Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
65. Sikap Masa Bodo Kania


__ADS_3

Kania sedang bersih-bersih kamar Nathalie, dia membersihkan dengan teliti. Karena jika tidak teliti, dia yang akan di marahi dan kembali dari awal membersihkan kamar Nathalie..


Sebenarnya Kania kesal sekali bekerja dengan Nathalie, tapi dia harus menyelesaikannya. Apa lagi uang gajiannya selalu telat, jika tidak di tegur olehnya maka Nathalie pura-pura tidak tahu.


Belum lagi sekarang ayahnya semakin memburuk keadaannya, hanya beda kota saja antara rumah Nathalie dan Kania. Cukup naik dua angkot dan jalan kaki masuk gang, di sana rumah ayahnya Kania.


Kriiikng


Suara ponsel Kania berdering, dia mengambil ponselnya dan melihat nama ayahnya menelepon.


"Ya yah, ada apa?" tanya Kania.


"Obat ayah sudah habis, Kania. Tapi ayah bisa bertahan kok untuk dua hari jika kamu belum ada uang untuk beli obat ayah. Uhuk! Uhuk!" kata ayah Kania.


"Memang sudah habis ya yah?"


"Iya, dari kemarin sebenarnya. Tapi ayah takut kamu belum gajian, jadi ayah pikir nanti saja bilang sama kamunya."


"Ya sudah, nanti Kania minta gajinya sama nona Nathalie. Sekarang dia ada di Singapura, jadi belum bisa gaji Kania secepatnya yah." kata Kania.


Dia kasihan sama ayahnya itu, belum lagi harus mengurus diri sendiri di rumah. Kadang memang dia seminggu sekali bisa pulang, tapi tidak bisa lama. Hanya mengontrol keadaan ayahnya saja, itu pun kadang Nathalie pulang secara mendadak dan menyuruhnya kembali ke rumahnya.


"Ya sudah, ayah tunggu kamu saja."


"Iya yah, maaf kalau beli obatnya telat." kata Kania.


"Tidak apa-apa. Uhuk! Uhuk!"


Klik!


Kania memasukkan lagi ponselnya, dia diam sejenak. Bagaimana caranya meminta gajinya pada Nathalie. Dia lalu meneruskan pekerjaannya, dan terdengar lagi ponselnya berbunyi. Kania menjawabnya langsung.

__ADS_1


"Halo?"


"Aku sudah transfer uang gajimu. Ambil sana mobilnya, bayar mobil di bengkel." kata Nathalie.


"Maaf nona, uangnya mau kupakai untuk beli obat ayahku." kata Kania.


"Aku tidak peduli, cepat kamu ambil mobilnya di bengkel. Juga tanyakan pada pengacara Yudha, bagaimana perkembangan kasusku itu." kata Nathalie lagi dengan ketus.


Kania memejamkan matanya, dia sudah malu sekali dengan Yudha. Bagaimana bisa dia harus mempermainkan pengacara terkenal itu, menyelesaikan kasusnya. Dia benar-benar kesal sekali dengan sikap Nathalie yang seenaknya saja.


"Terserah nona saja, saya sudah malu dengan pengacara Yudha. Dia berpikir saya main-main dengan kasus nona itu, aku tidak mau menemui pengacara Yudha lagi." kata Kania sangat kesal sekali.


"Ooh, jadi kamu mau ayahmu aku laporkan balik hah? Aku ada buktinya untuk melaporkan ayahmu ke polisi, bahkan aku akan memenjarakannya hingga membusuk di penjara." kata Nathalelie.


"Nona Nathalie! Saya sudah sabar dengan apa yang nona lakukan, tapi maaf. Kali ini aku tidak mau lagi menghubungi pengacara itu, jika nona mau menyelesaikannya tolong bertemu sekali saja dengan pak Yudha. Dia juga akan mengerti jika nona tidak harus terus bertemu dengannya. Hanya saja bertemulah sekali saja, saya akan menghubunginya jika nona punya jadwal kosong." kata Kania mencoba meluluhkan Nathalie yang keras kepala itu.


Dia gadis yang sangat berat sekali membantu orang lain, bahkan hanya bisa mengatur saja. Membuat Kania jadi kerepotan dengan tingkah dan kemauannya.


Klik!


_


Teleponnya berbunyi, Yudha mengambilnya dan menjawabnya tanpa melihat nama siapa yang meneleponnya karena dia serius memeriksa berkasnya.


"Halo?"


"Halo pak Yudha, ini dari bengkel servis mobil. Yang empat hari lalu anda menelepon ke bengkel kami, mobilnya sudah selesai. Belum di ambil, bagaimana ini? Apa pak Yudha bisa mengambilnya." tanya pegawai servis mobil.


Yudha menerutkan dahinya, dia lupa memberitahu Kania kalau mobilnya sudah selesai.


"Baiklah, nanti saya kasih tahu orangnya ya. Tunggu saja nanti orangnya akan kesana mengambil mobilnya." kata Yudha.

__ADS_1


"Baik pak Yudha."


Klik!


Yudha pun meneruskan pekerjaannya. Beberapa hari dia sangat sibuk, melupakan kasus yang di minta oleh Kania tentang masalah Nathalie. Dan Nathalie tetap tidak mau menemui Yudha, bahkan Kania sendiri sudah tidak peduli.


Namun, kembali penggemar Nathalie pun meneror lagi dengan foto-fotonya yang sedang berlibur di Singapura dengan kekasihnya di kirim lagi ke ponsel Nathalie. Membuat gadis model itu kesal sekali.


"Kaniaa!" teriak Nathalie.


Kania mendekat pada Nathalie, dia begitu santai karena gadis itu sudah biasa memanggilnya dengan berteriak.


"Ada apa?" tanya Kania.


"Aku sudah bilang kan di telepon sewaktu masih di Simgapura. Kamu lupa?" tanya Nathalie dengan marah.


"Lupa apa?" tanya Kania berpikir, apa yang di katakan Nathalie.


"Eergh! Aku bilang kamu cepat tanyakan sama pengacara Yudha dengan kasusku? Orang itu menerorku lagi, dia harus di selidiki Kania!"


"Nona, coba anda sewa dekettif saja. Apa maunya dia terus meneror nona terus, biar sekalian dapat keterangan dari peneror itu apa maksudnya dia seperti itu." kata Kania memberi usul.


"Jangan banyak orang yang tahu, cukup pengacara Yudha saja. Dan kamu selesaikan segera." kata Nathalie berlalu dari hadapan Kania


Kania menarik nafas panjang, dia benar-benar bingung dengan sikap Nathalie yang semaunya saja. Kania pun berlalu juga, dia meneruskan pekerjaannya. Tidak mau ambil pusing dengan masalah Nathalie itu.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2