
Nathalie gelisah, dia benar-benar takut kalau semua skandalnya di ketahui oleh pengacara Yudha dan di sebarkan di media massa. Makanya dia selalu menyuruh orang untuk membuat teror berupa paket atau amplop berisi foto-foto Yudha.
Dia juga menyuruh orang selalu membuntuti Yudha kemana dia pergi. Meskipun begitu, dia tetap saja khawatir.
"Ada apa sayang? Kelihatannya kamu sedang gelisah." kata seorang oknum berpangkat di kepolisian yang sedang bersama Nathalie di sebuag hotel.
"Aku takut aja, pengacara itu akan terus mencari tahu tentangku semua." kata Nathalie.
"Tenang saja, aku akan membungkam mulutnya. Kamu kan sudah menerornya juga. Lalu, apa yang kamu khawatirkan?" tanya oknum polisi itu yang ternyata dia adalah orang yang di balik Nathalie.
Selalu mengintimidasi media massa agar jangan memberitakan keburukan Nathalie. Tentu saja para wartawan itu takut jika usaha di bidang pemberitaan dan infotainment di buat gulung tikar. Mereka lebih memilih memberitakan selebrita lain dari pada Nathalie, sang model terkenal itu.
Padahal hampir semua wartawan tahu jika Nathalie punya skandal banyak. Pernah dia datang ke klub malam dan mabuk, membuat onar di dalam klub malam itu. Pemilik klub malam menuntut Nathalie agar membayar kerugian yang di alami klub malam itu.
Tapi Nathalie punya oknum polisi yang saat ini sedang bersamanya. Dia melakukan intimidasi pada pemilik klub malam itu dengan menyuruh membayar uang keamanan dan juga mengancam agar tidak memperpanjang masalag Nathalie. Dia mengancam dengan menutup klub malam itu selamanya.
Kemudian akhirnya, pemilik klub malam itu pun diam. Tidak melanjutkan tuntutannya pada Nathalie untuk mengganti rugi apa yang di alaminya.
"Tapi dia masih saja mencari informasi tentangku, terutama masalah kecelakaan dua tahun lalu itu." kata Nathalie.
"Lalu, aku harus berbuat apa sayang?" tanya oknum polisi itu bernama Derdi berpangkat kombes pol di jajaran kepoliisan.
"Aku ingin dia diam saja, jangan terus mencari tahu apa pun tentangku. Tapi dia sepertinya bandel, aku jadi khawatir." kata Nathalie dengan wajah memelas.
"Uuh, kamu cantik banget kalau seperti ini." kata Derdi itu.
"Iih, aku serius bang. Aku takut aja, dia semakin nekat dengan terus menyelidikinya. Nanti karirku jatuh." kata Nathalie lagi.
"Iya sayang, nanti aku beresin. Kamu tenang aja, sekarang aku pengen main lagi sama kamu sekarang ya."
Nathalie tersenyum, kemudian dia menggoda Derdi dengan membuka semua pakaiannya. Tentu saja laki-laki hidung belang bahkan penuh skandal juga dengan artis dan model yang mau dia ajak pergi ke hotel. Mereka tahu kalau kombes pol Derdi itu punya istri cantik juga, tapi demi uang dan juga keamanan dirinya dia mau melakukan apa pun dengannya.
_
Secara diam-diam Yudha mengunjungi tempat kecelakaan di mana ayahnya Kania dan Nathalie terjadi. Dia kesana tanpa Kania atau ayahnya, karena dia ingin semuanya aman dan bisa di ketahui secara langsung.
Dia menemui seorang laki-laki yang di sangka jadi saksi pada kecelakaan itu. Heri sudah memberitahu kalau laki-laki itu yang melihat langsung kejadian waktu itu. Mungkin Nathalie tidak tahu kalau dia adalah saksi pada kejadian itu.
Tuuut.
Ponsel Yudha berbunyi, dia sedang menyetir sendiri pergi menuju lokasi kejadian dan akan menemui laki-laki yang ada dalam foto itu.
"Ada apa Heri?" tanya Yudha yang ternyata adalah Heri.
"Pak Yudha ada di mana? Apa sudah pulang?" tanya Heri.
"Aku menuju daerah lokasi kecelakaan itu. Kenapa memangnya?" tanya Yudha.
__ADS_1
"Hati-hati pak Yudha, kepoliisan di sana sudah menutup kasus itu. Jadi pak Yudha jangan sampai mencolok ketika berkunjung ke rumah orang itu." kata Heri lagi.
"Ya baiklah, aku kesana sendirian. Tidak dengan Kania dan ayahnya, jadi kurasa akan aman. Kamu tenang saja, aku bisa jaga diri." kata Yudha.
"Kalau begitu, saya akan selidiki lagi masalah mobil Nathalie yang tertabrak itu. Kemungkinan mobilnya di beli sama sesama artis dan di modifikasi." kata Heri.
"Baguslah, kamu sudah mendapatkan titik terang?"
"Sedang mencari alamat rumah yang membeli mobil Nathalie." kata Heri.
"Ya, kamu terus cari tahu semuanya. Apa pun itu, bila perlu cari juga orang untuk mengawasi Nathalie."
"Ya pak Yudha, oh ya. Kurasa nona Kania juga harus berhati-hati, karena mungkin saja mereka akan mencelakai nona Kania. Saya pernah melihat ada yang membuntutinya, dan dia tidak tahu kalau ada orang yang mengikutinya." kata Heri lagi.
"Ya, aku akan memastikan dia juga. Terima kasih atas kerjanya, Heri. Nanti aku transfer uangnya."
"Tidak usah pak Yudha, kan sudah dari kantor juga gaji saya di kasih."
"Tidak, ini sebagai ucapan terima kasih kamu sudah berusaha untuk membantuku, juga tim cyber dan hacker sekalian kamu kasih uangnya."
"Ya, terima kasih pak Yudha."
Klik!
Yudha menutup sambungan teleponnya dengan Heri. Dia lalu menelepon Kania, dia takut Kania jadi sasaran dari Nathalie.
Tuuut.
"Dia sedang menelepon siapa ya?" gumam Yudha.
Sekali lagi dia menghubungi Kania, tapi masih sibuk. Yudha gelisah, siapa yang di telepon oleh Kania.
Tuuut
Yudha langsung menjawab teleponnya.
"Halo, Kania."
"Ada apa mas Yudha?"
"Kamu sibuk banget di telepon. Kamu menelepon siapa?" tanya Yudha.
"Nona Nathalie, mas Yudha." jawab Kania lirih.
"Nathalie? Dia mau apa meneleponmu?" tanya Yudha.
"Katanya mau bertemu denganku."
__ADS_1
"Kapan? Mau apa dia?"
"Besok siang, jam makan siang. Entah dia mau apa." jawab Kania.
"Ooh, shiiit!"
"Kenapa pak Yudha?"
"Tidak, kalau bisa jangan bertemu dengannya Kania."
"Tapi nona Nathalie katanya hanya mau minta maaf."
"Jangan percaya sama dia, kamu sendiri kan di hina sama dia. Kenapa dia mau bertemu denganmu? Ini pasti jebakan Kania.
"Aku tidak tahu, mas Yudha. Tapi dia seperti mengancam kalau aku tidak datang, akan datang ke rumahku."
"Ya ampun. Ya sudah, besok tunggu aku sebelum ketemu dengan Nathalie." kata Yudha.
"Iya mas. Maafkan aku."
"Kenapa kamu minta maaf?"
"Karena aku mas Yudha jadi berurusan dengan Nathalie."
"Jangan pikirkan itu, aku tulus membantumu. Dan kamu beium tahu kalau semua yang Nathalie melakukan penipuan sama kamu."
"Penipuan apa?'
"Nanti aku ceritakan, aku belum menceritakannya sama kamu. Aku sedang menuju daerah di mana kecelakaan itu terjadi, kamu tunggu hasil dari pencarianku selama ini. Aku akan bongkar semuanya nanti." kata Yudha lagi.
"Baiklah, terima kasih mas Yudha mau membantuku sejauh ini."
"Ya, yang penting kamu baik-baik saja Kania. Karena aku khawatir sama kamu." kata Yudha.
Tidak ada tanggapan dari Kania, Yudha pun diam saja. Dia berharap apa yang di lakukannya pada Kania, Kania tahu itu adalah perhatian Yudha untuknya.
"Aku tutup teleponnya, mas Yudha."
"Ya."
Klik!
_
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
__ADS_1