Game World With System

Game World With System
Part 46 : Air Murni kekuatan


__ADS_3

PART 46


Ling Ling membawa sebuah nampan dan berisi daging rusa yang baru saja diburunya, daging rusa masih segar dan dibumbui dengan sangat nikmat oleh Ling Ling.


"Kakek, udah ayo jangan cerita mulu kita makan dulu ini masakannya udah jadi loh"Ling Ling membawa masakan yang baru dibuatnya di depan hadapan Rey dan juga sang kakek.


Kebetulan sekali Rai merasa kelaparan perutnya yang keroncongan akhirnya bisa diisi dengan makanan yang sangat enak.


"Wah, jadi aku boleh makan?"


"Boleh, sudah ayah kamu makan dulu lagian ini juga buruan kamu tadi"ucap Ling Ling melibatkan kakinya dan duduk dengan sopan di depan Rey.


Di saat mereka berkumpul tiba-tiba ada seorang pria dengan otot-otot yang besar di kedua tangannya datang di depan pintu yang membuat mereka bertiga kaget.


Pria tersebut juga cukup tampan apalagi dia memakai pakaian yang menurutnya layak untuk dipakai seorang pria, Rey yang melihat penampilan pria yang ada di depannya kini dia baru menyadari bagaimana wajah dirinya sekarang apakah masih berumur belasan tahun atau berbeda lagi? dan juga pakaian yang dipakai Rey sudah bersosialisasi dengan dunia game ini.


"Ling Ling? bagaimana kabarmu kenapa kamu pergi keluar dari portal tanpa sepengetahuan aku?"tanya seorang pria itu yang berdiri di depannya dengan keadaan yang sangat panik.


"Loh, suka-suka aku dong kalau aku mau keluar kenapa kamu yang repot? lagian aku keluar cuman mau berburu aja karena pengen cari kesenangan"jawab Ling Ling dengan santai tanpa melihat ke arah pria yang ada di depannya.


"Lah, harusnya kamu kasih tahu dong udah tahu di sana itu banyak monster-monster yang jahat Kalau kamu dimakan gimana? nanti siapa yang mau jadi calon istri aku?"wajah pria itu yang berharap kalau lilin akan menjadi calon istrinya di masa depan.


Ling Ling sambil mempersiapkan makanan yang ada di depannya berkata kepada pria yang ada di ada banyak kalau dia sama sekali tidak Sudi menikah dengannya.


"Zen, ingat ya sampai kapanpun juga aku tidak akan pernah mau menikah denganmu karena aku sama sekali tidak memiliki perasaan padamu"Ling Ling jelas-jelas monolog cinta dari Zen.

__ADS_1


Rey yang sudah menyomot setengah daging rusa seperti melihat sebuah drama saja karena di dunia game Ini juga masih membahas cinta-cintaan.


"Emmm.... sudah ayo kita makan sama-sama dulu jangan berdiri terus di depan nanti capek loh"ajak Rey kepada pria yang ada di depannya.


Zen, kini baru menyadari kalau ada pria lain yang ada di rumah Ling Ling tentu saja Zen mulai bertanya-tanya siapa pria yang ada di depannya atau yang dimaksudnya adalah Rey? Zen sama sekali tidak suka dengan keadaan Rei apalagi disuguhkan dengan daging yang baru saja dimasak oleh Ling Ling.


"Aduhhhh..... udah deh kamu jangan banyak omong pusing nih sekarang kita makan dulu setelah itu baru selesaikan omongan kalian"Ling Ling langsung menghentikan pembicaraan Zen.


Karena Zen tidak bisa membantah dari perkataan Ling Ling akhirnya dia bisa duduk bersebelahan dengan Rey dan mulai makan bersama-sama.


Sang kakek yang baik hati tidak ingin membuat mereka salah paham dan mengatakan kalau Rei adalah pria yang baru saja ditolong oleh Ling Ling seperti yang lainnya, jadi jangan salah paham mengenai suatu perihal.


Rey pun mengatakan kalau dia sama sekali tidak menyukai ling-ling karena Rey sudah memiliki kekasih, itulah dikatakan Rei agar bisa membuat Zen tidak marah kepadanya lagi.


"Ouh, ngomong dong kalau kamu udah punya pasangan jadinya aku nggak curigaan tahu"ucap Zen, walaupun dia pria yang bertubuh kekar tetapi dari perkataannya Dia terlihat sangat lucu.


Baru ingin membalas perkataan dari Zen, sebuah sumpit diletakkan dengan cukup keras oleh Ling Ling dan membuat mereka terdiam dan melahap daging segar tersebut dengan cepat, Ling Ling tidak ingin mereka berbicara lagi di saat makan tiba.


Mereka pun tidak bisa melawan dari Ling Ling, Rey akhirnya telah menghabiskan daging segar tersebut dengan begitu lahap dan perutnya yang keroncongan mulai terisi lagi.


"Wahhh Ling Ling ternyata masakanmu cukup enak juga ya"Puji Rey dengan menguasai-nguasa perutnya yang mulai membesar.


"Apa kamu bilang? masakanku cukup enak?"Ling Ling merasa tidak suka karena ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang mengatakan cukup enak, padahal dia memiliki kemampuan dalam memasak dan tidak ada seorangpun yang mengatakan kalau makanannya tidak enak apalagi cukup enak.


Zen dengan tersenyum lebar langsung mengatakan makanannya enak sekali..

__ADS_1


Rey hanya menganga dan memperlihatkan giginya yang bermaksud dia orang yang polos dan tidak tahu harus berbuat apa.


Ketika Ling Ling kembali ke dapur untuk membersihkan barang-barang Ray sekali lagi bertanya sang kakek, bagaimana caranya bisa keluar dari portal yang dibuat sang kakek?.


Sang kakek langsung menjawab bahwa portal itu bisa dilewati siapa saja namun yang bisa membawakan portal tersebut hanyalah orang-orang tertentu seperti dirinya dan juga ling-ling cucunya.


Zen Dengan bangganya mengatakan kepada Rey kalau dia juga bisa membuka portal yang dibuat oleh kakek Ling Ling, Zen ternyata sudah menjadi kepercayaan kakeknya Ling Ling dan menjaga ling-ling dengan baik.


"Ouh gitu ya"Rey termenung dan terdiam memegang dagu menggunakan kedua telapak tangannya, tidak lupa lututnya ditekuk dan duduk dengan sangat rapi.


Di saat itu, tiba-tiba Rey mendapat sebuah pemberitahuan dari sistemnya lagi, mendengar pemberitahuan dari sistem dia bergegas keluar ingin melihat petunjuk lainnya.


"Asikkk.........-".


Rey berpamitan kepada sang kakek karena ada keperluan sebentar, sebuah sistem langsung memberi pemberitahuan kepada Rey.


°------[Carilah sebuah air terjun murni di dalam kota portal, setelah itu minumlah beberapa tegukan dan kamu akan mendapatkan kekuatan]----'


Itulah pemberitahuan dari sistem kepada Rey, tentu sangat senang sekali mendapat pemberitahuan ini apalagi mengatakan Jika meneguk beberapa teguhkan saja dia bisa mendapatkan kekuatan.


"Yessss, walau bagiku di dunia nyata tidak mempunyai kekuatan akhirnya di dunia ini aku bisa mendapatkan kekuatan" ucapnya dengan girang di depan rumah sang kakek atau rumah Ling Ling.


Zen ternyata Dari tadi memperhatikan tindakan dari Rey, dia mengatakan kalau Rei seperti orang gila berbicara kepada dirinya sendiri.


Rey yang mengetahui kalau dirinya dilihat oleh Zen, Dia memberikan badan seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan kembali ke dalam untuk menemui sikap, karena di kota yang ini ada sebuah air terjun murni yang bisa diketahui oleh sang kakek.

__ADS_1


Dengan wajah berseri-seri duduk lagi di depan sang kakek.


__ADS_2