
PART 40
Pagi hari.....
Kring...kring...kring.....
Alarm yang dipasang Rei tiba-tiba berbunyi menandakan pukul 07.00 pagi, Rey seperti biasa dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berniat untuk bekerja, tetapi karena kesadarannya yang masih setengah dia mulai menggosok gigi dan melakukan aktivitas seperti biasa, tiba-tiba ketika dia mau ngambil pakaian yang ada di lemarinya dia mulai tersadar kalau dirinya sekarang tidak perlu lagi bekerja dan pagi hari ini mereka akan pindah ke rumah baru mereka.
"Ouh iya, sekarang kan aku nggak perlu bekerja kenapa aku harus bersiap-siap seperti biasa"dengan rasa malas Rey akhirnya dia mulai membandingkan dirinya di atas ranjang yang empuk dan ingin tertidur lagi.
Namun, hal itu tidak terjadi karena sang Ibu langsung memanggilnya dan memintanya untuk membantu membereskan barang-barang yang akan dipindahkan ke rumah baru mereka.
"Nak Rey, ayo cepat bangun sekarang bantu ibu bereskan barang ini dan kita harus pergi ke rumah baru kita secepat mungkin ya"teriak sang ibu yang entah berada di mana menurut Rey.
"Iya Bu,Rey segera datang Bu"sahut Rey yang bergegas untuk bangun kembali lagi.
Melihat sosok ibu yang sangat dicintai terlihat sibuk maka Rey sebagai anak tunggalnya mulai membantunya,Rey meminta ibunya untuk tidak terlalu membawa barang yang begitu banyak karena nanti mereka akan membeli barang-barang baru lagi.
"Ouh iya Bu, foto-foto ibu sama foto ayah ini dibawa atau tidak Bu?"tanya rey yang tidak sengaja menemukan album foto yang ada di dalam kardus tempat penyimpanan sang ibu.
"Eh, bawa aja itu nggak apa-apa buat kenang-kenangan"jawab sang Ibu walau dia tahu kalau suaminya dulu meninggalkan dia karena dia miskin dan juga telah menghianatinya di saat dia memiliki Rey.
__ADS_1
Barang-barang yang sudah dibereskan kini dibawa keluar dan dirapikan untuk dimasukkan ke dalam mobil pick up, atau mobil pengantar barang.
Di saat itu ketika beres-beres tetangganya melihat kalau sang Ibu dan juga Rey sedang memberes-bereskan peralatannya.
"Wah ibu, Ibu tidak bisa membayar kontrakannya lagi ya? Ibu diusir sama pemilik rumah ini?"perkataan dari ibu tetangga ini membuat sang Ibu merasa sakit hati karena telah terhina.
"Wah iya, kasihan banget ya udah ditinggal suami miskin habis itu diusir lagi"balas sang Ibu tetangga lainnya yang terus saja menggibah.
Banyak sekali omongan-omongan yang sangat pedas dari tetangganya yang membuat sang Ibu tidak bisa tahan lagi, sayang Ibu langsung menghentikan gerak-gerik membereskan barangnya, dan boleh gagas menghampiri para tetangga yang sedang mencemooh nya dari tadi.
"Aduhhhh.... enak banget ya tetangga-tetangga kita ini nggak punya kerjaan bisanya cuman ngomong doang, Dan satu hal lagi kami beres-beres barang bukan karena diusir tapi kami mau pindah ke rumah baru"ucap sang Ibu langsung mengatakan kepada tetangga-tetangga yang ada di sebelahnya Yang penasaran.
"Eitsssss kalau ngomong jangan sembarangan ya sekarang anak saya bisa menghasilkan uangnya juga dia bekerja dengan lebih baik, daripada anak-anak kalian yang masih ke sekolah cuman bisa ngabisin uang doang tapi belum bisa bekerja"balas sang ibu yang mulai terpancing dengan omongan para tetangga.
"Wahhh,heh.... kalau mau pindah pindah aja jangan banyak omong dan menghina anak kami, kami semua tahu bagaimana anak Anda sangat bodoh dan juga tidak terpelajar, mana mungkin anak kamu bisa menghasilkan uang yang banyak"sahut seorang ibu-ibu dan para tetangga yang ada di sebelahnya mulai menertawakan ibunya Rey.
Rey yang baru saja mau ngambil sekotak dus yang ada di dalam rumah mendengar keributan yang ada di luar, dan pembicaranya juga tidak asing kalau itu adalah ibunya Rey dan juga parah tetangganya.
"Bu...Bu..... udah Bu ayo kita beresin barang lagi jangan dengerin omongan mereka udah"Rey mengajak ibunya untuk tidak mencari masalah dengan para tetangganya yang selalu menggibah.
"Iya nak, oh ya satu lagi kami memang membeli rumah baru kalau tidak percaya ini alamatnya saya kasih dan juga kalian jangan lupa mampir ya karena nanti saya akan mengundang kalian sebagai peresmian rumah baru, ingat ya kalian datang ya"sang ibu Rey terlihat bersemangat sekali ketika memberikan alamat rumah barunya kepada para tetangga, para tetangga yang mengetahui hal ini dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dan rumah yang dibelinya oleh ibunya Rey bukanlah rumah biasa.
__ADS_1
Kini para tetangga tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa menutup mulutnya melihat ibunya Rey dan Rey beres-beres barang dan mulai pergi dari rumah lama itu.
Kini semua barang sudah diberesin, Rey dan sang Ibu naik ke mobil pick up dan bergegas menuju ke rumah barunya dengan barang-barang yang telah dibawa.
Singkat cerita.....
"Wahhhhh...... rumahnya keren banget Ibu sangat suka"sang Ibu sangat aktif melihat rumah barunya.
"Bu, Rey mau cari kamar dulu buat aku ya,nanti juga mau cari kamar untuk khusus main game"Rey mulai membawa DVD bahkan komputer untuk bermain game, dan barang-barang miliknya Ini dibawa ke kamar khusus untuk bermain game, di saat mencari kamar dia menemukan sebuah kamar kecil yang di mana menurutnya ini cocok untuk dirinya fokus bermain game.
Rey setelah menemukan kamarnya yang pas akhirnya langsung mengisi kamar tersebut dengan barang-barang yang dia miliki bahkan kamar pribadi dan kamar permainan game dipisahkan dan berbeda.
"Oke, sekarang semuanya sudah selesai"Rey sudah membereskan barang-barang miliknya dengan tertata rapi.
Karena dirinya mulai penasaran dengan DVD yang dia bawa yang telah diberikan temannya dia juga tidak sabar ingin memainkan permainan baru yang membuat nyalinya menciut, dengan bermain game dia juga mulai memiliki sebuah keberanian dan tidak menjadi anak pengecut lagi.
Akhirnya Rey mulai mencari sebuah DVD yang menurutnya bagus untuk bermain game, dan dia memilih-milih DVD itu di dalam sebuah kardus.
"Duhh.... game yang mana lagi ya"Rey bingung tidak tahu harus bermain game yang mana.
Di saat itu perutnya keroncongan karena belum sarapan pagi jadi dia segera turun ke bawah melalui anak tangga dan menghampiri sang ibu untuk membuatkan sarapan.
__ADS_1