Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
54. Keputusan


__ADS_3

"Bisa besok kan tante nikahnya?" tanya Nathan dengan santainya.


"Apa?!" ucap Manda dan anaknya kaget.


"Kamu sedang baik-baik saja kan?" tanya Manda.


"Aku baik kok tante, jangan khawatir." jawab Nathan.


Nayra sejak tadi juga bingung dengan sikap Nathan yang sepertinya serius ingin cepat menikahinya. Manda, ibunya Nayra bingung sekaligus heran dan tidak percaya. Dia jadi berpikir negatif pada Nathan, menatap anaknya dengan tajam.


Jangan-jangan ada sesuatu di antara mereka, Manda lalu menarik tangan Nayra. Ingin bertanya kenapa Nathan begitu ngebet ingin menikahi Nayra. Ada apa dengan anak temannya itu?


"Nathan, tante mau bicara dulu sama Nayra ya." kata Manda.


"Iya tante, jangan lama-lama ya membuat keputusannya." kata Nathan seolah dia harus di setujui.


Manda hanya diam saja, menggeleng kepalanya lalu pergi ke dalam ruang makan. Mengajak anaknya yang juga sama halnya bingung dengan sikap Nathan itu. Mereka duduk di kursi meja makan, melirik ke arah ruang tamu sebentar dan sekarang bicara dengan pelan.


"Nayra, sebenarnya ada apa sih dengan Nathan? Kenapa dia jadi seperti itu." tanya Manda.


"Aku ngga tahu ma, aku juga bingung dengan sikap bang Nathan jadi seperti itu." jawab Nayra.


"Minggu lalu, mama lihat dia masih dingin sama kamu. Kenapa sekarang jadi ingin cepat menikah?" tanya mamanya lagi.


"Tapi, Nayra suka kok ma. Ngga apa-apa kan kita nikah mendadak." kata Nayra dengab senyum mengembang, membuat mamanya jadi curiga.


"Nayra, katakan pada mama. Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Manda curiga.


"Ngga terjadi apa-apa ma." kata Nayra.


"Jangan bohong! Laki-laki mengajak menikah secepatnya itu pasti terjadi sesuatu, atau kamu juga menyembunyikan sesuatu dari mama? Apa kamu melakukan itu?" tanya Manda semakin khawstir anaknya akan menyerahkan mahkotanya karena dia mencintai Nathan.


"Melakukan apa ma?" tanya Nayra bingung.


Manda diam, jika Nayra dan Nathan melakukan hubungan suami istri. Mestinya Nayra paham, tapi dia akan bertanya lagi.


"Melakukan hubungan terlarang. Apa karena kamu sangat mencintai Nathan sehingga kamu melakukan itu dengannya?" tanya Manda.


"Ya ampun, ngga ma. Sumpah, Nayra ngga melakukan itu. Tapi emm semalam bang Nathan ...."


"Apa? Dia melakukan apa?" tanya Manda tidak sabar.

__ADS_1


Lalu Nayra menceritakan kejadian tadi malam awal mula kenapa Nathan bisa berkata mau menikahinya secepatnya. Dia bercerita dari awal mandi di kamar Kevin sampai tidak sadar Nathan masuk dan melihat Nayra hanya memakai handuk saja. Dan ketahuan oleh Nayra, Nathan pun langsung keluar.


Dua jam berlalu, Nathan masuk lagi ke dalam kamar Nayra. Dan tiba-tiba mencium gadis itu dan mengatakan langsung mengajak menikah.


"Jadi begitu ceritanya ma, aku juga bingung. Tapi waktu aku tanya apakah dia mencintaiku juga, dia bilang sering memikirkan aku dan mencintaiku juga." kata Nayra.


"Pantas saja dia pengen banget menikah sama kamu. Mama jadi bingung jadinya kalau begini, maksud mama sih pelan-pelan aja dia mendekati kamu dan tahu kepribadian kamu juga, yang sayang sama anaknya dengan tulus. Mama ngga mau dia menikahi kamu hanya karena pernah melihat tubuh kamu, nanti jika tubuh kamu penuh korengan di tinggalin lagi." kata Manda.


"Ish! Mama mendoakan aku korengan?"


"Ya ngga sayang, mama ngga mau aja kamu hanya di jadikan pelampiasan biologisnya aja. Ngga mencintai kamu dengan sungguh-sungguh." kata Manda merasa khawatir dengan anaknya itu.


"Ngga ma, aku janji akan membuat bang Nathan cinta mati sama aku." kata Nayra.


"Mama jadi khawatir sama kamu." kata mamanya.


"Khawatir apa ma?"


"Kalau kamu masih tinggal di rumah Nathan, bisa jadi dia akan bertindak nekad."


"Nekad gimana?"


"Ish, mama jangan nakutin dong."


"Makanya, nanti kamu minta cuti aja jadi babysitter Kevin." kata Manda.


"Kok gitu sih ma." Nayra protes.


"Kamu mau di paksa layani dia. Dia duda, Nayra, sudah lama ngga begituan sama perempuan. Kalau duda itu ada aja siasatnya, kamu tahu kenapa dia minta secepatnya menikah sama kamu?" tanya Manda.


"Ya, karena itu ...." ucap Nayra malu.


"Makanya, nanti mama yang bilang sama Nathan. Dia harus tahan, dan juga harus di pisahkan dulu sama kamu, baru nanti setelah mama sama papa bicara sama kedua orang tuanya menentukan pernikahan kalian." kata Manda.


Nayra diam saja, berat sebenarnya harus berpisah juga dengan Kevin yang sudah dekat dengannya. Sudah pasti Kevin akan kehilangan dirinya.


"Ayo ke depan, ngga enak ninggalin Nathan terlalu lama." kata Manda.


Mereka lalu kembali lagi ke ruang tamu, menemui Nathan lagi yang terlihat gelisah. Nayra duduk di samping ibunya, dia hanya diam saja.


"Bagaimana tante?" tanya Nathan tidak sabar dengan keputusan Manda, ibunya Nayra.

__ADS_1


"Begini Nathan, tante setuju saja kamu mau menikahi Nayra. Sebenarnya tante kaget banget kamu mendadak datang kemari, mungkin juga mama kamu kaget dengan keputusan kamu itu." kata Manda menjeda kalimatnya.


"Tapi, meski mendadak. Saya sangat mencintai Nayra, saya selalu menyayangi Nayra tante." kata Nathan.


"Iya, tante percaya kok sama kamu. Kalau tidak, mama kamu yang akan tante minta pertanggung jawabannya jika kamu tidak menyayangi Nayra dan menyakitinya. Tapi ini terlalu mendadak, bagaimana pun pernikahan itu butuh dua keluarga berdiskusi, bagaimana baiknya. Jangan sampai keluarga tante dan keluargamu jadi tidak sejalan, kalian yang rugi nantinya." kata Manda.


"Jadi, keputusannya belum ya tante?" tanya Nathan lemah.


"Iya, kamu bersabar saja. Tante akan meyakinkan papanya Nayra, dan besok katanya mama sama papa kamu mau kesini?"


"Iya tante. Tapi, lamaranku ngga di tolakkan?" tanya Nathan.


"Nayra menolak ngga? Dan kamu sudah melamar sama dia?" tanya Manda lagi.


"Kan tadi malam tante, Nayra juga setuju kok."


"Oke, dari tante. Tante setuju kok, tapi ada syaratnya."


"Syarat?"


"Ya, Nayra harus keluar dari rumah kamu. Dan dia tidak jadi babysitter Kevin lagi." kata Manda.


"Apa?!"


"Hanya sementara, kamu bisa menitipkan dulu sama mamamu. Nayra juga bisa ketemu dengan Kevin." kata Mandq lagi.


Nayra tersenyum, dia setuju jika seperti itu. Mungkin waktu siang bisa bermain dengan Kevin, tapi malam hari tidak lagi menemani anak kecil itu. Sedangkan Nathan mendengus nafasnya, mau bagaimana lagi. Tapi jika seperti itu, lebih baik dia juga pindah tinggal dengan mamanya. Agar bisa bertemu Nayra setiap hari, meski terbatas.


"Bagaimana, Nathan?"


"Baiklah, tante."


"Sebenarnya, tante tidak bisa mengambil keputusan seperti ini. Ada papanya Nayra, dan mungkin datangnya malam hari. Tante pasti langsung diskusi dengan suami tante." kata Manda.


Nathan hanya dia saja, dia harus bersabar dengan keputusan calon mertuanya itu. Bagaimana pun, aemuanya memang serba mendadak. Jadi, siapa pun akan kaget dengan keinginannya menikahi Nayra secepatnya.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2