Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
52. Pengagum Rahasia


__ADS_3

"Ayo menikah, Nayra." kata Nathan dengan penuh keyakinan.


"Eh?"


"Ya, aku ingin menikahimu. Ayo kita menikah." kata Nathan lagi.


Dia menatap Nayra dengan lembut lalu mencium bibir mungil milik Nayra kembali. Nayra tidak menolak, hanya ragu dia membalas ciuman majikannya itu. Tapi rupanya Nathan terus memaksa masuk lidahnya, dan akhirnya Nayra pun terbuai.


Setelah merasa cukup, Nathan melepas ciumannya. Menatap kembali Nayra yang berwajah polos tanpa make up. Dia suka Nayra seperti itu, dan itu baru dia lihat sekarang. Rasanya sudah cukup baginya sendiri.


"Kamu mau kan menikah denganku?" tanya Nathan lagi.


"Apa alasannya mau menikahiku tuan?" tanya Nayra.


Meski dia tadi tidak menolak ciuman Nathan, tapi dia ingin tahu kenapa Nathan tiba-tiba ingin menikahinya.


"Emm, kenapa anda ingin menikahiku tuan Nathan?" tanyq Nayra.


"Aku suka padamu, aku cinta kamu." jawab Nathan cepat, masih menatap manik kedua mata Nayra.


Membuat Nayra terpaku, dia pun menatap balik Nathan. Memastikan bahwa ucapan sang majikan benar adanya.


"Bukan karena aku akan terus jadi babysitter Kevin?" tanya Nayra.


"Tidak, aku memang mencintaimu. Meski ini terlalu cepat, tapi sungguh aku mencintaimu." kata Nathan lagi meyakinkan Nayra.


Nayra tersenyum, lalu menunduk. Dadanya juga berdebar saat Nathan masuk ke dalam kamarnya. Rasa malu ketika ingat dia kepergok hanya memakai handuk saja. Apa karena melihatnya memakai handuk, sehingga pikiran Nathan seperti itu.


"Saya malu tuan." kata Nayra.


"Malu kenapa?"


"Emm, saya kaget saja. Setelah anda melihat saya tadi di kamar Kevin, saya sangat malu. Dan saya berpikir, apa karena melihat saya seperti itu. Anda jadi menginginkan menikah dengan saya dan tiba-tiba mengatakan mencintaiku." kata Nayra, membuat Nathan tertegun.


"Tidak, sejak dulu aku memikirkanmu. Tapi aku mencoba menepis semuanya, meski mama selalu menyuruhku untuk segera menikah dengamu. Tapi sekarang aku yakin, kamu yang aku inginkan. Dan aku cintai." kata Nathan meyakinkan Nayra, agar tidak ragu dengan ucapannya tadi ingin menikahi Nayra.


Nayra duduk di sisi ranjangnya, dia menghela nafas panjang. Ada kebahagiaan dalam dirinya ketika mendengar Nathan seperti itu, itu keinginannya. Dia masuk ke rumah Nathan dan menjadi babysitter anaknya, itu sangat bahagia baginya.


Tapi Nayra sungguh tulus menjaga anak Nathan itu, tanpa mengharapkan Nathan menyukainya. Tapi sekarang, dia bahagia.


"Kamu mau ya?" tanya Nathan tidak sabar menunggu jawaban Nayra.


"Ibu anda bagaimana?" tanya Nayra ragu.


"Kan tadi sudah aku bilang, mama malah menyuruhku menikahimu. Jadi, aku sudah mendapatkan restu dari mama. Tinggal kamu yang belum menjawab pertanyaanku ini." kata Nathan ikut duduk di sebelah Nayra.


"Bisa aku pikir dulu?"


"Untuk apa di pikir lagi? Kamu ragu?"


"Tidak.".


"Lalu? Kenapa harus di pikir lagi. Padahal tadi kamu membalas ciumanku." kata Nathan, membuat wajah Nayra memerah.


Nayra menunduk, malu dengan ucapan Nathan itu. Sedangkan Nathan tersenyum puas membuat wajah Nayra memerah.


"Jadi, maukan menikah denganku?" tanya Nathan, dan Nayra pun mengangguk pelan.


"Terima kasih. Sini, aku peluk kamu." kata Nathan menarik tubuh Nayra.


Rasanya sudah cukup penantian Nayra, juga Nathan cukup untuk mencari pengganti ibu dari anaknya. Nayra memang cocok, dan dia juga suka pada Nayra.


"Apa anda sudah makan?" tanya Nayra.

__ADS_1


"Kenapa panggilnya formal begitu?" tanya Nathan.


"Belum terbiasa. Aku malu."


"Biasakan. Aku calon suamimu, panggil abang aja. Kikan juga kalau panggil aku abang kok." kata Nathan.


"Kenapa harus panggil abang?"


"Karena aku suka, apa lagi yang manggil kamu." kata Nathan melepas pelukannya dan kembali mencium Nayra.


Dia mendorong tubuh Nayra di ranjangnya, mencium lebih dalam. Awalnya Nayra tidak sadar, tapi ketika tangan Nathan sudah turun ke bagian lehernya. Lalu turun lagi di dadanya, dia pun kaget. Nayra mendorong tubuh Nathan dengan kuat, membuat Nathaj juga kaget.


"Kenapa?"


"Aku ngga mau melakukannya sebelum menikah." kata Nayra berusaha duduk kembali.


Tapi di dorong kembali oleh Nathan, Nayra mendorong lagi dada Nathan hingga laki-laki itu terjungkal miring ke samping. Dia tertawa lepas, sedangkan Nayra wajahnya cemberut.


"Hahah!"


"Sana keluar dari kamarku." ucap Nayra.


"Tidak mau!"


"Ish! Cepat keluar sana!" kata Nayra menarik tangan besar Nathan.


Tapi justru dia yang jatuh di tubuh Nathan, mereka pun saling tatap. Lalu tersenyum malu, kemudian tertawa bersama.


"Aku hanya ingin memelukmu. Sini, tidur di sampingku." kata Nathan menepuk kasur di sampingnya.


"Nanti kebablasan."


"Tidak. Ayo sini tidur di sampingku, kita latihan tidur bersama." kata Nathan lagi.


"Ngga!"


"Ngga!"


Bug!


"Aauw! Kenapa menarikku."


"Sudah aku bilang, aku tidak akan melakukan apa pun sama kamu. Aku ingin memelukmu." ucap Nathan.


Rasanya bahagia sekali bisa bercanda dengan Nayra yang malu-malu. Dia benar-benar merasakan hal yang berbeda dengan Nayra. Cinta memang aneh, terkadang orang di dekat kita yang tidak di sadari dialah yang jadi kebahagiaan selanjutnya.


Nathan memeluk Nayra dari belakang, karena Nayra tidak mau Nathan melakukan lebih dari itu sebelum menikah. Dia memegang teguh itu, menjaga kehormatannya untuk jodohnya nanti. Meski dia juga mencintai Nathan sejak dulu, tapi tetap saja tidak akan menyerahkan apa yang dia miliki satu-satunya yang paling berharga.


"Aku belum pernah tahu di mana rumahmu." kata Nathan masih memeluk Nayra dari belakang.


"Tidak jauh, dari rumah ibumu." jawab Nayra.


"Apa? Kok aku tidak pernah tahu." ucap Nathan heran.


"Karena kamu tidak pernah mau tahu aku, dan aku ...." kalimat Nayra terputus.


"Kenapa?"


"Aku pengagum rahasiamu." jawab Nayra dengan senyum malunya.


Meski Nathan tidak tahu dia sedang malu, tapi Nathan tersenyum senang.


"Jadi kamu pengagumku? Sejak kapan?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Sejak kuliah." jawab Nayra.


"Kuliah?"


"Ya, sejak kamu kuliah dan sering bawa teman-temanmu itu ke rumah. Aku selalu melihatmu dari jauh, sejak itu aku suka sama kamu." kata Nayra.


"Hemn, jadi kamu pengagum rahasiaku sudah lama ya. Berarti sebelum aku menikah."


"Ya. Setelah kamu menikah, aku patah hati. Dan pergi kuliah keluar kota, untuk melupakanmu. Lama aku di sana, sampai aku dengar dari mamaku kalau kamu sudah bercerai. Tapi aku tidak berani pulang, karena kupikir mungkin kamu akan kembali lagi sama mantan istrimu." kata Nayra bercerita.


Nathan mengeratkan pelukannya, jadi selama ini ada yang mencintainya diam-diam. Bahkan dia adalah tetangganya, dia tidak tahu Nayra itu tetangganya dulu.


"Kamu tinggal di rumah sebelah mana, rumah mama?" tanya Nathan.


"Di samping rumah tante Ida." jawab Nayra tersenyum malu.


"Jadi kamu anaknya tante Manda?"


"Ya."


Nathan membalik tubuh Nayra untuk menghadapnya. Dia tidak percaya, gadis kecil dulu pernah dia lihat terus dari jalanan itu adalah Nayra, anaknya tante Manda.


"Jadi kamu gadis kecil yang sering di ajak jalan sama mama kamu ke taman?"


"Iya, aku tidak terlalu ingat waktu itu. Tapi mama bilang ada anak laki-laki yang selalu melihatku." kata Nayra.


"Ooh, ternyata kamu. Terima kasih, kamu datang di kehidupanku." kata Nathan kembali memeluk Nayra, dia sangat bahagia.


"Apa yang kamu pikirkan waktu itu, melihatku ketika jalan-jalan di taman."


"Emm, selintas aja. Jika saja kelak kamu itu pacarku, aku akan selalu senang. Hahah!" ucap Nathan.


"Hanya pacar saja?"


"Karena aku juga masih kecil, mana bisa memikirkan menikah denganmu." kata Nathan, membuat Nayra pun tersenyum.


Benar juga, anak laki-laki masih kecil hanya bisa tahu pacaran. Bukan menikah.


"Jadi, kita memang jodohkan? Ayo kita menikah." kata Nathan lagi.


"Aku harus bilang dulu sama mama." jawab Nayra.


"Ya, besok kita ke rumahmu. Sepulang kerja, aku langsung ajak kamu pulang ke rumahmu." kata Nathan.


Nayra diam, dia membalas pelukan Nathan. Tangannya tidak sengaja menyentuh dengan keras bagian bawah Nathan yang sepertinya menegang.


"Auw! Nayra!"


Nathan bangkit dari tidurnya dan melepas pelukannya. Karena juniornya semakin menegang, dia memejamkan matanya dan menggeram. Membuat Nayra kaget dan bingung, apa yang salah?


"Ada apa?" tanya Nayra bingung.


"Besok aku akan menikahimu!" kata Nathan menahan gejolak di hatinya, nafasnya memburu.


Dia pun bangkit lalu melangkah keluar, membuat Nayra bingung. Kenapa Nathan begitu.


"Hei! Tidak bisa mendadak begitu!" teriak Nayra.


"Karena aku ingin memakanmu secepatnya!"


Brak!


_

__ADS_1


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


__ADS_2