
PART 44
Jangan Lupa dukungannya ya kak🤗
Lanjut!
Hmmmhhhh-'
Hoshhh-'
Huhhh...
"Argghhhh"
Walau dirinya sudah terbebas dari monster ular Rey kini mendapatkan masalah lagi yang di mana dia dikerumuni kelabang di seluruh tubuhnya, karena dirinya tidak ingin digigit oleh kelabang tersebut jadi terpaksa dia mematungkan diri di hutan yang sangat lebat itu agar kelabang-kelabang tidak menyakitinya.
Jadi, setelah menunggu waktu beberapa yang cukup lama akhirnya kelabang-kelabang tersebut meninggalkan tubuh Rey dan membuat Rey yang mematung dengan waktu yang cukup lama mulai kelelahan, dia yang ketakutan langsung berlari dari tempat tersebut dan takut sekali dengan hewan-hewan yang seperti itu.
Agar Rey tidak lagi bertemu dengan hewan yang sangat menjijikan akhirnya dia berlari dan mencari tempat yang sangat luas dan tidak berada di dalam hutan lagi, setelah berlari dan mencari jalan yang cukup jauh akhirnya dia sudah keluar dari hutan yang lebat tersebut.
Tapi, dari jarak yang cukup jauh Rey mendengar tetesan-tetesan air yang mengalir yang menandakan kalau di sekitar hutan ini ada sungai.Karena dirinya merasa haus jadi dia mencari sumber suara dari air itu, dengan bersusah payah akhirnya dia menemukan sungai tersebut dan ternyata di sana ada seekor rusa yang sedang menundukkan kepala dan meminum air tersebut.
"Wahh rusa"Rey menikmati keindahan dari alam yang dia lihat dan melangkahkan kaki dengan begitu perlahan agar tidak membuat rusa tersebut kabur.
Tapi, tiba-tiba sebuah sistem dari game permainan ini memberitahu.
[Tangkap Rusa itu]
?????
"Apa? pemberitahuan semacam apa ini? kenapa aku harus menangkap rusa itu tetapi tidak ada pemberitahuan yang lainnya?"ucap Rey dengan cukup lantang dan membuat seluruh area di hutan ini bergema,rusa yang mendengar suara itu segera berlari.
Kedua mata Rey langsung melihat ke arah rusa yang hendak berlari Dia baru saja ingin meminum air yang ada di sungai tersebut sudah mendapatkan perintah dari sistem, agar dirinya tidak kehilangan rusa tersebut jadi dia langsung mengejarnya tanpa memikirkan rasa haus dan harganya.
__ADS_1
KRUSUKKK.....-'
KREKKK.....-'
"Hoshh...hoshhhh...hoshhh-'
Rey sudah memakai seluruh tenaganya untuk menangkap rusa tersebut tetapi dia bukanlah pemburu yang sangat ahli, jadi dia hanya bisa mengejar saja tanpa bisa menangkapnya.
Karena dirinya tidak mempunyai senjata yang cocok untuk menangkap rusa tersebut akhirnya dia memakai sebuah cara untuk menangkap rusa tersebut.
Jadi Rey sengaja membiarkan rusa tersebut lepas dan melihatnya dari kejauhan, Rey sambil mengamati rusa yang sedang makan Dia mengambil sebuah kayu kecil dan meruncingkan bagian ujungnya untuk menombak tubuh rusa.
Sruttt....srutttt ....
Tidak ada pemikiran yang lain selain menangkap rusa tersebut, walaupun pemberitahuan sistem error atau tidak Rey hanya bisa menjalaninya.
Sudah waktu yang lama rusak itu juga sudah tenang dan dia juga bersiap untuk menombak tubuh rusa dengan tombak yang dibuatnya.
Ia mulai mengitari seisi lingkungan rusa agar tidak terlalu terganggu dan membuatnya menjadi lari lagi, dan bersembunyi di balik pepohonan yang cukup rindang dan bersiap untuk menembaknya.
Satu tangan keluar dari balik semak dengan sebuah tombak yang tajam siap meluncur untuk menembak sebuah rusa Yang tenang.
Sufff.....
Namun sayang sekali tombakan yang telah dia lemparkan dengan rencana yang di perbuahnya telah gagal karena rusa itu tetap lari dan menghindari tombak, karena merasa usahanya gagal dan sia-sia dia hanya bisa memasang wajah lemasnya,namun tiba-tiba ada sebuah panah dari kejauhan yang menusuk leher rusak tersebut dan membuatnya jatuh.
"Wih? siapa yang nembak? ehh ...-'
Rey seketika berdiri dan melihat kesekitar untuk mencari seseorang yang telah memanahnya, lalu terlihat seorang wanita yang mendekati hewan rusa tersebut dan mencabut panah tanpa merasa kasihan kepada rusa itu.
"Iuhhh....-'
Wanita itu setelah mengambil panah rusa dia mengikat kedua kedua kaki dan lengan rusa itu, di saat itu dia membawa Rusa yang sudah diikat dan berbalik melihat ke arah rey.
__ADS_1
"Lemah"
Rey sekali lagi baru sadar kalau di tempat yang berbahaya ini masih ada manusia yang bertahan hidup, jadi orang-orang yang hidup di dunia ini bukan saja orang yang ada di kota yang terlindungi dari jimat para monster? tetapi di luar juga masih ada kehidupan lain yang belum diketahui orang-orang di pedalaman sana?.
Rey melihat wanita itu pergi langsung bangun dari tempat persembunyiannya dan menghampiri si wanita.
"Tunggu ...tunggu aku" ujarnnya bergegas menghampiri si wanita.
Si wanita tersebut yang membawa seekor rusa yang mati tidak mengatakan apapun tetapi langsung melanjutkan jalannya pergi ke suatu tempat.
Rey kini sudah berada di samping wanita tersebut dan mulai mengajak obrolan biasa mengenai suatu perihal.
"Ouh iya, salam kenal ya,aku Rey"seperti biasa ketika bertemu dengan orang baru Rey akan mengajak berkenalan dengan orang itu.
"Hah Aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk berkenalan denganmu, lagian setahuku kamu sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menangkap binatang, apalagi kamu berkeliaran di tempat ini bisa saja kamu dimakan oleh monster-monster yang berkeliaran".
"Yah, Aku tidak tahu harus bagaimana Karena aku sudah diusir dari kota pedalaman sana".
"Emmm? yang kamu maksud adalah kota Baoking?!"
"Ntahlah Yang intinya tempat itu dilindungi oleh jimat-jimat dan katanya sih monster-monster nggak bisa masuk ke tempat itu, aku tidak sengaja menjerit sebuah tomat saja dan aku dihukum untuk mencari Permata dunia".
Wanita yang berada di sebelahnya mendengar perkataan dari hanya mengerutkan keningnya, ternyata wanita itu juga tidak percaya kepada dia bisa mendapatkan permata dunia itu kembali.
"Sudahlah,lagian tidak ada orang yang percaya kepadaku, ngomong-ngomong nama aku Rey, terserah kamu mau kenal sama aku atau enggak Tapi yang jelas waktu aku keluar dari tempat itu aku langsung ketemu sama ular yang gede banget....."mengekspresikan dengan gayanya yang begitu mendalam.
Wanita itu kemudian menjawabnya kalau dia bernama Ling Ling.
"Ah Ling? namanya sungguh kuno sekali ya"dengan nada yang cukup rendah tetapi masih didengar oleh Ling Ling.
Ling Ling kemudian melirik dengan tatapan yang begitu tajam, Rey mulai membuat senyuman tipis agar Ling Ling tidak marah.
"Ouh iya? ngomong-ngomong emang masih adakah orang yang bertahan hidup di tempat seperti ini? aku pikir tempat ini tidak cukup mengerikan tetapi waktu aku ketemu sama ular itu jadi seram deh pokoknya"Rey malah bercerita kepada Ling Ling di saat berjalan.
__ADS_1
"Ohhhh..... tapi kamu hebat ya bisa kamu dari ular itu, mungkin kalau sekali makan Kamu udah kaya biji beras yang kecil nggak ada apa-apanya"ejek Ling Ling mulai tersenyum di iblis membawa suasana yang begitu hangat.