
Yudha terus mencari bukti-bukti dan fakta tentang Nathalie, model terkenal yang sedang naik daun. Kini Yudha bukan hanya tentang dia sebagai pengacara, tapi lebih pada membantu Kania yang telah di peralat oleh Nathalie.
Ada kejanggalan dalam kecelakaan itu, dari cerita ayahnya Kania kalau dia lebih dulu menabrak pohon. Bukan truk yang di bawa ayah Kania yang menabrak, tapi entah mungkin mobil Nathalie juga kecelakaan tunggal setelah truk ayah Kania menabrak beberapa menit kemudian.
"Tapi kenapa Nathalie minta ganti rugi pada ayahnya Kania?" gumam Yudha masih bingung dengan kecelakaan itu.
Satu-satunya yaitu dia harus mengetahui dan mencari tahu di tempat kejadian. Dia akan menyelidiki kesana dengan Kania, bila perlu ayahnya juga akan dia bawa kesana. Tapi waktunya belun bisa dia lakukan, karena saat ini dia sedang banyak laporan kasus dan meminta dia jadi pengacaranya langsung.
Tok tok tok
"Masuk!"
Pintu terbuka dan nampak Heri masuk lalu duduk di depan Yudha. Dia membawa beberapa berkas di tangannya, lalu menyerahkan pada Yudha.
"Ini yang saya temukan pak Yudha, anda bisa mengeceknya." kata Heri.
Yudha mengambil berkas yang di sodorkan Heri, dia membukanya dan banyak sekali memang foto-foto Nathalie dalam berbagai tempat dan kejadian. Salah satunya, Nathalie sedang berada di klub malam dan berjoget dengan mabuk-mabukan. Videonya juga ada di berkas tersebut.
Foto selanjutnya Nathalie di bawa oleh seorang laki-laki entah temannya ke hotel dalam keadaan mabuk. Foto selanjutnya Nathalie berada di pantai dengan berpakaian bikini sedang bermesraan dengan salah satu laki-laki lain dari foto sebelumnya.
"Hemm, jadi dia memang punya banyak skandal ya. Apa mungkin dia memang seorang play girl?" tanya Yudha.
"Itu bisa saja tuan, karena ada peristiwa di sebuah klub malam dia sempat cekcok dengan seorang wanita pengunjung klub malam tersebut yang tidak terima pacarnya itu di rangkul bahkan menggodanya. Dan mereka sempat berciuman di sana, ternyata perempuan kekasih laki-laki itu tahu dan mereka pun cekcok." kata Heri lagi.
__ADS_1
"Hemm, parah juga dia ya." kata Yudha.
"Bahkan banyak kalangan oknum polisi berpangkat tinggi pernah berkencan dengannya. Itu salah satu cara agar semua skandalnya di tutupi oleh polisi dan media tidak berani memberitakan skandalnya. Begitu juga ada beberapa pengacara ternama juga ada yang menutupi skandal Nathalie. Dia itu sangat liar jika di luar profesinya pak Yudha." kata Heri lagi.
"Ya, tapi dia pendiam dan tertutup. Hebatnya dia tidak pernah melakukan semua itu di rumahnya, hanya melakukan party saja dengan teman-teman sesama modelnya. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau Nathalie banyak melakukan skandal." ucap Yudha.
"Ya pak, dan kami belum menyelidiki orang punya nomor di dalam foto tersebut. Kemungkinan dia banyak tahu tentang skandal Nathalie itu." kata Heri lagi.
"Secepatnya cari tahu. Ajak dia bekerja sama, jika memang Nathalie perlu di usut dan masalahnya apa. Makakah benar dia juga menyimpan video tersebut, dan kalau bisa kamu memintanya." kata Yudha lagi.
"Baik pak. Saya permisi."
Heri keluat dari ruangan Yudha. Yudha kembali melihat-lihat foto buruannya itu, mencari sesuatu yang menarik untuk di jadikan ancaman. Tapi semuanya memang tidak ada yang bagus dalam foto tersebut, tapi cukup untuk bukti dan fakta yang akan dia jadikan ancaman.
Termasuk lama dan sabar Nathalie bekerja di rumah Nathalie. Kania orang yang sangat baik dan tidak menyimpan dendam apa pun. Yudha mengambil ponselnha, dia melihat foto Kania yang sempat dia ambil ketika sedang duduk dari jauh. Dia memotretnya.
"Dia cantik." gumam Yudha.
Akhirnya dia memghubungi gadis itu, namun sayang tidak tersambung. Yudha heran, kenapa tidak tersambung.
"Apa ponselnya mati?" ucap Yudha.
Tok tok tok
__ADS_1
Pintu ruangan di ketuk, langdung di dorong dan masuk sahabat-sahabat Yudha membawa beberapa tentengan makanan. Siapa lagi kalau bukan genk duda, Yudha tersenyum. Dia bangkit dari duduknya menuju sofa.
"Kalian tidak memberi gue kabar lebih dulu." kata Yudha.
"Ya, sengaja. Tapi gue tanya sama sekretaris lo itu, katanya lo ada di kantor." kata David.
"Hemm, ya. Akhir-akhir ini gue sibuk banget, ada kasus yang cukup rumit. Jadi gue harus menyelesaikannya secepatnya." kata Yudha.
"Masalah Kania?"
"Ya, dan juga ayahnya. Tentang kecelakaan dua tahun silam itu, menurut gue itu janggal. Jadi mau gue selidiki dan di usut tuntas." jawab Yudha.
"Terus, perkambangan lo bagaimana dengan Kania?" tanya Nathan mengunyah makanannya.
"Belum, gue belum bicara masalah itu. Gue mau menyelesaikan semuanya, ternyata Nathalie itu skandalnya banyak banget. Sering klubing, mabuk dan juga sering gonta ganti pasangan. Hidupnya liar sekali dia, tapi semuanya itu tertutup rapat. Aneh kan?" kata Yudha.
"Ya, aneh. Dia terkenal di media justru model yang pendiam dan juga, pintar. Makanya dia sangat di puja oleh penggemarnya. Jika skandal itu mencuat di permukaan, maka banyak pendukung Nathalie menyerang balik oada orang yang menyebarkan berita itu." kata Yudha.
Mereka mengobrol santai, hingga tak terasa sampai sore hari. Jika sudah mengobrol santai dan bergurau, mereka lupa waktu. Karena memang waktu seperti itu selalu di sempatkan bagi mereka di sela-sela pekerjaan yang sedang santai.
_
_
__ADS_1
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧