Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
27. Gadis Yang Baik


__ADS_3

Setelah meeting dengan Mr. James selesai, kini David lega. Selama dua jam dia meeting dengan Mr. James, David merasa Mr. James sangat teliti dan rinci dalam memperhitungkan apa yang ada dalam kerja sama mereka. David berasa tertolong dengan Imelda, dia sangat lihai dalam menarik klien.


"Baiklah Mr. David, sekretaris anda memang sangat cerdas. Baiklah, saya percaya proyek ini saya serahkan pada anda Mr. David." kata Mr. James.


"Oh, terima kasih Mr. James. Kami akan bekerja dengan baik, jadi anda jangan khawatir. Kami juga akan membuat laporan secara berkala, dan di kirim ke email sekretaris anda." kata David.


"Hahah! Ya ya, saya percaya dengan anda. Karena saya melihat sekretaris anda sangat cekatan dan bisa di andalkan. Dia juga cerdas, jadi Mr. David jangan sia-siakan sekretaris anda itu." kata Mr. James.


"Tentu saja Mr. James. Dia aset berharga yang di punya perusahaan kami." kata David membuat Imelda semakin malu di puji terus.


David melirik Imelda yang merasa tersanjung dengan pujian klien satu itu. Memang pantas Imelda dapat pujian karena kinerjanya bagus. David juga memujinya, namun soal penampilan dia tidak bisa merubahnya.


Setelah selesai, Mr. James pun pergi dari raung meeting. Imelda mengantar klien dan asistennya itu sampai di depan lift. David sangat senang proyek kali ini akan berjalan dengan baik. Mr. James adalah klien David yang tidak di sangka mau bekerja sama dengannya, biasanya jika bukan yang benar-benar kompeten di bidangnya, perusahaan besar akan mempertimbangkannya bahkan menolaknya.


"Selamat tuan David, proyek kali ini kita dapatkan dengan kerja keras kita." kata Imelda ketika dia masuk lagi ke ruang meeting.


"Ya Imelda, ini juga berkat kerja keras kamu. Kamu tahu sendiri kan tadi Mr. James selalu memuji kamu." kata David.


"Hahah, itu hanya Mr. James yang terlalu berlebihan." kata Imelda merendah.


"Tapi kamu memang bagus kok kerjanya, bulan depan jika Mr. James mengucurkan dana untuk pembangunan proyek itu, saya akan kasih kamu bonus besar." kata David.


"Waah benar tuan David? Terima kasih kalau begitu." kata Imelda dengan senangnya.


"Kan belum, jangan berterima kasih sekarang. Dan kamu pantas kok mendapatkannya bonus dari perusahaan." kata David, Imelda hanya tersenyum saja.


"Ini sudah jam sebelas siang, tadi saya belum sarapan. Keburu berangkat ke kantor jadi tidak sempat sarapan." kata David.

__ADS_1


"Apa saya pesankan makanan tuan?"


"Tidak usah, saya keluar saja. Sekalian mau ke kantor Nathan, kamu kalau mau istirahat lebih awal juga boleh." kata David.


"Baik tuan David."


David merapikan berkas-berkasnya lalu keluar dari ruang meeting dan masuk ke dalam ruang kantornya. Setelah semua beres dan memgambil kunci mobil dan tasnya, dia segera keluar. Pergi ke kantor Nathan rencananya, tapi dia mau membeli jajanan dulu di warung pinggir jalan.


David tidak pernah malu beli makanan di pinggir jalan meski hanya beli siomay. Dan sekarang dia mau beli siomay saja dua bungkus untuk Nathan dan dirinya. Dia tahu sahabatnya itu sama dengannya, suka siomay.


_


Mobil David terparkir di tepi jalan, kebetulan dia membeli siomay dekat dengan sekolah SMA Budi Pekerti. Dia melihat anak-anak sekolah terlihat keluar dari gerbang sekolah. Dia melihat banyak anak-anak sekolah yang menyerbu pedagang siomay juga.


Banyak yang berdesakan membeli siomay, suara teriakan mereka sangat membuat David micingkan matanya dan menggeleng kepala.


"Bang, bungkus dua ya. Saya dulu." kata David.


"Iya, cepat ya." kata David.


David kembali duduk di kursi mobil, dengan membuka pintu mobilnya. Dia mengambil ponselnya, berniat untuk menghubungi Nathan lebih dulu.


Tuuut!


David menelepon Nathan, namun tidak juga di angkat. Dia menunggu dengan sabar siomay yang sedang di buat. Dia melihat gadis SMA yang tadi pagi dia tabrak motornya, David memandangnya. Dan bertepatan dengan gadis itu juga menatap David, beberapa detik keduanya saling menatap.


Namun, kini pandangan keduanya pun terputus karena gadis itu di hampiri oleh teman laki-lakinya dan pergi. David melirik jam di pergelangan tangannya, sudah pukul satu. Perutnya benar-benar sangat lapar karena sejak tadi pagi belum makan.

__ADS_1


"Bang, udah selesai belum siomaynya?" tanya David.


"Udah mas, nih semuanya dua puluh ribu." kata penjual siomay itu sambil menyerahkan bungkusan siomay.


David menyerahkan uang lima puluh ribu, menunggu kembalian dari pedagang itu. Setelah mengambil kembalian, dia langsung masuk ke dalam mobil. Menjalankannya dan melaju dengan tenanh, karena sudah keburu lapar. Siomay satunya dia makan di jalan sambil menyetir.


Sampai di lampu merah dia berhenti, memakan siomaynya dengan santai. Di depan mobilnya dia melihat motor di tumpangi dua anak SMA, satu perempuan berbonceng dengan laki-laki di depannya. Terlihat ada anak kecil yang sedang meminta uang pada gadis berbaju SMA itu.


David memperhatikan terus, awalnya gadis itu diam saja. Namun gadis itu pun merogoh saku bajunya dan menyerahkan uang lembaran sepuluh ribu pada anak kecil itu. Anak kecil itu seperti mengucapkan terima kasih berulang-ulang, namun gadis itu pun mengambil sesuatu dalam tasnya.


Ternyata botol air mineral kembali di serahkan pada anak itu. David tertegun, pemandangan langka di depan matanya. Dia kagum pada gadis berbaju SMA itu yang memberikan uang sepuluh ribu. Uang yang tidak besar bagi David, tapi bagi anak sekolah seperti itu sangat besar. Tapi dia rela memberikannya.


"Mulia sekali sifat gadis itu, tidak banyak para gadis memberikan uang pada pengemis. Dia tidak tahu kebanyakan yang memgemis meski anak-anak banyak yang di eksploitasi oleh orang tuanya. Tapi sepertinya anak tadi mungkin memang dia mengemis karena butuh uang." gumam David.


Lampu hijau pun menyala, David pun melajukan pelan mobilnya. Motor yang tadi berboncengan itu pun berjalan di depan mobilnya. Tak berapa lama, motor itu pun menepi di sebuah bengkel. David masih memperhatikan, dan melihat gadis itu melepas helmnya.


David terkejut setelah tahu gadis tadi adalah gadis yang tadi pagi dia tabrak motornya. Gadis tadi menuju bengkel yang ada motor yang dia tabrak. David berhenti, dia memperhatikan gadis itu yang duduk di bangku panjang.


Dia lalu melajukan mobilnya setelah melihat gadis itu memperhatikan mobilnya yang berhenti di depan bengkel. Dia merasa malu sendiri, ternyata motor gadis itu benar-benar di bawa ke bengkel.


"Jadi motonya benar-benar rusak karena di tabrak mobilku?" gumam David.


Dia merasa bersalah karena marah-marah pada gadis itu. Terlebih lagi dia melihat gadis tadi memberikan uang dan air mineral pada anak pengemis tanpa ragu.


"Jika bertemu lagi, gue akan minta maaf sama dia." ucap David, mobil terus melaju menuju kantor Nathan.


_

__ADS_1


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


__ADS_2