
Dua minggu menjelang pernikahan Jho, dia sangat santai. Karena dia masih berada di Jakarta dan acara pernikahannya akan di adakan di Surabaya. Tepatnya di hotel mewah, ini kali kedua dia menikah dengan mewah.
Tidak seperti sahabat-sahabatnya itu, menikah secara sederhana dan tampak mendadak. Seperti halnya Nathan dulu, dia mendadak menikah satu bulan kemudian setelah menyatakan cinta pada Nayra.
Begitu juga dengan Yuha, dia juga menikah secara sembunyi-sembunyi. Takut dapat kecaman dari sahabatnya, tapi sukses di kerjai oleh Jho dan yang lainnya. Lalu David, dia juga mendadak menikah. Setelah dapat restu dari mamanya. Itu pun kemarin dia menikah secara sederhana pula seperti Nathan dan Yudha.
Padahal istri mereka masih perawan semua, tapi mereka menghargai membuat pernikahan dengan cara sederhana. Tidak mewah seperti dirinya. Namun begitu, Jho tidak menyalahkan sepenuhnya. Itu karena permintaan istri-istrinya, jadi tidak bisa di salahkan sepenuhnya.
Kini Jho bersiap untuk berangkat kerja pagi ini. Dia hendak keluar rumah, tetapi dia di kejutkan dengan sosok yang sudah lama dia lupakan. Sosok yang membuatnya kesal bukan main selama hidupnya.
Jho pun menatap sosok tersebut, dengan malas dia pun melangkah menuju mobilnya. Tak mau menggubris sosok perempuan itu. Penampilannya berbeda dari biasa dia berpenampilan, lebih sederhana dan sedikit kusam wajahnya.
"Mas Jho." ucapnya.
"Pergi kamu." kata Jho berusaha sabar.
"Aku minta maaf mas." katanya lagi.
"Untuk apa kamu datang? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi." kata Jho.
Ya, dia adalah Mila. Mantan istri Jho yang berselingkuh dengan mantan pacarnya. Dan parahnya lagi dia berselingkuh di dalam rumahnya dan sering berhubungan di dalam kamarnya.
Jho tidak menggubris, dia tetap masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesinnya. Tapi Mila malah berjalan dan berdiri di depan mobil Jho. Jho kesal, dia diam saja. Menunggu Mila pergi dari depan mobilnya.
"Satpam! Tolong suruh pergi wanita ini!" teriak Jho pada satpam di depan pintu gerbang.
Dengan tergopoh, satpam itu berlari untuk menarik lengan Mila agar cepat minggir dari hadapan mobil Jho.
"Mas Jho, tolong maafkan aku!" teriak Mila.
Lagi, Jho tidak menggubrisnya. Dia langsung keluar dari halaman rumah dan langsung pergi ke kantornya. Pikirannya kacau, kenapa menjelang pernikahannya justru Mila datang padanya. Dia bukannya masih mengingat Mila, tapi dia tidak menyangka kalau Mila datang ke rumahnya.
Jho melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantornya, pikirannya masih kacau . Akhirmya mobil dia belokkan ke arah kantor David. Menelepon sekretarisnya kalau dia datang telat, dan mungkin siang hari. Karena kebetulan pekerjaan di kantornya tidak terlalu banyak.
Sampai di kantor David, dia menelepon laki-laki itu. Memastikan David sudah ada di ruangannya.
__ADS_1
"Halo, lo udah ada di kantor?" tanya Jho.
"Sudah, kenapa?" tanya David.
"Gue sudah di kantor lo." kata Jho.
"Mau apa sepagi ini lo datang?"
"Pikiran gue lagi kacau. Gue masuk ke dalam kantor lo." kata Jho lagi.
"Oke, gue tunggu."
Klik!
Jho masuk lift, dia mendengus kesal. Mengingat Mila datang dengan wajah sedihnya dan memelas, padahal dulu dia sangat cantik. Tapi kenapa penampilanya berubah drastis, tapi sikap pemaksanya belum juga hilang.
Jho melangkah menuju kantor David, di sambut oleh Imelda sekretaris David. Dia tersenyum dan membungkukkan setengah badannya dan menyapa Jho.
"Selamat pagi tuan Jho." sapa Imelda.
"Pagi Imelda, bosmu ada kan di dalam?" tanya Jho.
"Terima kasih."
Jho menarik handle pintu dan masuk ke dalam. Dia melihat David sedang menelepon seseorang. Dia mendengar itu mungkin istrinya, karena wajah sumringahnya terlihat jelas kalau dia sedang bahagia.
Dia duduk di sofa, dan David melirik Jho yang sedang duduk dengan wajah suram. David memutus sambungan teleponnya dan mendekat pada Jho.
"Ada apa lo kemari?" tanya David.
"Gue kesal." kata Jho mengambil sebatang rokok di meja David.
David mengambil rokoknya dan menyingkirkannya di laci bawah meja. Jho menyulut rokoknya dan menghisapnya pelan kemudian menghembuskannya ke atas. David bersedekap, dia masih menunggu Jho bercerita.
"Lo kenapa kesal? Apa lo bertengkar dengan Seruni?" tanya David.
__ADS_1
"Mila datang ke rumahku pagi ini." jawab Jho kembali menghisap rokoknya.
David diam, dia menatap sahabatnya itu yang sedang kacau pikirannya. Lalu menghembuskan nafasnya kasar.
"Lalu? Apa yang lo lakukan?" tanya David.
"Dia minta maaf, dan gue langsung pergi." jaeab Jho.
"Itu bagus, lo tidak perlu memberi peluang maaf untuk perempuan seperti dia. Dia tidak tahu diri, sudah jatuh miskin mungkin jadi dia datang lagi ke rumah lo." kata David ikut kesal juga dengan hadirnya Mila kembali di saat Jho mau menikah.
"Tapi tetap aja kepikiran. Dia sekarang berubah, penampilannya juga beda dengan yang dulu. Lebih kusam dan baju yang dia pakai itu sangat sederhana." kata Jho.
"Mungkin itu trik dia aja agar lo bisa maafin dia. Dan nanti tambah ngelunjak lagi, agar lo mau menerima dia lagi. Ingat Jho, setiap orang mau menikah itu pasti ada aja cobaannya. Jadi lo fokus ke pernikahan lo sama Seruni aja. Jangan hiraukan dia, jika dia minta maaf lagi. Tinggal maafkan, tapi untuk berteman apa lagi minta balikan. Lo jangan mau dan jangan mudah kasihan." kata David mengingatkan Jho.
"Iya gue tahu." kata Jho.
"Gue yakin dia udah dengar lo mau menikah dengan orang Surabaya, jadi sebelum hari itu terjadi. Gue rasa dia sengaja datang untuk mengacau acara pernikahan lo itu." kata David lagi.
Seperti sudah menganalisa sifat Mila, David bak detektif mengungkapkan motif Mila kembali datang secara tiba-tiba untuk membuat Jho goyah. Jadi, dia memberitahu pada Jho agar tidak gegabah dengan penampilan Mila saat ini.
Meskipun itu memang benar keadaan Mila yang sudah jatuh miskin, tapi bukan berarti Jho bisa memaafkan Mila lagi. Bahkan dulu Mila tidak pernah meminta maaf atas kesalahannya selingkuh dengan mantan pacarnya dulu.
"Ya udah, gue ke kantor. Thanks ya udah kasih saran sama gue." kata Jho.
"Dan lo harus ingat Jho, ada Seruni yang rela mau menikah dengan lo. Lo duda, sedangkan dia perawan. Jadi, jangan sakiti Seruni hanya karena mantan istri tidak tahu diri datang ke kamu." kata David.
"Oke, gue juga sangat mencintai Seruni. Buat apa gue jauh-jauh dari Jakarta dan menjalin hubungan dengan gadis itu, kalau bukan gue yang mulai dan gue yang jatuh cinta padanya." kata Jho lagi.
"Bagus, itu lelaki sejati namanya Jho. Dan gue kira, lelaki sejati tidak akan mau kembali pada mantan istri yang sudah sangat mengecewakannya. Hanya karena masih cinta, tapi dia melupakan harga dirinya sebagai lelaki sejati." kata David dengan bersemangat, Jho tersenyum.
Benar apa yang di katakan David, sebaiknya dia harus menjaga harga dirinya sebagai lelaki sejati. Tidak tergoda dengan rayuan manis dari seorang perempuan yang sudah menghianatinya, bahkan dulu seolah mengejeknya.
Jho pun keluar dari ruang kantor David, memang enak mencurahkan rasa gundah dan gelisah pada David. Pikirannya lebih luas dan lebih panjang, meskipun memang tidak hanya David yang seperti itu. Tapi dia lebih dekat dengan David dari rumahnya dari pada sahabat lainnya.
_
__ADS_1
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧