
PART 59
"Rey!!!! Jangan biarkan kami pergi kami tidak akan meninggalkanmu! aku mohon pada mu Rey biarkan kami membantumu!" ling ling yang tidak tega dengan keadaan Rey ingin membantunya melawan monster kepiting tersebut tetapi tindakan Ling Ling dihentikan oleh Zen.
"Jangan! dia sengaja membiarkanmu ke sini karena dia tidak ingin membuatmu terluka sudahlah aku yakin dia bisa melawannya sendiri kalau tidak biarkan saja, Aku tidak ingin dirimu terluka karena monster itu"Zen memegang kedua lengan ling-ling agar tidak berlari ke arah Rey.
Rey ingin berlari ke arahnya lagi Jadi dia menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan pertengahan jalan jalan, jadi dengan kekuatan tanahnya akhirnya tanah yang panjang itu langsung terbelah dan tidak ada jalan untuk mereka.
Kini Ling Ling tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya berdoa semoga Rey bisa mengalahkan monster kepiting itu.
Di saat itu, master kepiting masih saja mengeluarkan lahar panas yang berada di pegunungan, dan pengunungan akhirnya mulai mengembung dan bersiap mengeluarkan lahar panas.
"Hahahah, bersiap-siaplah kalian akan mati dengan lahar yang sangat panas ini!"monster kepiting Ini masih saja merasa puas dengan kekuatannya namun tiba-tiba Rey diam-diam mengangkat tanah-tanah yang berada di bagian bawah menjadi berdiri sehingga mengelilingi pegunungan tersebut, tanah-tanah tersebut mulai menjulang tinggi dan merangkul seluruh pegunungan dan juga Rey, mereka berdua kini dikelilingi tanah-tanah yang menjulang sangat tinggi sehingga Ling Ling tidak bisa melihatnya dari kejauhan.
Kini, tanda-tanda yang tinggi tersebut seperti sebuah perisai agar tidak terjadi ledakan yang mengenai tempat-tempat yang lainnya dan membuat kerusakan.
"Hah, percuma saja kau membuat perisa seperti ini karena mereka akan hancur dengan lahan-lahan panasku ini"Kata monster.
Di saat monster kepiting ini merasa puas dan berbangga dengan kekuatan yang dia miliki diam-diam mereka juga mengeluarkan kekuatan petirnya dia sekali lagi berlari dengan sangat kencang memanggil petir-petir yang ada di sekeliling langit, petir-petir tersebut mulai menyambung dengan pedangnya yang sangat.
__ADS_1
Kyyyyyaaa..........
Ctarrrr.....
Dan terlihat satu tebasan lagi mengenai capit kepiting yang kedua yang di mana capit ini sangat berguna sekali bagi monster itu.Tentu saja mengetahui hal ini monster kepiting itu semakin marah dan menjadi-jadi dia akhirnya memutuskan untuk meledakkan lahar yang panas itu, tidak peduli dengan keberadaan Rey saja yang berada di area tersebut karena motor kepiting sangat membenci Rey.
3.....2......Saaa...ttttu.....
"Air,munculah!!! "Rey menyeringai bibirnya, ternyata are juga tidak bodoh memang air kecil tidak bisa mematikan lahar panas yang ada di pegunungan ini tetapi ketika area itu tertutup dengan tanah-tanah yang menjulang tinggi, monster kepiting itu tidak menyadarinya kalau tanah-tanah yang berada di sekitarnya diubah menjadi lautan yang sangat luas oleh.
Air yang begitu dahsyat sekali mulai meluap ke atas bahkan tanah yang menjulang tinggi tersebut sudah terjangkau, monster kepiting yang berada di pegunungan tersebut kini hanyalah sebuah bebatuan yang kecil saja apalagi rey, di saat ini monster kepiting itu tidak bisa mencapit tubuh Rey karena capitnnya yang bisa dipergunakan sudah putus.
"Kau!!! bisa-bisanya kau!!!" monster kepiting sangat marah dan berteriak sangat Lantang sekali,di saat Ledakan terjadi kepiting masih berada di atas gunung yang meledak dengan lahar yang muncrattt kemana-mana.Di saat lengah itulah Rey mencari kesempatan untuk memusnahkan monster kepiting, master kepiting terlihat sangat bingung berada di area yang begitu tidak meyakinkan, air yang begitu banyak dan dia sedang berada di pegunungan yang sudah hancur.
Kini dari atas Rey sekali lagi baru konsentrasi memegang sebuah pedang dengan kuat, kemudian dia ingin menggunakan kekuatan petirnya untuk menghancurkan monster kepiting itu, dan dengan keberaniannya dia mulai menerjunkan diri dari ketinggian atas untuk ke bawah menusuk tubuh monster kepiting.
Hyaaaaa.....
Bruakkk....
__ADS_1
Cratttt.....
"Argh..... sialan kenapa manusia bisa membunuhku disaat aku seperti ini, kenapa kau memiliki kekuatan yang begitu dahsyat sekali...a....aku sangat tidak menyangka"monster kepiting itu berbicara dan tiba-tiba menjadi sangat lemah karena terkena serangan petir yang mengejutkan dari belakang tubuhnya hingga menusuk ke bagian dada depan.
Dan kini monster kepiting tersebut sudah dikalahkan oleh Rey dan permata yang berwarna merah keluar dari tubuh monster kepiting itu menghampiri tubuh Rey dengan perlahan, dan permata merah tersebut memasuki raga dan jiwa tubuh Rey.
Ling Ling yang mendengar ledakan dan juga suara-suara yang sangat dahsyat sekali Dia hanya bisa merangkul tubuh zen, Dia sangat khawatir sekali dengan keadaan Aray apalagi mendengar ledakan yang begitu besar.
Rey setelah menyelesaikan misinya akhirnya mulai menenangkan dirinya dia membuat tanah-tanah yang menjadi lautan tadi kembali lagi menjadi tanah yang asri dan penuh pepohonan, gunung yang sudah meletus pun dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi hanya bisa membuat pegunungan biasa dan membuat area yang hancur tersebut kembali lagi dan ditata dengan sangat rapi oleh Rey.
"Hai, apa kamu baik-baik saja?"Rey tiba-tiba dengan senyuman lebarnya menyapa keadaan dinding dan juga Zen.
"Rey! kenapa kamu bodoh sekali ingin melawan monster kepiting itu jika tidak kamu bisa dimakan tahu! "ling ling terlihat sangat khawatir sekali kepada Rey hal ini membuat Zen sangat cemburu sekali.
"Hadeh, sudahlah kan sudah menang tuh melawan monsternya mending kita pergi ke tempat selanjutnya daripada banyak omong buang-buang waktu saja"Zen dengan nada dasar mengatakan hal itu kepada mereka berdua.
Kini, tiga kekuatan atau tiga elemen sudah berada di tubuh Rey Dan Dia merasa sangat puas sekali bahkan energinya terlihat sangat besar.
"Ouh iya, aku tadi nggak bisa lihat apa-apa soalnya kamu tutupin"Ling Ling sangat penasaran sekali dengan kejadian yang tadi dialami oleh Rey di dalam area tertutup tanah.
__ADS_1
Namun Rey sekali lagi tersenyum dan tidak menyombongkan dirinya kalau dia bisa melakukan hal ini karena bantuan mereka juga.Satu wanita dan dua pria kekini akan melanjutkan misi selanjutnya yaitu mencari Angin, ini adalah misi terakhir dirinya Tetapi dia sama sekali tidak mengetahui mengenai keberadaan kekuatan angin.