
PART 43
Mereka semua menyaksikan rey meninggalkan kota ini yang dilindungi oleh perisai sihir dari para dewa.
Kini rey telah dibawa ke gerbang perisai... dia hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang.
"Ingatlah! Bagi mereka yang berani mencuri makanan di sini dia harus diusir dari tempat ini biarkan monster memasak dan menghabisinya! "Kepala desa berteriak agar penduduk kota mendengarnya.
Rey sudah mulai ketakutan. Mendengar bahwa di luar tempat ini penuh dengan monster … Jadi berapa banyak master yang ada? Sekarang sebuah pintu besar terbuka lebar tapi monster di luar tidak bisa masuk ke dalam karena ada jimat yang menahan mereka.
"Semoga berhasil!"
Rey kini telah melewati daerah tempat yang dilindungi oleh jimat para dewa, dia di luar dan mulai ketakutan akan monster.
"Permainan macam apa sumpah-'... tidak ada sistem yang memberitahu apa yang harus saya lakukan? Tidak, massa pedang diberikan kepada orang tua sebagai senjatanya?" dia berkata pada dirinya sendiri dan tidak ada orang di sana.
Lalu setelah keluar dari tempat perlindungan yang dikirim oleh para dewa mengenai jimatnya dia mulai melangkahkan kaki dengan tujuan yang tidak tahu arahnya, apalagi kuota yang baru saja Rey tempati adalah kota yang terlindungi Jadi kini dia harus waspada dengan yang ada di sekitarnya bisa saja monster-monster yang mereka maksud akan segera datang menghabisinya.
Melihat ke sekitar lingkungan Rey merasa sangat heran karena di sekitarnya terlihat pepohonan yang tumbuh begitu subur dan juga tanah-tanah yang begitu halus cocok sekali untuk bertanam.
Mungkin karena luar dari kota itu ini adalah area yang sangat dipenuhi monster-monster yang jahat.
Ia melangkahkan kakinya ke depan dengan tidak tahu tujuan, apalagi di sekitarnya hanya pepohonan dan juga jalan-jalan rumputan yang biasa tidak ada tanda-tanda orang yang hidup seperti manusia.
"Hadehhh.... bikin kesel aja ini permainan nggak tahu harus gimana"keluh kesah Rey sambil berdiri melihat ke arah sekitarnya lagi.
Namun....
__ADS_1
Ssshhhhh...
Crakk...Crakkk-'
"Eh? mau hujan kah? kenapa rambutku jadi basah?"ucapnya sambil memegang rambutnya yang basah karena dijatuhi oleh tetesan air yang jatuh dari atas.
Rey mulai melepas kedua lengannya dan tidak ada tanda-tanda hujan di sekitarnya kini dia mulai menyadari ada sesuatu yang aneh.
Kemudian dengan perasaan yang begitu menakutkan Rey memberanikan diri untuk melihat ke atas, sesampainya ke dua bola matanya ingin sekali copot, dia mulai gemetaran karena melihat kedua gigi yang sangat runcing dan panjang sekali dilengkapi dengan gigi gigi runcing yang kecil lainnya yang bisa membuat akunya hanya menjadi lembur sekali.
"Kya!!!!!....-'
Drapp....Drapppp ....Drappp...-
Resfek Rey langsung berlarian dengan terburu-buru karena dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan ular monster yang sebesar itu di waktu yang sangat cepat sekali.
"Tolong!!!!"
Drapp ...Drapp.... Drapp...
Sekali lagi Rey berpikir dia baru sadar kalau dirinya sedang berada di dunia monster yang tidak terlindungi jadi tidak ada orang yang bakal membantunya , jadi dia percuma saja berteriak meminta tolong hanya membuang-buang energi.
Ia sekencang dan sekuat mungkin menghindari ular raksasa tersebut yang memiliki tanduk besar seperti kerbau, ular tersebut adalah ular raksasa yang memiliki sisik besi dan tajam, tubuhnya dipenuhi duri-duri seperti landak sehingga orang yang menyentuhnya akan terluka dengan begitu parah.
Satu ular raksasa yang sangat besar mengejar Satu orang manusia yang sangat lemah seperti Rey, tetapi dengan perjuangannya ingin menyelesaikan misi dari permainan game ini dia mulai berlari saat mungkin dan memasuki area kehutanan untuk segera berbunyi.
Srekkk-'
__ADS_1
Andai jarak antara luas tanah yang diinjak oleh Rey dengan hutan yang sangat lembab sangat jauh bisa saja dia sudah diterkam oleh ular raksasa itu.
Untung saja Rey sudah berhasil masuk ke area perhutanan dan mencoba bersembunyi di tempat-tempat yang aman, Tetapi walaupun hutan ini sangat dipenuhi pohon-pohon yang besar dan juga lebat ular raksasa tersebut bisa memasukinya dan membuat pohon-pohon yang ada di sekitarnya rusak tertimpa tubuhnya yang besar.
Sssshhhhhh.....-'
Shhhhh-'
Ular tersebut mulai menjulurkan lidahnya yang panjang dan juga beracun,Rey belum sempat mengatur nafasnya secara dalam dalam dia masih mengalami dalam keadaan takut,Rey kuat mungkin berlarian di area hutan untuk mencari perlindungan dan tiba-tiba dia sudah menemukan sebuah kayu yang sangat besar dan terpalang.
Kayu ini sudah tua dan terjatuh sehingga dirinya dipenuhi oleh rumput-rumput kecil dan membuatnya seperti batu.
Rey akhirnya tidak punya cara lain Jadi bersembunyi Di bawah pohon tumbang tersebut dan menekan dirinya ke belakang supaya tidak kelihatan oleh ular yang sangat besar.
Masih dengar seretan-seretan dari pepohonan yang tumbang dan ditindihi oleh tubuh ular yang sangat besar, buat mulai mencari-cari keberadaan Rey,namun Rei yang sembunyi mengatur dirinya agar tidak ketahuan.
Akhirnya setelah waktu yang lama bersembunyi Di bawah pohon tumbang tersebut ular yang mengejarnya mulai berbalik arah dan mencoba mencari bangsa lainnya, kini Rey sudah merasa aman dan tidak perlu lagi khawatir ditangkap oleh ular yang besar.
Ular tersebut adalah monster ular raksasa, Jika ular saja seperti monster yang sangat besar maka wajah ada monster-monster lainnya lebih besar daripada ular yang baru saja ditemui.
Hosh-' mulai mengatur nafas dengan baik.
Kini suasana sudah tentram kembali walau ada beberapa pohon yang tumbang karena ular tersebut, Rey mengambil kesempatan untuk segera pergi dari tempat ini dan mencari ke tempat yang lebih aman.Dia juga akan selalu waspada bisa saja ada motor-motor lain yang tiba-tiba datang lagi.
Perjalanan untuk mencari keberadaan Permata dunia segera dimulai, pedang yang selalu dipegang oleh dirinya tidak tahu harus diapakan, karena terlalu berat memegangnya dan lelah dia mencari sebuah tali rambat yang mengelilingi pohon, tali tersebut langsung dibuat menjadi ikat pinggang dan diikat dengan pedang yang telah diberikan oleh sikap ketua.
"Duhhh, istirahat aja dulu kali ya?"pikir Rey yang mulai kelelahan dan bersandar di balik pohon yang tumbuh di antara pepohonan lainnya.
__ADS_1
Rey mulai mencoba tertidur untuk menenangkan dirinya, baru saja beberapa detik dia memejamkan matanya mulai terasa ada pergerakan di lengan dan tubuhnya yang membuat dia menjadi bangun lagi dan melihat keadaan yang terjadi.
Rupanya ada beberapa kelabang yang merayap mengelilingi tubuh Rey, Saya ingin berteriak karena sangat jijik dengan hewan yang seperti ini tetapi dia tidak bisa bergerak takut disengat oleh kelabang yang sangat cukup banyak.