
Satu minggu yang di berikan waktu Yudha untuk Nathalie datang ke rumah Kania dan meminta maaf pada ayahnya Kania tentang kejadian kecelakaan itu dan penipuan di rumah sakit. Tapi gadis model itu tidak juga menunjukkan itikad baiknya datang menemui ayahnya Kania.
Maka dari itu, Yudha pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Nathalie masalah kecelakaan dua tahun lalu. Dia akan membuka kasus itu, dia juga sudah mendapatkan bukti cctv dari dinas jasa marga yang memang di jalan bertikungan itu di pasang cctv.
Karena sering terjadi kecelakaan, jadinya pihak jasa marga pun memasang cctv. Dan Yudha berhasil mendapatkan bukti cctv tersebut, serta saksinya juga. Nathalie tidak mau mendatangi rumah Kania, justru dia mengatakan di akun sosial medianya mengatakan kalau dia tidak sudi datang pada orang yang membuatnya kesal.
Begitu kira-kira, jadi kesimpulannya Nathalie ingin berperkara dengan Yudha lagi.
"Dia memang perlu di jebloskan ke penjara." kata Yudha.
"Apa harus di penjara mas?" tanya Kania.
"Ya, biar dia kapok dan tidak sombong terus. Orang seperti Nathalie itu harus di beri pelajaran, agar kesombongannya itu tidak selalu dia tunjukkan pada orang di bawah dia." kata Yudha lagi.
"Tapi, bagaimana jika di penjara. Apa dia akan merasa marah? Atau menolaknya?"
"Tentu saja menolaknya, tapi semuanya akan menyadarinya. Tuntutannya tidak lama, mungkin satu tahun penjara, atau dua tahun. Aku tidak tahu." kata Yudha.
Kania diam, dia merasa kasihan pada mantan majikannya itu. Tapi memang gadis model itu harus di beri pelajaran. Banyak orang memanfaatkan kesusahan orang lain demi keuntungan pribadinya. Seperti Nathalie itu, dia terlalu sombong untuk mengakui dirinya bersalah.
Waktu terus berjalan, laporan Yudha tentang kecelakaan itu sudah memasuki tahap persidangan. Nathalie masih kekeh tidak ingin minta maaf, jadi persidangan pun di mulai. Semua berkas BAP di bacakan di depan sidang, ayah Kania dan juga Kania serta Yudha ada di sana.
Nathalie yang jadi pesakitan di depan hakim duduk dengan tenang. Entah apa yang di pikirkannya, dia sepertinya pasrah saja. Tidak sedikitpun menoleh ke arah Kania dan Yudha.
__ADS_1
Hakim menanyakan hal tentang kejadian dua tahun lalu, Nathalie menjawab dengan berbohong. Yudha masih memperhatikan setiap kali jawaban Nathalie itu, dia mencatat dan mendiskusikanya dengan ayah Kania.
"Baiklah, sepertinya nona ini banyak sekali menjawa pertanyaan tidak sesuai dengan BAP yang di laporkan." kata hakim.
"Karena saya tidak melakukannya yang mulia." jawab Nathali.
"Yang mulia, izin saya menghadirkan saksi-saksi." kata Yudha.
"Ya, silakan."
Lalu Yudha menghadirkan saksi-saksi dan bukti cctv untuk nanti di tampilkan di ruang sidang. Nathalie tidak mau di dampingi oleh pengacara, dan memang dia pasrah saja ketika hakim memberikannya vonis atas tuduhannya telah menipu dan memeras ayah Kania. Jadi dia langsung di beri hukuman satu tahun penjara dan denda seratus juta.
Hanya beberapa kali sidang dan itulah keputusannya. Yudha dan Kania lega Nathalie akhirnya bisa di hukum sesuai dengan tuntutan jaksa dan pengacara.
Polisi yang membawanya pun tidak mengizinkan para wartawan itu mewawancarai Nathalie. Nathalie yang meminta tidak mau di wawancarai. Dan ketika Yudha keluar dari ruang sidang, dia yang di serbu untuk di mintai keterangan tentang sidang tadi.
Beberapa kali sidang, Yudha tidak memberikan keterangan apa pun pada para wartawan. Jadi kali ini dia memberikan keterangan sesuai tuntutan dan juga keterangan apa yang di lakukan oleh Nathalie pada seorang supir truk dua tahun lalu.
Para wartawan tampak heran, ada juga yang mengangguk. Tapi mereka tahu kini masalah kecelakaan dua tahun itu, Nathalie memanfaatkan keadaan sang supir untuk menuntut ganti rugi. Karena tidak punya uang sebanyak yang dia minta, maka anaknya supir itu yang bekerja jadi asisten di rumah Nathalie.
Yudha tidak memberitahu siapa supir truk dan anaknya itu. Hanya dia memberikan keterangan seorang supir truk.
"Jadi jelas ya, yang bermasalah itu adalah Nathalie. Dia banyak sekali skandal dan juga penipuan pada orang yang susah. Itu tidak di benarkan pada siapa pun." kata Yudha menjelaskan pada para wartawan yang mewawancarainya.
__ADS_1
"Jadi, bagaimana dengan video dan foto-foto itu pak Yudha. Apakah anda tahu siapa yang menyebarkan semuanya itu? Karena sampai saat ini, penyebar itu sudah hilang akunnya secara permanen sebelum di ketahui siapa orangnya." kata wartawan laki-laki.
"Seharusnya tanyakan pada akun yang mengunduh pertama kalinya dan menyebar luaskannya." kata Yudha dengan tenang.
"Tapi, bukankah nona Nathalie menuduh anda yang menyebarkannya. Dan anda juga di tuduh telah memeras nona Nathalie dan mengancamnya pula. Bagaimana tanggapan anda pak Yudha?" tanya wartawan lagi.
"Biarkan saja, buktinya tidak ada kalau aku mengancam dia. Kasusnya begini, dia meminta ganti rugi pada supir yang kebetulan kecelakaan berbarengan dengannya. Dia meminta ganti rugi tapi di ganti oleh pekerjaan anak sang supir, dengan bekerja selama dua tahun. Dan setelah saya selidiki dia yang bersalah ternyata, jadi siapa yang memeras dan siapa yang mengancam?" tanya Yudha pada wartawan.
Sesi wawancara pun selesai, Yudha segera pergi dari kerumunan para wartawan. Sedangkan Kania dan ayahnya sudah pergi lebih dulu dari pintu lain agar tidak di ketahui wartawan yang menunggu berita selanjutnya.
"Pak Yudha, satu pertanyaan lagi. Apa anda kenal dengan supir truk itu?"
"Tentu."
"Siapakah dia pak Yudha. Apa gadis yang selalu bersama anda itu adalah gadis anak supir truk itu?"
"Maaf, saya tidak bisa menjawabnya. Saya ada urusan lain lagi, maaf sekali lagi yang sahabat-sahabat wartawan." kata Yudha menangkupkan tangannya pada semua wartawan yang mengejarnya sampai di mobil.
Setelah masuk ke dalam mobil, Yudha segera melajukan mobilnya keluar dari kantor pengadilan untuk pergi ke kantonya. Yang sudah di tunggu oleh beberapa staf dan bawahannya.
_
_
__ADS_1
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧