"HUFTT....".


Mereka menuruni tangga yang terbuat dari tanah itu adalah perlahan,Ling Ling juga yang di mana dia merasa kesakitan pada bagian kakinya di bantu oleh Zen,dan perasan Ling Ling pada Zen semakin dalam saat ini.


Orang-orang yang berada di kota baoking juga sedang kesusahan, bahkan tidak ada yang mengharap kan Rey kembali, mereka menganggap kalau Rey sudah meninggal dimakan oleh monster.


Tapi sesuatu yang ada di sekitar mereka mulai berubah secara tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2