Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
26. Menabrak Motor Gadis ABG


__ADS_3

David buru-buru berangkat ke kantor jam tujuh pagi, karena jam delapan pagi dia harus bertemu klien dari Singapura yang mau bekerja sama dengannya. Karena mendadak bertemu dengan Mr, James yang baru datang tadi malam.


Dia sudah mengajukan kerja sama dengan Mr. James yang akan membuat sebuah hotel di Kepulauan Seribu, saat itu David mengajukan proposal untuk ikut bersaing memenangkan tander dari Mr. James. Dan sudah satu bulan tidak ada respon.


Perusahaan David bergerak di bidang kontraktor dan pengembangan, dia yang akan mengurus semua kebutuhan proyek jika pengajuan proposalnya di setujui. Dan secara mendadak Mr. James menyetujuinya kemudian dia ingin bertemu dengan David pagi ini.


Makanya dia berangkat pagi-pagi sekali, ham tujuh kurang sepuluh menit. Sampai dia lupa dengan sarapan paginya, dia berpikir setelah bertemu dengan Mr. James dan urusan beres baru mencari sarapan paginya


Tuuut.


Ponsel David berdering, dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon. Nomor tidak di kenal, dia abaikan dan merijeknya. Tak lama ponselnya berdering lagi, kali ini dari sekretarisnya. Imelda.


"Ya Imelda? Ada apa?" tanya David sambil mengendarai mobilnya, menunggu jalanan terurai kendaraannya.


"Tuan David sudah berangkat? Jam delapan tepat Mr. James sudah ada di kantor dan bertemu anda." kata Imelda.


"Ya Imelda, saya lagi di jalan. Mungkin sepuluh menit lagi sampai, jalanan kalau jam kantor mulai padat."


"Baiklah tuan, saya akan siapkan semuanya sebelum anda tiba di kantor."


"Ya, terima kasih Imelda."


Klik!


Sambungan telepon terputus, kini David melajukan mobilnya karena kendaraan sudah mulai renggang. Dia melirik jam di tangannya, masih lumayan cukup jika dia membeli sesuatu untuk menggajal perutnya pagi ini. David tidak terlalu rewel masalah makanan, meski dia hidup serba ada. Tapi dia makan apa saja.


David mencoba melajukan mobilnya dengan cepat, mencari pasar yang menjual makanan di pinggir jalan. Baru dia memarkirkan mobilnya, tiba-tiba dia mendengar suara motor jatuh. Dia menoleh ke belakang dan berhenti, diam di belakang kemudinya.


Tak berapa lama, kaca mobilnya di ketuk oleh gadis berseragam sekolah menengah atas. Dengan wajah kesal, gadis itu pun terus mengetuk kaca mobil David. David berdecak kesal, dia pun membuka kaca mobilnya dan menatap tajam pada gadis berseragam itu.

__ADS_1


"Om, kalau mau parkir lihat belakang dong. Tuh, motor saya jadi jatuh." kata gadis berseragam itu.


"Kamu parkir motor sembarangan. Udah tahu mobil saya mau parkir, kamu tidak juga menyingkir!" ucap David ketus.


"Eh, om. Om yang salah menabrak motor saya kenapa saya yang di salahin? Om waras?!" gadis itu balik marah karena David menuduhnya sembarangan.


Manik mata gadis itu berkilat, kelopak matanya melebar karena marah. David sejenak diam, dia lalu mendengus kesal. Lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan sejumlah uang berwarna merah dan di serahkan pada gadis itu.


"Nih, buat ganti rugi motor kamu. Itu cukup dengan uang jajan kamu di sekolah." ucap David.


Gadis itu menatap tajam pada David, matanya beralih pada lima lembar uang berwarna merah. Meski dia kesal, dia pun mengambil uang tersebut dan tanpa di duga tangan gadis itu mencubit tangan David dengan keras. Hingga David menarik kembali tangannya, tapi uang sudah berpindah tangan.


Teman-teman gadis itu pun datang dan menghampiri gadis itu. David menatap tajam pada gadis tadi yang mencubit dengan kencang tangannya, apa lagi uangnya sudah berpindah tangan.


"Hei kamu! Kamu sengaja kan menabrakkan motornya untuk memeras saya hah?!" teriak David pada gadis itu.


"Om, saya tahu om itu orang kaya. Orang kaya bisa berbuat apa saja dengan uangnya. Uang om ini tidak seberapa dengan kerusakan motoku, memang sih motor ngga rusak mesinnya. Tapi terima kasih om, telah memberi uang bayar SSP saya dua bulan ini.


"Jadi, awas aja kalau ketemu om lagi dan menabrak motor saya lagi. Ngga akan saya lepasin om begitu saja!" ancam gadis itu.


"Dih, siapa yang mau ketemu kamu lagi. Tidak penting berurusan dengan gadis bau kencur!" jawabnya ketus, dengan tatapan tajam.


Setelah berkata seperti itu, David menutup kembali kaca mobilnya. Dia pun segera pergi dari pasar tersebit, dan dari kaca spion David lihat gadis berseragam SMA itu pun mengerucutkan bibirnya dengan menatap kepergian mobil David.


David melihat itu tersenyum sendiri, merasa aneh dengan gadis yang dia tabrak motornya. Dia kemudian langsung melajukan mobilnya, harus segera sampai di kantor karena sudah pukul tujuh lebih dua puluh menit.


Dia harus bergegas bertemu dengan Mr.James. Tidak mau melewatkan begitu saja, karena proyek dari Mr. James adalah proyek besar. Dan dia tahu Mr. James tidak suka dengan seseorang yang telat dalam pertemuan rapat.


Dengan kencang melajukan mobilnya, David akhirnya sampai juga di kantornya tepat pukul delapan empat puluh lima menit. Setelah memarkirkan mobilnya, segera saja dia lari masuk ke dalam lift untuk segera sampai di ruangannya.

__ADS_1


Selalu melirik jam di tangannya, hingga akhirnya lift berhenti di lantai yang dia tuju. Bergegas keluar dan langsung menuju ruangannya. Imelda merasa lega karena sejak tadi dia menelepon tidak juga di angkat oleh David.


"Syukurlah tuan, anda sudah datang. Kata asisten Mr. James sepuluh menit lagi sampai tuan, saya sudah menyiapkan berkas proposal dan berkas kerja samanya di meja ruang rapat." kata Imelda.


"Baguslah, kamu memang dapat di andalkan. Siapkan saja minuman untuk beliau." kata David.


"Ya tuan." ucap Imelda.


"Saya masuk keruangan dulu, memeriksa apakah ada yang tertinggal."


Imelda mengangguk, David langsung masuk ke dalam ruangan. Entah kenapa dia ingat gadis berbaju SMA itu yang cemberut karena motornya dia tabrak. Sebenarnya dia salah, tapi karena terburu-buru jadi tidak lama meladeni gadis itu.


Beruntung teman-teman gadis itu tidak mengeroyoknya. Jika sampai di di keroyok, bagaimana penampilannya bertemu dengan Mr. James. Pasti akan di tertawakan, apa lagi menceritakan dia di keroyok anak SMA. Sangat lucu sekali rasanya, tanpa terasa bibir David mengembang.


Tok tok tok


Ceklek!


Pintu di buka, Imelda masuk dan memberitahu kalau Mr. James sudah memasuki lift dan menuju ke ruangannya.


"Kita menyambut Mr. James, Imelda." kata David bersiap.


Dia merapikan jasnya, tak lupa merapikan juga dasinya yang sedikit berantakan. Setelah selesai, dia pun keluar. Di susul oleh Imelda di belakangnya, menutup pintunya dan menuju depan lift. Menunggu Mr. James keluar dari dalam lift bersama asistennya.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2