
PART 110
Rey setelah mendapatkan informasi dari televisi dia mengajak handphonenya dan melihat isi rekening yang dia miliki, dan benar saja apa yang dikatakan komputer tersebut dia harus mengecek rekening miliknya.
Ya rekening miliknya tiba-tiba sudah dimasuki senilai uang 100 miliar, sungguh ini adalah uang yang begitu banyak yang pernah dia dapatkan, tetapi sebagai imbalannya dia harus membunuh orang-orang yang tidak bersalah sama sekali.
"Gak! kenapa aku harus berbuat itu! pokoknya aku tidak salah ! ingat pokoknya ini adalah game aku tidak salah sama sekali!"Rey semakin panik dan berbicara pada dirinya sendiri dengan memegang kepala dengan kedua tangannya.
Dao sebagai sahabatnya mencoba menenangkan rey karena tiba-tiba menjadi panik seperti itu.
"Rey! Rey! kamu kenapa! sadarlah Rey kamu kenapa! cepat ceritakan kepadaku apa yang terjadi pada dirimu!"Dao memegang kedua lengannya Rey ingin menenangkannya.
"Dao ! aku! aku tidak membunuh mereka kan! Aku bukan pembunuh kan?"Kata Rey dengan tatapan yang terlihat ketakutan sekali.
"Rey, kamu tenanglah sedikit ceritalah pelan-pelan kepadaku apa yang terjadi kepadamu sehingga kamu seperti ini, kamu bukanlah pembunuh emangnya apa yang terjadi kepadamu Rey?"Dao yang mencemaskan Rey mencoba memeluknya dan menenangkannya setelah itu dia mengusap punggungnya.
Rey mengetahui semua ini bermula dari sistem game, dia dengan tergesa-gesa melepas pelukan dari sahabatnya,Rey juga mengobrak-abrik barang-barang yang ada di kamar itu padahal baru saja dia bereskan.
Dao semakin sama dengan tingkah laku sahabatnya atau Rey, padahal dia sudah meminta penjelasan dari Ray berulang kali namun tidak ada jawaban.
Rey menemukan kaset game yang dia miliki dari sahabatnya, kemudian dia mengambil semuanya dan membawa keluar dan memasuki kantong sampah.
Bruk!
Satu kardus yang berisi tumpukan kaset game jatuh ke dalam tong sampah besi, Rey kemudian mengambil sebuah korek api dan juga menyiraminya dengan minyak tanah,korek api mula dinyalakan dan semburan api yang begitu dahsyat memenuhi tong sampah dan membakar semua kaset game yang dia miliki.
__ADS_1
Kobaran api yang berada di tong sampah ini memperhatikan Rey dan juga sahabatnya yang masih berdiri di depan, Rey menghela nafas secara lega dan menghirup udara dengan perlahan, dia kini laga ketika melihat kaset yang berbahaya ini dibakar.
Dao ingin bertanya lagi tentang hal ini namun tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari ibunya, ibunya memanggil dao untuk segera pulang karena ada keperluan sebentar.
"Rey Aku pulang dulu ya karena dipanggil ibuku, pokoknya kamu jaga diri baik-baik, setelah urusanku selesai Aku akan kembali lagi dan menanyaimu,"Dao bergegas ke bagasi mengambil sepeda motor kecil untuk pulang ke rumah.
Dan Rey melihat kepergian sahabatnya melewati gerbang pintu yang dijaga oleh satpam, Rey memikirkan apa yang dia telah lakukan, apalagi mengingat game yang dia mainkan membunuh orang-orang secara brutal, dan juga teringat dengan tatapan seorang anak kecil yang begitu kasihan dia bunuh tanpa sebuah ampun.
"Argh!!! kenapa semua ini terjadi padaku! jika aku harus membunuh orang-orang yang tidak bersalah Aku lebih baik miskin!"Teriak Rey di dalam rumahnya yang besar dan menggelegar seisi ruangan.
Arghhhh!!!!
Rey masih saja menyesali dengan apa yang dia buat padahal itu bukanlah sebuah kesengajaan.
Karena dia sudah membakar kaset game yang dia punya, untuk itu dia mencoba pergi ke kamar dan tertidur melupakan masalah yang terjadi.
Di saat pukul 11.00 malam tiba-tiba dia terbangun lagi, kepalanya yang pusing mencoba untuk bangun dan berdiri secara tegak, dia masih memegang kepala bagian kirinya dengan tangan, mencoba untuk menyadarkan dirinya menuju ke kamar mandi.
Sesampainya, dia membuka keran untuk membasuh mukanya, ketika dia bangun dia membasuh mukanya dan membuat dirinya tidak terlalu ngantuk lagi.
Sekali lagi, di depan sebuah cermin dia melihat hanya sendiri, dia masih bertanya-tanya Apakah dia adalah seorang pembunuh? namun semakin dipikirkan semakin membuat dirinya tidak tenang.
Rey melihat suasana rumahnya yang begitu tapi, untuk membuat rumahnya menjadi ramai dia ingin menyewa beberapa pembantu yang begitu banyak.
"Baiklah, aku akan mencari pembantu agar rumahku tidak terlalu sepi,"Rey mencoba menghibur dirinya dan menuju ke kamarnya lagi mengambil sebuah laptop, di dalam laptop Dia mencari daftar-daftar orang yang ingin menjadi pembantu.
__ADS_1
Rey berada di atas ranjang masih memainkan laptopnya, dia melihat daftar-daftar orang yang menjadi pembantu, dari orang tua hingga orang yang masih muda ingin mendaftar menjadi pembantu karena tidak memiliki pekerjaan.
"Oke, uangku terlalu banyak mungkin aku harus membuat suasana rumahku seperti istana,hehehehe,"Rey kembali lagi Dengan semangatnya ingin mencoba untuk membagikan uang tetapi tidak gratis.
Jelas saja orang-orang yang mendaftarkan dirinya untuk menjadi pembantu terkait karena bisa menjadi pembantu rumah Rey, orang-orang tersebut juga sebenarnya memiliki harapan yang besar walau menjadi seorang pembantu bukan pengemis.
Jadi Rey setelah mengambil para pembantu tersebut dengan total 37 orang,dia merasa puas sekali akhirnya dia bisa membantu orang-orang yang kesusahan.
Pada saat itu, hatinya menjadi tenang lagi, dia bersandar di atas ranjang sambil melipat kedua lengannya dan melihat ke atas langit-langit rumah yang begitu megah.
"Wahh..... dengan begini aku akan menolong orang yang lebih banyak lagi,"setelah perkataan itu dia langsung meletup kedua matanya dan tertidur lelap hingga esok hari.
TING NONG....
TING NONG...
TING NONG....
Baru saja dia menetapkan beberapa dan ternyata dia sudah tertidur lelap hingga beberapa jam, mendengar sebuah bel pintu berbunyi beberapa kali dia bergerak turun ke bawah melihat keadaan.
Ya benar saja orang yang menekan tombol bel pintu adalah orang yang ingin menjadi pembantu di rumah Rey, ketika dia turun sudah terdengar bisikan dan juga orang-orang yang ada di luar begitu ramai.
Kreekkkkk.....
Pintu yang begitu lebar terbuka dan terlihatlah beberapa orang atau sejumlah 37 orang yang mendaftar menjadi calon pembantu.
__ADS_1
"Halo, Apakah ini orang yang ingin menjadi pembantu saya?"Tanya Rey yang terburu-buru keluar rumah padahal dia belum mencuci muka.
"Iya tuan, kami semua orang yang ingin menjadi pembantumu tetapi Apakah benar kamu ingin menyewa 37 orang pembantu?"tanya seorang bapak tua yang memakai pakaian kumuh yang ingin menjadi pembantu di rumah ini juga.