Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
92. Kania Hilang


__ADS_3

Ternyata, setelah makan malam itu Kania langsung tidur. Jadi Yudha tidak sempat mengeksekusi istrinya itu, ada rasa kesal sih. Tapi bagaimana lagi, mungkin Kania lelah.


Maklum saja, sejak menikah dia belum beristirahat dengan cukup. Ada saja yang di lakukan, dan malam harinya sebelum mereka berangkat liburan ke Lombok. Dia begadang dengan Yudha, menikmati malam pertama sebagai penagntin baru dan mereguk indahnya surga dunia.


Yudha ingin mengulangnya lagi di kamar hotelnya, tapi justru Kania tidur. Akhirnya dia pun keluar dari kamarnya dan membiarkan istrinya itu tidur pulas. Dia pergi ke kafe, menelepon Nathan apakah laki-laki itu selesai dengan hajatnya.


"Oke, gue kesana."


Klik!


Yudha menuju kafe di hotel itu, dia mencoba menghubungi yang lain. Setelah sampai Yudha memesan kopi saja, dia duduk sambil nemanikan ponselnya. Tak lama Nathan keluar dengan wajah ceria, lalu Jho.


Dia tidak melihat David bersama Nathan dan Jho. Yudha menyeruput kopinya.


"David mana?" tanya Yudha.


"Gue ngga tahu." jawab Nathan duduk dan memesan kopi juga.


"Ck, lo mana tahu sahabat lo sudah jadian." kata Jho.


"Eh, David udah jadian sama Lea? Dia sudah nembak?" tanya Nathan.


"Ya, mungkin mereka sedang jalan-jalan setelah makan malam tadi." kata Jho.


"Syukurlah, tapi dia masih lama kan nikahnya? Lea kan baru masuk kuliah." ucap Nathan lagi.


"Gue ngga tahu, bisa jadi dia cepat menikah."


Obrolan mereka kesana kemari, sampai tengah malam. Baru setelah merasa mengantuk, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk persiapan besok pergi diving.


_


Pagi-pagi Yudha kalut, dia bingung kemana istrinya itu pergi. Setiap kamar dia gedor dengan paksa, membuat penghuni kamar kesal sekali dengan tingkah Yudha itu.


"Lo kenapa sih gedor-gedor pintu kamar gue?!" tanya Nathan kesal, masih mengucek matanya.


"Lo tahu Kania ngga? Istri gue ngga ada di kamarnya. Gue bangun tidur dia ngga ada." kata Yudha masih panik dan khawatir.

__ADS_1


"Mana gue tahu, tanya yang lain. Gue mau tidur lagi, ngantuk!"


Brak! Pintu di tutup kasar, tapi Yudha menggedor lagi pintu kamar Nathan dengan keras.


Bruk! Bruk! Bruk!


"Apa sih?! Lo ngganggu tahu, Yudha!" teriak Nathan.


"Tolong gue, tolong cari Kania. Gue takut dia pergi sendiri terus pulang ngga tahu jalan." kata Yudha memelas.


Nathan mendengus kesal, dia melirik ke arah ranjangnya dan istrinya masih pulas tertidur.


"Pagi buta begini lo bikin orang susah aja." kata Nathan.


Dia akhirnya membantu Yudha mencari Kania keliling hotel. Bertanya pada satpam di depan dan juga pada resepsionis. Tapi jawaban mereka tidak tahu, Yudha semakin panik. Dia terus mencarinya, hingga Nathan menelepon David dan Jho untuk membantu Yudha mencari Kania.


"Apa di kamar Seruni atau Milea?" tanya Yudha.


"Ngga tahu, tapi mereka langsung masuk kamar tadi malam itu, lo kan tahu kalau mereka ngga keluar lagi. Dan lo masuk kamar sama istri lo kan?" kata Jho.


"Vid, semalam lo kemana?" tanya Yudha.


"Lo pasti tahu kemana Kania pergi. Atau jangan-jangan lo umpetin istri gue kan?!"


Kali ini Yudha menuduh David. David mendengus kesal, dia menatap Yudha dengan tatapan tajam.


"Gue tanya, lo pulang dari kafe jam berapa? Ada ngga istri lo di kamar?" tanya David.


"Ya ada, gue pulang ke kamar jam dua belas malam." jawab Yudha.


"Ya udah, berarti gue ngga tahu kemana istri lo pergi. Mungkin dia pergi dengan cowok lain." kata David.


"Jangan menuduh istri gue selingkuh!" ucap Yudha geram.


"Udah, kita tanya satpam di depan. Jangan ribut di sini." kata Jho.


"Udah gue tanyakan tadi sama Nathan. Coba kalian panggil kemari pasangan kalian. Jho, Seruni panggil kemari." kata Yudha masih tidak percaya kalau mereka tidak tahu di mana istrinya berada.

__ADS_1


Jho pun menghubungi Seruni, dia meminta Seruni ke lobi hotel. Begitu juga Nathan memanggil istrinya, juga David memanggil Milea datang juga ke lobi.


Tak lama, ketiga perempuan itu pun datang ke lobi. Masih ada yang memakai baju piama dan juga kaos saja. Mereka menatap perempuan-perempuan yang masih bermuka kasur itu.


"Seruni, kamu tahu di mana Kania?" tanya Yudha.


"Aku ngga tahu mas Yudha." jawab Seruni.


"Aku yakin kalian tahu di mana Kania berada. Atau di kamarmu atau di kamar Milea? Gue harus geledah kamar kalian." kata Yudha.


"Yudha, lo gila apa?" kata David.


"Iya, gue gila kemana istri gue pergi! Gue yakin kalian yang menyembunyikan istri gue!" kata Yudha.


Dia sadar karena ini mungkin saja dia di kerjai oleh sahabat-sahabatnya. Yudha lalu pergi ke kamar Milea lebih dulu, dia memeriksa ke semua tempat. Tapi tidak menemukan di mana Kania berada.


Setelah di kamar Milea tidak ada, kinj Yudha beralih ke kamar Seruni. Di kamar Seruni juga tidak menemukan siapa-siapa, dia lalu menatap sahabat-sahabatnya satu persatu.


Tidak ada kekhawatiran di wajah mereka dengan hilangnya Kania.


"Kalian sembunyikan di mana istriku?!"


Diam, tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba seseorang datang dengan wajah cerianya.


"Halo semua, kalian menunggu gue?" tanya seorang laki-laki yang ternyata adalah Dion.


Mereka menoleh dan menatap Dion yang tersenyum senang. Dia bingung dengan tatapan mereka ke arahnya.


"Ada apa ini?" tanya Dion bingung.


"Lo menyembunyikan istri gue kan?!"


"Apa?!"


_


_

__ADS_1


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


__ADS_2