
Nathan menyiapkan libur akhir tahun ke Lombok bersama istri dan juga keempat sahabatnya. Nayra sudah menyiapkan dua koper untuk liburan. Lusa Nathan dan semua sahabatnya berangkat ke Lombok.
Liburan kali ini mereka pergi ke Lombok. David akan menembak Lea, dan Yudha sudah melamar Kania. Jadi dia menunggu pernikahan setelah liburan akhir tahun. Meski enaknya menikah lebih dulu baru liburan, tapi sahabat-sahabatnya mencegah Yudha agar tidak menikah lebih dulu, tapi liburan dulu.
Kesal sebenarnya, tapi biarlah dia akan menikah secara diam-diam. Dan akan menikah tanpa di hadiri oleh sahabat-sahabatnya. Jadi, Yudha sedang menyiapkan pernikahan kecil. Hanya ijab kabul lebih dulu.
Dia meminta pada ayahnya Kania dan juga keluarganya agar menikah secara siri dan sepulang dari liburan, dia akan mengadakan pesta pernikahan besar. Seperti dulu.
"Nanti sahabat-sahabat kamu marah lho mas kalau ngga di undang." kata Kania.
"Biarin aja, mereka juga tega sama aku. Masa aku ngga boleh nikah dulu, kalau aku khilaf gimana? Kamu juga ngga mau kan aku mendahului minta jatah sama kamu?" kata Yudha.
"Ish! Memang hanya itu ya di pikiran laki-laki?" tanya Kania.
"Tentu saja, duda kalau sudah punya pasangan harus cepat menikahinya. Biar ngga kacau pikirannya. Kamu tahu, Nathan itu lebih tidak sabar dari pada aku." kata Yudha.
"Gimana ceritanya?"
"Istrinya itu baby sitter anaknya, dia melihat baby sitter cuma pakai handuk. Kebayangkan kalau laki-laki melihat itu, pikirannya kemana-mana. Dan yang jadi pusing itu kepala, karena tidak bisa menyalurkan hasrat." kata Yudha.
Kania merinding, dia beringsut menjauh duduknya dari Yudha. Pikirannya takut melihat duda sama halnya dengan Nathan. Yudha menoleh, heran dengan Kania yang menjauh duduknya.
"Kenapa menjauh?" tanya Yudha.
"Aku takut mas, kamu jadi khilaf." jawab Kania.
"Hahah! Untuk saat ini, aku masih tahan. Tapi tidak tahu kalau sudah menikah nanti." kata Yudha mengerlingkan matanya pada Kania.
Kania tersenyum saja, dia membayangkan nanti Yudha begitu agresif dan tidak akan melepaskannya nanti. Pundaknya bergidik, tapi dia tahu. Seorang laki-laki itu akan seperti itu setelah menikah nanti. Yang terpenting, Yudha mencintainya dan menyayanginya.
_
Jho sudah menjemput Seruni dari Bali, gadis itu meminta cuti selama satu minggu akhir tahun ini. Jho senang, akhirnya dia bisa liburan dengan Seruni. Di antara semua genk duda, hanya Jho yang masih sabar menunggu Seruni untuk menikah dengannya. Dia juga tidak terburu-buru untuk menikah cepat.
Sesuai dengan keputusan kedua orang tua Seruni, Jho menunggu dengan sabar. Karena memang hanya menunggu empat bulan lagi saja.
"Mas, kamu ngga apa-apa kan?" tanya Seruni, dia sudah merubah panggilan pada Jho.
"Kamu tanya apa? Aku ngga ngerti." kata Jho.
Mereka melakukan perjalanan udara, Jho menjemput Seruni dari Bali menuju Jakarta. Sebenarnya bisa saja dia langsung ke Lombok, tapi nanti terlalu lama di sana. Sedangkan berangkat ke Lombok menunggu tiga hari lagi.
__ADS_1
"Kenapa tidak dari Bali ke Lombiknya? Kan dekat." kata Seruni.
"Aku lupa ada pekerjaan yang belum selesai sayang. Maaf ya, aku kecepatan menyusul kamu. Aku benar-benar lupa, kalau tidak ada pekerjaan, lebih baik aku menginap di hotel di Bali dan langsung menyusul ke Lombok." kata Jho merasa kesal pada diri sendiri.
Karena terlalu bersemangat ingin menjemput Seruni, jadi dia lupa dengan pekerjaannya. Akhirnya repot sendiri, harus membawa Seruni ke Jakarta dan nanti kembali ke Lombok untuk liburan.
"Kamu sering seperti ini? Lupa pekerjaan?" tanya Seruni.
"Ngga juga, tapi aku terlalu bersemangat ingin ketemu kamu dan menjemput kamu." kata Jho melirik Seruni.
"Lain kali di pikirkan dulu. Jangan buru-buru dong." kata Seruni.
"Iya, nanti kalau kamu sudah jadi istriku. Kamu yang akan mengingatkanku, sayang." kata Jho mencium pipi Seruni.
Seruni diam saja, dia pun kini tersenyum. Sebentar lagi pesawat landing. Keduanya diam, memejamkan mata. Mencari kesempatan untuk tidur sejenak sebelum pesawat mendarat di bandara Suoekarno-Hatta.
_
Lea menyiapkan baju-bajunya beberapa. Tak lupa juga celana short untuk diving di laut. Katanya nanti akan menyelam di laut, melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang di lindungi oleh pemerintah setempat. Hanya boleh di lihat, tidak boleh di ambil.
"Kamu bawa apa aja?" tanya David.
"Aku ngga bawa baju banyak om, bajuku juga sedikit. Paling bawa kaos aja sih." jawab Lea.
"Ngga usah om, aku emang tidak suka terlalu banyak baju. Lagian kan cuma di rumah aja sepulang kuliah, ngga kemana-mana." kata Lea.
"Ngga apa-apa, kan buat kuliah juga. Atau nanti siang aku temani kamu beli baju?" tanya David.
"Eh, ngga usah om. Terima kasih banyak." kata Lea kembali menolak tawaran David.
Sesungguhnya dia benar-benar tidak mengerti semuanya. Menatap David, yang kini terlihat berbeda. Dari tatapannya, senyumnya dan sikapnya sangat berbeda padanya. Atau hanya perasaannya saja.
"Ada apa? Kamu menatapku seperti itu?" tanya David.
"Eh, ngga apa-apa om. Duh, kenapa aku ini ya." ucap Lea.
David tersenyum, dia lalu mengusap kepala Lea lalu pergi dari hadapan Lea yang masih bingung dengan pikirannya. David sendiri juga merasa gugup, dia tahan ingin mencium Lea secara tiba-tiba. Dia harus bersabar menunggu tiga hari lagi untuk menyatakan cinta pada gadis yang sekarang berusia sembilan belas tahun.
"Duh, aku ngga sabar ingin memeluk dan mencium gadis itu." gumam David menaiki tangga menunju kamarnya.
Menenangkan hatinya yang bergejolak. Dia mendapat telepon dari Nathan tiba-tiba.
__ADS_1
Tuuut
"Halo?"
"Lo di mana?"
"Di rumah, kenapa?"
"Kita ke rumah Yudha."
"Ada apa?" tanya David.
"Yudha memaksa!"
"Memaksa apa? Lo kalau ngomong ngga jelas deh." kata David kesal.
"Hari ini gue ke kantornya, dan kata sekretarisnya Yudha ngga masuk. Katanya mau melangsungkan nikah dulu sama Kania. Sialan dia, kenapa ngga ngasih kabar sih?!"
"Haish! Dia ternyata memang berniat ingin bulan madu ke Lombok itu ya. Ya udah, gue ke rumah Yudha. Lo sama siapa? Jho sama Dion gimana?" tanya David.
"Jho lagi menjemput Seruni, mungkin sore ini dia sampai. Jadi ngga bisa menghadiri Yudha, kalau Dion kemarin pergi ke kotanya. Katanya Ibunya sakit. Entah liburan ke Lombok dia bisa ikut atau tidak." kata Nathan.
"Ya udah, gue kesana sekarang." kata David.
"Oke, ketemu di rumah Yudha aja."
"Ya."
Klik!
David segera menuju kamarnya, hanya untuk mengganti baju lalu pergi lagi. Dia akan pergi ke rumah Yudha, yang akan melangsungkan pernikahan secara sembunyi, tanpa di ketahui oleh sahabat-sahabatnya.
Sahabat-sahabatnya hanya bercanda memaksaYudha untuk menunda pernikahan setelah liburan, namun kenyataannya Yudha memaksa mau memikah dengan Kania. Gadis yang dia kenal lewat skandal Nathalie itu.
"Dia benar-benar memaksa juga ya." gumam David.
Dia melajujan mobilnya keluar dari halaman rumahnya menuju rumah Yudha. Ada rasa kesal juga, namun dia mengerti kenapa Yudha melakukan itu. Sebagai seorang laki-laki normal akan tidak tahan dengan statusnya sebagai duda. Apa lagi sudah mempunyai pasangan, tentu ingin segera menikahinya dan tentu melakukan malam pertama panas dengan istrinya.
_
_
__ADS_1
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧