Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
33. Saling Cerita Masa Lalu


__ADS_3

"Seruni."


"Ya?"


"Jadilah keksihku." ucap Jho dengan menggenggam tangan Seruni.


Seruni diam, dia menatap Jho. Meneliti apakah ucapan Jho itu benar, ada binar harapan di mata Jho. Seruni menunduk lalu menghela nafas panjang. Dia bukannya tidak suka, tapi dia belum mengenal lebih jauh siapa Jho itu. Mereka dekat juga melalui telepon saja, dan pertemuannya sekarang itu pertemuan keempat kalinya.


Jadi, wajar saja Seruni ragu dengan ucapan Jho itu. Jho mendekati Seruni yang menghadap pantai, menatap langit jingga yang kini mulai hilang setelah sunset terlewati. Jho menatap Seruni dari samping, dia tahu gadis itu ragu padanya. Ragu dengan ucapannya itu, tapi dia benar-benar mengucapkan itu dari dalam hatinya.


"Apa yang kamu ragukan dari ucapanku?" tanya Jho.


"Tuan Jho, apa kita sepadan? Anda siapa? Selama ini aku belum pernah mengenal anda, kita bertemu juga baru empat kali kan? Jadi, di mana rasa ketertarikan anda padaku?" tanya Seruni.


"Kamu tahu, sejak aku melihatmu pertama kali dj kelab malam malam itu. Aku merasa suka sama kamu, dan kebetulan sekali kamu pelayan di kafe itu. Aku sudah merasa senang bisa melihatmu lagi. Sahabat-sahabatku waktu itu juga mendukungku, jadi aku beranikan diri mendekatimu." kata Jho menjelaskan pertemuan pertama mereka.


"Tapi anda belum tahu siapa aku, dan aku juga belum tahu siapa anda tuan." kata Seruni masih tetap ragu.


"Apa yang membuatmu ragu lagi? Apa aku harus cerita siapa aku?"


"Ya, aku harus memastikan semuanya kalau anda tidak punya kekasih pertama atau pun istri pertama. Karena aku tidak mau jadi pelakor, meskipun aku suka pada ...." ucapan Seruni terputus, membuat Jho tersenyum.


"Pada siapa?"


"Emm, tidak."


"Jangan mengelak. Katakan, pada siapa?"


"Padamu." jawab Seruni menunduk malu, membuat Jho semakin percaya diri bahwa dia akan mendapatkan Seruni.


Dia lalu memeluk Seruni dari belakang, diam ingin merasakan detak jantungnya yang berdetak kencang. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Seruni diam saja. Dia merasa bodoh dengan ucapannya tadi. Tapi meskipun begitu, Seruni tetap masih ragu.


"Aku belum jujur dengan statusku saat ini. Statusku saat ini duda, aku tidak punya kekasih atau istri pertama. Istri pertama selingkuh dengan mantan pacarnya dan pergi dengannya, lalu aku memceraikannya. Ada pertanyaan lain?" tanya Jho masih memeluk Seruni dari belakang.


Karena Jho dan Seruni hanya sebatas dagu Jho tingginya. Membuat Seruni tidak bisa bergerak, entah siapa yang lebih posesif dalam bersikap.


"Kamu duda cerai?" tanya Seruni.

__ADS_1


"Ya. Kenapa? Kamu keberatan dengan statusku?"


"Tidak. Hanya saja ..."


"Apa?"


"Kamu punya anak?"


"Belum, aku ingin punya anak denganmu." jawaban Jho membuat Seruni kembali merona.


"Tapi, apakah keluargamu tahu jika kamu datang menemuiku?" tanya Seruni, entah kenapa dia sangat ingin tahu tentang Jho lebih dalam.


"Kedua orang tuaku sudah meninggal." ucap Jho.


"Ooh, maaf kalau begitu. Aku turut berduka, berarti kamu yatim piatu."


"Ya. Jadi kamu bebas tanpa ada yang mengganggu jika nanti kelak jadi istriku." kata Jho.


"Kamu bekerja di mana?" tanya Seruni.


"Tapi ini kan malam Minggu, tentu saja tidak ada yang mencegahmu tidak bekerja." kata Seruni.


"Hahah! Pintar kamu."


"Emm, tuan Jho."


"Ya?"


"Kamu tahu siapa saya?" tanya Seruni.


"Belum tahu siapa kamu. Makanya aku ingin tahu siapa dirimu." kata Jho.


"Saya ini gadis biasa, bukan orang kaya. Saya merantau ke Bali untuk cari kehidupan yang layak. Kedua orang tuaku tidak bisa menyekolahkanku sampai perguruan tinggi. Aku hanya lulus SMA dan bekerja juga hanya sebagai pelayan kafe." kata Seruni melepas pelukan Jho dari belakang.


Meski dia merasa senang, tapi ada bauknya Jho harus tahu siapa dirinya. Bukan anak orang kaya, sangat jauh sekali strata sosial antara dirinya dan Jho. Dia takut jika bersama Jho di sangka ingin hidup mewah. Kedua orang tuanya juga akan terkejut dia mendapatkan Jho yang sangat kaya raya.


"Aku tidak peduli dengan anggapan orang, Seruni. Semua orang berhak mendapatkan cinta, aku jatuh cinta sama kamu. Dan aku ingin mendapatkanmu. Apakah itu tidak cukup bahwa cinta tidak memandang segalanya?" kata Jho.

__ADS_1


"Aku hanya takut saja, di kira hanya menginginkan hartamu atau statusku berubah." ucap Seruni lagi dengan lirih.


Karena dia pernah punya pengalaman, pernah merasa suka dengan teman sayu kelasnya dulu di SMA. Dan dia dekat dengan teman laki-laki itu yang memang paling kaya di antara teman sekolahnya. Ibu laki-laki itu mengetahui kalau dia dekat dengan anaknya, maka dia di caci maki. Bahkan di rendahkan.


Menuduhnya hanya ingin dekat anaknya untuk mendapatkan harta dan pengakuan sosial karena ibu dari teman laki-lakinya itu tahu bahwa dia anak orang biasa saja. Seruni menceritakan semua itu pada Jho, agar dia tahu bahwa dirinya tidak akan berani mencintai orang kaya.


"Emm, kamu mau mendengar tentang mantan istriku?" tanya Jho, Seruni menatap Jho ragu. Namun akhirnya mengangguk.


"Dia memang dulu istriku yang aku cintai, dua tahun menikah merasa bahagia. Tapi ternyata dia selingkuh di belakangku, bahkan dengan berani berselingkuh di rumahku sendiri dengan mantan kekasihnya yang baru pulang dari luar negeri. Itu sangat jahat sekali kan? Dan menyakitkan sekali bagiku. Dia memanfaatkanku, selalu mengirim uang pada selingkuhannya dan juga mencuri mobilku. Bahkan dia meminta usaha milikku. Karena aku muak dengannya jadi kurelakan dia mendapatkannya satu usahaku." kata Jho mengingat pahitnya pernikahannya dulu.


Kali ini dia mencintai orang yang menurutnya tepat, meski Seruni bukan gadis seperti dirinya yang mempunyai kekayaan melimpah. Perusahaannya sedang bagus. Tapi dia akan melindungi Seruni jika ada gosip apa pun tentangnya.


"Seruni, maukah kamu jadi kekasihku, sekaligus jadi istriku kelak?" tanya Jho sekali lagi.


Karena Seruni juga merasa miris juga dengan kehidupan rumah tangga Jho setelah dia bercerita. Seruni menunduk, merasa malu dan masih merasa rendah diri.


"Kamu jangan khawatir, aku akan selalu melindungimu jika ada yang mengganggumu nanti. Aku juga akan menemui kedua orang tuamu, jadi apakah kamu bisa menjawabnya sekarang?" tanya Jho lagi.


"Emm, apa boleh jawab nanti saja?"


"Tidak. Besok aku harus kembali ke Jakarta, jangan membuatku menunggu lama." kata Jho.


"Ish, itu namanya memaksa."


"Biarin, aku memaksamu. Tapi kamu mau kan?"


"Emm, ya." jawab Seruni menunduk.


Jho menarik dagu Seruni, menatap wajah manisnya dan tersenyum. Wajahnya dia dekatkan, bibirnya menyentuh bibir mungil Seruni. Mengecup dan mengulumnya lembut, tapi Seruni segera mendorongnya. Wajahnya memerah lalu berbalik ke arah pantai lagi.


Jho senang, dia kini sudah mendapatkan gadis pujaan hatinya. Seruni ternyata mau menerima lamaran cintanya, bahkan mereka baru mengenal. Tapi itu tidak mengapa bagi Jho, dia percaya Seruni gadis yang berbeda dari mantan istrinya dulu.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2