
Semua menatap seseorang yang baru masuk ke dalam masjid. Dan semua terkejut, apa lagi Nathan. Dia menggeleng kesal, kenapa adiknya itu datang ke pernikahan David.
Sejak semalam, dia mewanti-wanti adiknya tidak datang ke acara akad nikah David. Bahkan mamanya juga memberitahunya, tapi sekarang dia berada di masjid ini. Dan para undangan yang hadir pun jadi bingung, kenapa ada seorang gadis mencegah pernikahan David.
Semua heboh dan saling berbisik, mamanya David kesal. Apa lagi David, sedangkan Milea bingung siapa gadis yang tadi berteriak tidak sah itu.
"Kikan! Apa-apaan kamu?!" tanya Nathan menarik keluar adiknya itu.
"Apa sih bang, aku hanya mengatakan kalau pernikahannya itu tidak sah." kata Kikan.
"Ck, kamu mengacaukan acara sakral ini tahu. Kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan setelah perbuatanmu ini?!" kata Nathan lagi.
"Aku cinta sama bang David, bang. Kenapa dia menikah dengan orang lain sih!" ucap Kikan.
"Bukan begini caranya, abang udah kasih tahu kamu semalam. Jangan mengacau, apa lagi membuat malu abangmu ini dan mama serta papa!" kata Nathan lagi.
"Bang Nathan ngga sayang sama Kikan. Kikan itu cinta sama bang David." kata Kikan dengan suara keras.
"Kikan! Jangan buat malu abang ya! Cepat kamu pulang, jangan membuat keributan di sini." kata Nathan.
"Hik hik hik, aku kan cuma mau ngucapin selamat aja bang sama bang David. Dan kenapa dia milih gadis remaja itu sih." kata Kikan.
"Karena dia lebih dewasa dari pada kamu! Ngerti! Bikin malu aja." kata Nathan lagi semakin kesal.
Kikan diam, dia menatap kakaknya itu. Mengusap air matanya, Nathan mendengus kasar lalu menunduk.
Tadi malam di rumah ibunya Nathan.
Malam itu, perseteruan Nathan dan Kikan tentang masalah David yang mau menikah esok paginya. Nathan memberitahu adiknya itu agar dia menyudahi rasa sukanya pada David, karena mau menikahi gadis lain.
"Kok bang Nathan baru bilang sih bang David mau nikah." kata Kikan.
"Abang cuma kasih tahu mama, sekalian kamu tahu juga. Jadi abang harap kamu berhenti berharap pada David. Abang udah bilang dari dulu kan, kalau David itu cuma menganggap kamu adik. Sama dengan abang, jadi jangan berharap lebih padanya untuk suka juga sama kamu. Kamu masih ingat abang bicara begitu?" tanya Nathan.
"Iya, tapi kan Kikan mau berusaha jadi calon pacar bang David." kata Kikan.
"Ck, tapi besok David mau nikah. Dan kamu jangan datang ke acara itu, jangan bikin malu abang." kata Nathan mengingatkan adiknya yang keras kepala itu.
__ADS_1
"Ish! Kan bang David tega banget sama aku." kata Kikan lagi.
"Sudahlah, yang jelas kamu kalau mau ikut jangan buat onar. Tapi kalau tidak nurut sama abang, mending ngga usah ikut!" ancam Nathan pada adiknya.
Kikan diam saja, dia menatap tajam pada Nathan. Nayra, istri Nathan hanya diam saja. Begitu juga dengan mamanya. Sejak tadi kedua mertua dan menantu itu hanya melihat perdebatan Kikan dan abangnya Nathan masalah David.
"Kikan, benar apa kata abangmu. Jangan berharap banyak dengan perasaanmu itu, kan mama juga udah kasih tahu kamu. Jangan berharap pada orang yang hanya menganggap adik saja, tapi kamu ngeyel." kata mamanya.
"Kikan cinta beneran ma sama bang David. Kenapa bang David tega banget sama Kikan." kata Kikan lagi.
"Jodoh sudah ada yang mengatur sayang, nanti juga kamu dapat jodoh sendiri yang lebih baik dri David. Percaya sama mama." kata mamanya lagi menasehati anak bungsunya.
Kikan diam saja, pikirannya ingin membuat sesuatu besok. Nathan dan mamanya pun ikut diam, kembali mengobrol seperti biasa.
Kini Kikan berada di luar masjid dengan kakaknya. Nampak David keluar dari dalam masjid dan mendekat pada kedua kakak beradik itu. Nathan menoleh, lalu menatap adiknya.
"Kikan." panggil David.
Kikan pun menoleh ke arah David, lalu membuang mukanya. Sedih.
"Bang David minta maaf ya, karena tidak menundang Kikan di acara pernikahan bang David." kata David.
"Kikan adik bang David yang baik, ngga mungkin kan membuat abang sedih." kata David mendekat pada Kikan.
Dia memegang pundak adik Nathan itu dan menariknya untuk menghadap ke arahnya. Kikan masih menunduk, malu dan kesal. Semua juga melihat adegan tersebut.
"Bang David juga tega, kenapa nikahnya sama orang lain. Kan Kikan suka sama bang David, hik hik hik." kata Kikan menangis terisak.
David memeluk Kikan, dia tahu gadis itu sangat menyukainya sejak dulu. Tapi dia tidak menganggap Kikan sebagai seorang gadis yang harus dia cintai. Tapi menganggap adik, seperti Nathan juga.
"Maafkan bang David, abang ngga mau kamu terluka. Dalam hati bang David Kikan itu seperti adik bang David. Kenapa? Karena bang David juga pengen punya adik seperti Kikan yang manis dan cerewet. Makanya abang lebih memilih menganggap Kikan sebagai adik." kata David.
Membuat tangisan Kikan semakin keras, David bingung. Tapi dia bersikap tenang, dia tidak mau Kikan membuat keributan lagi. Makanya dia mendatangi Kikan, dan bicara baik-baik.
"Kikan, bukan hanya bang David kok. Kikan punya banyak abang, lihatlah kita semua itu abangnya Kikan. Bang Jho, bang Yudha juga bang Dion. Jadi jangan sedih, tidak semuanya cinta itu harus memiliki. Kikan bisa kok lebih dekat lagi pada kami. Meminta apa pun, kami semua pasti senang kok." kata Dion kali ini.
Kikan menarik tubuhnya melepas pelukan dari David dan mengusap air matanya. Menatap satu persatu, terakhir pada kakaknya, dan mendekat pada Nathan lalu memeluknya.
__ADS_1
"Maafkan Kikan bang, Kikan bikin malu abang. Hik hik hik." kata Kikan pada Nathan.
"Sudah jangan menangis, abang minta maaf sama kamu. Dan kamu harus minta maaf sama bang David telah membuat orang banyak bertanya-tanya. Di kira kamu istri pertamanya dan tidak setuju dengan pernikahan bang David." kata Nathan.
"Kikan mau kok jadi istri kedua bang David." kata Kikan.
"Haish! Abang ngga mau punya adik seperti David. Kamu ngga ngerti juga sih, nyesel abang jadinya." kata Nathan kembali kesal.
Plak! Punggung Nathan di pukul Jho, ketiga sahabtnya itu tersenyum. Lalu masuk lagi ke dalam masjid. Tapi David masih menunggu di sana.
"Bang David, maafkan Kikan ya." kata Kikan akhirnya menerima semuanya.
"Ya, abang maafin Kikan." kata David tersenyum.
"Bang David marah sama Kikan?" tanya Kikan.
"Ngga kok, bang David ngga marah." kata David tersenyum.
"Tapi bang Nathan marah-marah terus sama Kikan." kata Kikan mengadu.
"Itu karena kam membuat abang kesal dan malu!" ucap Nathan.
"Sudahlah, ayo masuk ke dalam. Ngga enak di sini terus." kata David.
Ketiganya pun masuk, David lega kini Kikan tidak membuat keributan semakin panjang. Dia duduk lagi di sebelah Milea yang sejak tadi penasaran kenapa ada orang yang mengatakan tidak sah. Apa gadis itu mantan pacarnya David.
"Nanti aku ceritakan siapa dia." bisik David pada Milea.
"Bagaimana pak penghulu, tetap sah kan nikahnya? Tidak di ulangi lagi ijab kabulnya." tanya mamanya David.
"Tetap sah kok, rukun akan nikahnya kan sudah terpenuhi. Jadi tetap sah, jangan khawatir." jawab pak penghulu.
"Alhamdulillah ...."
_
\=\=> salah ya tebakannya? ๐๐๐๐
__ADS_1
_
โงโงโงโงโงโงโงโงโงโงโง