
Setelah Nathalie pergi, Yudha menelepon Heri. Dia memastikan kalau skandal Nathalie siap jika dia sudah menyuruhnya. Tapi Nathalie belum bertindak jauh.
Sementara itu, Nathalie sangat marah sekali di dalam mobil. Sang asisten hanya bisa diam saja ketika Nathalie marah-marah dan menggebrak dasbor mobil.
"Aaargh! Sialan! Kenapa dia mengancamku." umpat Nathalie.
"Nona tenang saja dulu. Cari jalan lain, bukankah pak Derdi bisa membantu semuanya?" tanya asisten bernama Meri.
"Tapi dia dapat semua skandalku, aku harus bagaimana. Sedangkan mas Derdi sudah tidak bisa lagi membantuku, dia di tegur oleh atasannya." kata Nathalie lagi.
"Buat saja status di media sosial anda nona, bahwa nona telah di peras oleh seorang pengacara terkenal. Jangan sebut namanya dulu, biarkan orang berspekulasi siapa pengacara yang memeras anda itu. Pasti ada yang tahu kejadian waktu tadi, karena kan anda model. Sudah tentu anda ada yang mengikuti wartawan itu." kata asisten bernama Meri itu.
"Oh ya, benar. Baiklah, aku akan buat status sekarang." kata Nathalie dengan senangnya bisa memojokkan Yudha akhirnya.
Dia lupa kalau Yudha sudah menyiapkan semua skandal dan videonya itu akan dia sebarkan sekali saja dia melanggar itu.
Nathalie membuka aplikasi sosial medianya, dia wall pribadi yang di kunci untuk komentar. Dia menuliskan status di sana.
'Baru saja aku bertemu seorang pengacara, dia meminta uang dan mengancamku. Entah apa maksudnya, yakinlah bahwa semuanya akan mengetahui kebusukanmu."
Sebaris kalimat, Nathalie tulis di akun media sosialnya itu. Dan baru beberapa menit, banyak sekali yang me-like dan ada yang memberi emot terkejut. Karena kolom komentar di tutup, maka banyak penggemar Nathalie membuat status yang menautkan akun Nathalie.
Banyak yang bertanya-tanya siapa pengacara yang memeras Nathalie itu. Ada juga yang mengancam akan menyerang akun pengacara itu jika tahu siapa orangnya.
Berita terua bergulir melalu media sosial yang di awali status Nathalie. Semakin lama semakin trending. Hari demi hari banyak yang penasaran siapa yang memeras dan mengancam model cantik bernama Nathalie.
Nathalie senang, dengan statusnya itu. Banyak wartawam yang penasaran dengan status di media sosial milik Nathalie. Manajer Nathalie juga heran, ada yang mengancam dan memeras Nathalie itu siapa? Seorang pengacara pula.
"Nathalie, apa maksudmu ada pengacara yang mengancam dan memerasmu itu? Siapa dia?" tanya tim manajernya.
"Ada pokoknya, aku belum bisa mengatakannya. Biarkan semuanya merebak berita gosip itu, lagi pula dengan statusku itu aku jadi semakin terkenal dan para wartawan selalu mencariku." kata Nathalie dengan senangnya.
"Tapi pengacara siapa? Bukankah pengacara Sultan juga berpihak padamu? Bukan dia kan orangnya?"
"Bukan, dia tidak mungkin melakukan itu."
__ADS_1
"Lalu siapa?"
"Nanti aku beritahu, biarkan semua endorse masuk dulu dan aku akan nikmati kembali job yang masuk dan rasa belas kasih mereka padaku. Kamu tenang saja, semua akan mendapatkan rejeki masing-masing dari masalah ini. Hahah!" kata Nathalie tertawa senang.
Sang manajer pun diam, dia membenarkan apa yang di lakukan oleh Nathalie. Semua endorse dan iklan masuk ke kantor mereka untuk menggunakan jasa Nathalie. Pundi-pundi uang pun banyak yang masuk, dan para penggemar Nathalie memberikan dukungan serta doanya.
_
Semakin lama semakin merebak berita dan gosip tentang siapa pengacara yang memeras Nathalie itu. Yudha sengaja membiarkan gosip dan berita miring tentang pengacara itu. Dan memang meruncing pada Yudha. Ada yang menebak Yudhalah yang memeras Nathalie waktu di restoran itu, karena ada yang mengetahui Nathalie bertemu dengan Yudha.
"Pak Yudha, bagaimana ini? Dia mencoba mencari simpati dari masyarakat masalahnya itu." kata Heri.
"Biarkan saja dulu, aku pengen lihat dia berani tidak menyebut namaku. Tapi pastinya dia tidak berani menyebut namaku, karena dia sendiri yang akan hancur karirnya." kata Yudha.
"Apa kita sebarkan saja video itu pak Yudha dengan akun abal-abal?" tanya Heri.
"Boleh saja, kasih dia peringatan agar jangan macam-macam. Aku yakin dia sedang menikmati ketenarannya kembali, dan minggu depan keluarkan video itu. Sebarkan di beberapa media sosial, perhatikan pergerakan beritanya nanti." kata Yudha.
"Baik pak Yudha."
Heri setuju, memang membiarkan Nathalie menikmati ketenaran dan rasa simpati dari masyarakat. Minggu depan karirnya akan mulai di pertanyakan oleh masyarakat nantinya.
Banyak juga foto-foto tak senonoh Nathalie di beberapa tempat yang Yudha dapatkan dari orang fotografer Nathalie dulu.
Tuuut
Ponsel Yudha berbunyi, David tertera di layar ponselnya itu.
"Halo, ada apa?"
"Gue dengar dari berita kalau dia di peras dan di ancam oleh seorang pengecara. Apakah itu lo, Yudha?" tanya David.
"Ya, sejauh itu banyak yang mengarah kalau mereka menyangka itu gue." jawab Yudha.
"Lalu, apa yang akan lo lakukan? Dia sepertinya memang tidak menyebutkan nama lo, tapi banyak yang cerita kalau waktu itu lo yang pernah ketemu sama lo. Apa lo akan membiarkan berita itu?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak. Gue sudah menyiapkan balasan setimpal untuknya. Minggu depan gue akan luncurkan semuanya." kata Yudha.
"Ya, baiklah. Gue percaya lo bisa mengatasi semuanya. Jangan berlarut-larut menangani masalah itu." kata David.
"Ya gue tahu, gue akan cepat menyelesaikannya. Minggu depan harus selesai semuanya. Gue juga akan menuntut dia masalah kecelakaan dua tahun lalu, gue udah dapat cctv dari kecelakaan waktu itu."
"Baguslah, kita semua mendoakan lo secepatnya menyelesaikan masalahnya dan libur bersama akhir tahun ini." kata David lagi.
"Mau liburan kemana?" tanya Yudha.
"Belum di pikirkan, tapi memang ada rencana. Jho juga mau bawa Seruni ikut liburan, Nathan bawa istri dan anaknya juga. Gue mau coba bawa Lea ikut, sekalian gue mau nembak dia. Gue harap dia mau terima gue nantinya. Dan lo, gimana?" tanya David..
"Hemm, gue belum berpikir. Nanti gue selesaikan masalah Nathalie lebih dulu, ke depannya seperti apa kasusnya. Kalau di perpanjang mengenai pengacara, gue akan minta bantuan sama pak Faisal. Pengacara senior di kantor." kata Yudha lagi menjelaskan.
"Ya, secepatnya lo selesaikan masalahnya. Dan kejarlah Kaniamu itu."
"Hahah! Ya ya, gue lupa dengan masalah percintaan gue. Oke, nanti gue jadwalkan juga untuk luburab akhir tahun sama kalian."
"Oke, gue tunggu kabar dari lo. Dan oh ya, besok malam seperti biasa mau pada ngumpul. Lo kalau ngga sibuk bisa datang ke kafe biasa."
"Oke, siip. Gue kayaknya longgar waktunya, tapi mungkin telat. Karena gue harus mengantar Kania pulang dulu."
"Baiklah, terserah lo aja. Gue tutup teleponnya."
Klik!
Yudha tersenyum, dia meletakkan ponselnya di meja. Lalu meneruskan pekerjaannya itu, ada klien yang meminta bantuannya untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah di pinggir kota. Dia harus segera menanganinya dan minggu depan mengurus masalah Nathalie.
Karena dia punya alasan kenapa harus menunggu minggu depan mengurus masalah Nathalie, ada kasus yang harus dia tangani secepatnya.
_
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
__ADS_1