Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
94. Di Lantai Dansa


__ADS_3

"Surprise!" teriak perempuan yang membawa sebuah kue ulang tahun.


Tapi belum di nyalakan lilinnya, Yudha kaget. Dia tidak menyangka apakah istrinya itu memang merencanakan sendiri atau ada bantuan dari sahabat-sahabatnya.


Kini dari belakang ruangan walk in kloset muncul empat pria dan tiga perempuan yang juga bertepuk tangan. Ada juga yang meniup terompet untuk perayaan tahun baru.


Yudha menatap semua sahabat-sahabatnya itu, lalu tersenyum kecil. Dia mendekat pada Kania dan memeluknya, mencium pipinya lalu memeluk lagi. Dia lega Kania tidak hilang dengan sungguh-sungguh.


"Kamu sengaja membuat ini?" tanya Yudha.


"Tadinya mau di kamar aja sendirian, tapi mas Jho bilang mau sekalian ngerjain kamu. Kupikir ya udah deh, ngga apa-apa. Heheh." jawab Kania.


"Kamu ya, buat aku jantungan tahu." kata Yudha kembali memeluk istrinya itu lalu mencium bibirnya lama. Membuat semua sahabatnya kesal.


"Hadeeeh! Yang buat ide itu gue. Kenapa lo yang senang." kata Jho mencebik.


"Ck, gue yang jomblo dan ngga tahu apa-apa juga kesal. Kenapa gue di tuduh, baru datang di tuduh menculik istri orang." ucap Dion.


"Sahabat ngga ada akhlak itu dia, yuklah kita keluar aja. Percuma buat kejutan juga untuknya." kata David.


Mereka menarik pasangan masing-masing. Dion melongo, apa yang akan dia gandeng. Yudha mencibir sahabat jomblonya itu.


"Ck, kalian enak-enakan di sini. Tahu gitu gue ngga perlu datang ke Lombok." kata Dion.


"Ya udah sana cari jodoh. Tuh, David aja udah jadian sama Lea." kata Yudha masih memeluk istrinya.


"Lo yang pergi sana, ini kamar gue! Kenapa kamar gue yang jadi tempat kejutan tak penting ini." kata Dion ketus.


"Dih, syirik. Ayo sayang, kita keluar. Ada jomblo marah-marah ngga jelas." kata Yudha.


Dia menarik tangan Kania untuk keluar dari kamar Dion. Dion mengikut di belakang, setelah Yudha dan Kania keluar. Dion menutup pintu kanar dengan kasar, membuat Yudha meringis kesal.


"Ish! Jomblo marah-marah terus ya." kata Yudha mengumpat.


"Udah sih mas, lagian tadi acara di kamar bang Dion. Aku juga sebenarnya ngga enak." kata Kania.


"Ya kenapa kamu mau di ajak Jho bikin surprise segala. Kan di kamar juga bisa sayang." kata Yudha.


"Ya emang niatnya begitu. Tapi mas Jho bilang mau kasih kejutan juga buat kamu." kata Kania.


"Emang, aku di buat terkejut kamu ngga ada di kamar. Dan kamu tahu? Aku panii banget, cari kamu kayak orang gila. Menggedor setiap pintu kamar mereka. Tapi aku puas bisa ganggu mereka juga kok. Heheh." kata Yudha.


"Sama aja kamu tuh mas dengan sahabat-sahabatmu itu." kata Kania.


"Kita memang kadang di ciptakan sama sayang.udah jangan bahas mereka, aku mau minta kado dari kamu." kata Yudha.


"Kado apa?" tanya Kania heran.


"Seharian kita di kamar, bercinta sepuasnya." bisik Yudha.


"Tapi mereka kan mau ngajak kita ke laut."


"Aku ngga peduli, nanti malam itu tahun baru. Nanti malam aja kumpul sama mereka, saatnya aku mau kado dari kamu. Hap!"

__ADS_1


"Aaaa! Mas Yudha, turunkan aku!"


_


Malam pergantian tahun baru, semuanya menunggu di kafe. Banyak pengunjung yang sengaja untuk menikmati tahun baru di sana, karena pihak hotel mengadakan acara malam pergantian tahun baru di kafe, ada beberapa artis ibu kota yang sengaja di undang untuk memeriahkan acara malam tahun baru.


Kelima sahabat dan juga pasangannya, juga hadir di sana. Setelah tadi dua hari mereka berkeliling tempat-tempat wisata yang eksotik di Lombok. Mereka hanya mengunjungi pantai pink yang terkenal, meski banyak pantai lainnya yang terkenal juga.


Ada juga mengunjungi pantai Gili Nanggu untuk melihat alam bawah laut, melakukan diving di sana. Tak lupa juga ke tempat wisata lainnya, karena sangat sayang di lewatkan kalau di Lombok hanya diam di hotel.


Berbeda dengan Yudha, dia sebenarnya ingin berduaan saja dengan istrinya. Tapi memang itu kesempatan untuk Kania berlibur di Lombok, menawarkan banyak sekali keindahan pantai dan juga pegunungan, maka semuanya tidak mau melewatkannya. Tak lupa juga berswa foto.


Kini, malam pergantian tahun baru akan di lewati oleh semua orang di kafe. Menyajikan beberapa hiburan.


"Sepertinya mereka ingin menikmati dengan pasangan masing-masing. Gue sendiri mau apa di sini?" gumam Dion.


"Lo bisa cari pasangan. Kalau untuk dansa, bisa mengajak pengunjung. Ada tuh bule cantik sendirian." kata David.


Ketika semua sahabatnya turun ke lantai dansa, David tidak turun. Dia merasa malu dan mungkin Lea tidak mau jika di ajak.


"Lo kenapa ngga turun ke lantai dansa?" tanya Dion.


"Gue ngga yakin Lea mau." jawab David.


"Belum lo coba. Katanya lo udah jadian sama dia?" tanya Dion.


"Iya." jawab David menatap Lea yang asyik minum dan menyaksikan artis tampil di panggung.


"Coba aja. Atau gue aja yang ajak dia turun ke lantai dansa? Biar gue yang dansa sama dia." kata Dion.


Dia bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Lea yang asyik menikmati lagu-lagu yang di bawakan oleh artis ibu kota itu. Dion tersenyum, tentu saja David tidak akan membiarkan gadisnya turun ke lantai dansa dengan orang lain.


"Lea, mau dansa denganku?" ajak David.


"Eh, om aku ngga bisa." jawab Lea.


"Ikuti gerakanku saja. Semuanya turun ke lantai dansa, yuk?"


"Emm, baiklah om. Tapi jangan malu-maluin ya." kata Lea.


"Hahah!"


Lea tersenyum, David menarik tangan Lea dan mengajaknya ke lantai dansa. Kebetulan lagunya berganti dengan lagu melow, ketika tadi lagu-lagu ceria dan enak untuk berjoget dengan pasangan. Kini David dan Lea turun justru lagunya melow.


Jadinya, mereka pun dansa sesuai lagu. Memeluk satu sama lain dan hanya menggerakkan tubuh dan kaki ke kanan dan ke kiri. Lea awalnya canggung, meski kemarin dia juga sering di peluk oleh David. Tapi kini berhadapan langsung dan menatap satu sama lain.


Tentu saja membuat mereka larut, David benar-benar mencintai gadis periang itu. Menatapnya lembut, lalu wajahnya maju dan mencium bibir Lea.


Lea diam, dia pun memejamkan matanya. Rasanya nyaman sekali berdansa dan dekat sekali dengan David. Kini mereka melepas ciumannya, David tersenyum.


"I love you Lea." bisik David.


Lea tersenyum, dia menunduk malu. Lalu menatap David kembali.

__ADS_1


"Om suka sama aku apany?" tanya Lea, kini dia berani menatap David lama.


"Aku suka kamu apa adanya, selalu ceria dan membuatku ingin melindungimu." jawab David.


"Bukan karena insiden waktu ayah tiri Lea kan om?" tanya Lea.


"Bukan, entah sejak aku ketemu kamu, waktu hujan itu. Aku sudah tertarik sama kamu." kata David.


"Terima kasih ya om, mau mencintai Lea yang miskin ini." kata Lea.


"Cinta tidak mengenal status Lea." kata David.


"Emm, tapi mama om David. Apa mau menerima Lea?" tanya Lea.


"Aku sudah bicara sama mama. Jangan khawatir." kata David.


"Benar om?"


"Benar, asal kamu mau jadi istriku."


"Ih, om. Mau menikahi Lea?"


"Iya. Apa kamu mau menikah denganku?"


"Om?"


"Ngga mau ya?" kata David kecewa.


"Ngga kok om. Lea mau."


"Benar?"


"Iya om."


"Kalau begitu, pulang dari liburan. Aku akan bilang sama mama, akan menikahimu secepatnya." ucap David tampak bahagia.


"Tapi ..."


"Kenapa?"


"Apa aku harus putus kuliah?"


"Tidak. Kamu akan terus kuliah sampai lulus."


"Kan nantinya aku hamil om."


"Ngga, sebelum lulus kuliah aku janji ngga akan membuatmu hamil sayang." kata David dengan bersemangat.


Dia benar-benar berasa bahagia sekali. Dia pikir Lea tidak mau memikah cepat dengannya. Menunggu selesai kuliah, itu sangat lama sekali.


_


_

__ADS_1


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


__ADS_2