
Yudha dan pak Dani serta Nathan kini berada di rumah jenderal polisi. Hari Minggu sudah di berikan waktu untuk datang ke rumah pak jenderal polisi.
"Lo niat banget mau jatuhin model itu sih?" tanya Nathan yang juga ikut ke rumah teman papanya itu.
"Gue mau minta uang yang pernah gue kasih buat ganti rugi. Enak aja, kecelakaan itu palsu. Dia kecelakaan sendiri, tapi kenapa minta ganti rugk sama orang lain? Jadi dia yang jahat, mengancam orang tidak bersalah dan menipunya. Itu suatu kejahatan namanya." kata Yudha.
"Ya tapi, lo kok niatnya minta uang lo aja. Sekalianlah ancam dia." kata Nathan.
"Tentu saja, dan gue harus memastikan juga kalau temannya om Dani sudah menindak bawahannya itu. Biar Nathalie ngga meneror gue lagi dan Kania baik-baik aja." kata Yudha.
"Pasti, papa pasti membantu lo. Kan itu mnyangkut kepolisian juga. Dan lagi itu tidak di benarkan, meski memang yang melakukannya itu perorangan atau oknumnya." kata Nathan.
Mereka menunggu jenderal Wibowo, yang masih bertugas di kepolisian. Dan tahun depan akan pensiun. Beruntung sekarang masih bertugas di kepolisian, kalau sudah pensiun akan susah nantinya. Tapi pak Dani punya teman-teman banyak di kantor kepolisian.
Pak Wibowo masuk, Yudha dan Nathan berdiri untuk menyalaminya.
"Jadi ini teman anak pak Dani?" tanya pak Wibowo.
"Iya, dia yang meminta bantuanmu. Katanya pacarnya dan kasusnya berhubungan dengan anggotamu. Dia punya pacar gelap dan pacarnya itu selaly meneror dia." kata pak Dani.
"Di teror? Bukankah dia pengacara?" tanya pak Wibowo.
"Saya kurang tahu, Yudha. Kamu jelaskan saja semunya sama pak Wibowo, om kurang paham masalahnya.
"Iya om."
Yudha pun menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir, pak Wibowo mendengarkan dengan seksama dan teliti. Karena jiwa penyelidiknya tajam, jadi dia sangat telti dalam bertanya tentang cerita Yudha itu.
"Hemm, nona model itu memang bermasalah, tapi dia di lindungi oleh oknum kepolisian yang punya hubungan itu ya." kata pak Wibowo.
"Iya pak, saya takutnya jika bertindak langsung pada Nathalie akan di teror lagi dan di ancam. Bukan hanya saya, tapi orang yang waktu dua tahun lalu kecelakaan. Dan anak dari orang itu bekerja di kantor saya." kata Yudha lagi.
"Baiklah, saya sudah tahu oknum polisi itu. Nanti dari kapolda akan saya suruh panggil dia, agar menghadap padaku di kantor mabes polri. Jika kamu mau bertindak mempidana gadis model itu, lakukan saja, biar kombes pol Derdi urusan saya." kata pak Wibowo.
"Baik pak, terima kasih atas bantuannya. Ini demi menegakkan keadilan dan juga mencegah ketidak betulan mereka yang bertindak jahat pada orang lain. Mungkin setelah ini, para pekerja media pun akan memberitakan semuanya." kata Yudha.
__ADS_1
"Berarti akan ada berita heboh ya." kata Nathan.
"Tidak apa, biar gadis model itu tidak seenaknya bertindak. Mentang-mentang punya orang dalam di kepolisian, dan lebih parahnya lagi punya hubungan gelap dengan oknum polisi itu." kata pak Dani.
"Tapi, nanti tolong jangan sebut lebih dulu kombes pol Derdi. Biarkan mereka berspekulasi sendiri siapa oknum itu." kata pak Wibowo.
"Baik pak." ucap Yudha.
Setelah berbicara panjang lebar, mengenai kasus Yudha itu. Dan obrolan ringan lainnya, tak terasa sudah beranjak siang. Akhirnya mereka pun pamit pulang, Yudha dan Nathan lebih dulu pulang. Karena mereka akan ada kumpulan dengan sahabat-sahabatnya seperti biasa.
_
Setelah mendapat jadwal kosong dan nomor ponsel Nathalie, Yudha kini bisa menemui Nathalie dengan mengancam akan menyebarkan berita skandal tentangnya. Awalnya Nathalie tidak mau, tapi Yudha mengancam akan memanggil awak media dan menyebarkannya.
Kini Yudha sedang menunggu di restoran sesuai permintaan Nathalie. Dia juga waspada jika Nathalie membuat berita palsu nantinya. Jadi, dia menyiapkan sebuah rekaman di lengan bajunya.
Tak lama, Nathalie datang dengan asisten barunya. Setelah Kania di pecat waktu itu, Nathalie mencari asisten lagi yang bukan hanya sebagai asisten model saja, karena Kania hanya asisten do rumahnya saja.
"Anda datang lebih cepat pengacara Yudha." kata Nathalie sebelum duduk.
"Tentu saja, saya tidak mau membuat seorang perempuan menunggu lama. Siapa pun itu." kata Yudha.
"Hanya berjaga-jaga agar anda tidak melakukan kecurangan untuk media berita." kata Nathalie.
"Ya, nona boleh curiga. Periska saja, bila perlu semua dalam tubuhku juga boleh di periksa." kata Yudha.
"Tidak perlu, baiklah. Apa yang anda inginkan pengacara Yudha? Oh ya, apa Kania benar-benar jadi gundikmu? Hahah, ternyata kalian punya hubungan sepesial ya. Hahah!" kata Nathalie dengan tawa mengejeknya pada Yudha.
Yudha hanya tersenyum datar, dia menatap Nathalie dan menenggak minumannya di gelas dengan pelan.
"Dia bukan gundikku, tapi dia pacarku yang berharga dan istimewa." kata Yudha menegaskan.
Padahal dia belum menyatakan cinta pada Kania, tapi demi melindungi harga diri gadis itu. Apa pun dia akan lakukan.
"Berharga dan istimewa ya? Hahah! Mungkin setelah kalian melakukan hal itu, jangan munafik pengacara Yudha. Kukira pasti dia menyerahkan tubuhnya dengan suka rela karena telah di bantu olehmu." kata Nathalie.
__ADS_1
"Aku bahkan belum tahu seperti apa bentuk tubuhnya. Jadi, nona jangan menyangka kalau Kania adalah seperti anda. Yang mudah sekali memberikan tubuh anda pada laki-laki lain." kata Yudha dengan dingin.
Tentu saja membuat Nathalie kaget, dia dia menatap Yudha dengan kesal. Ternyata memang Yudha mengetahui semua tentang skandal dirinya.
"Apa maumu pengacara Yudha?" kali ini Nathalie bicara langsung saja pada intinya.
"Heh, bagus. Aku mau nona Nathalie mengembalikan uang tiga ratus juta yang pernah aku transfer padamu nona Nathalie." kata Yudha.
"Apa?! Hahah! Jangan mimpi pengacara Yudha!"
"Aku tidak bermimpi! Apa aku perlu mengatakan kalau kecelakaan dua tahun lalu itu adalah kecelakaan tunggal, dan mobilmu yang menabrak mobil truk milik ayahnya Kania. Yang pada saat itu lebih dulu menabrak pohon. Kemudian beberapa menit mobil anda yang menabrak mobil truk ayah Kania yang sudah pingsan lebih dulu." kata Yudha menatap tajam pada Nathalie.
Dia lebih berani mengatakan itu karena dia sudah mendapat kabar kalau kombes pol Derdi sudah di skors selama seminggu karena membantu Nathalie.
"Kamu memerasku?!"
"Siapa yang memeras?! Saya hanya ingin uangku kembali karena seharusnya tidak ada uang ganti rugi. Apa perlu saya beberkan semuanya nona Nathalie? Bahwa sebenarnya anda yang memeras dan menipu ayah Kania, dan Kania yang menjadi gantinya sebagai penebus ganti rugi!" kata Yudha dengan tegas.
Nathalie diam, dia mendengus kasar. Lalu dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi M-bangkingnya.
"Mana nomor rekening anda?" tanya Nathalie.
Yudha menyodorkan ponselnya yang sudah tertera nomor rekeningnya. Nathalie mengambilnya dengan kasar lalu menuliskan nomor rekening Yudha ke M-bangkingnya. Setelah selesai, dia serahkan ponsel Yudha.
"Sudah, saya harap anda tidak menyebarkan apa yang anda ketahui tentang saya pengacara Yudha." kata Nathalie seperti mengancam.
"Tentu, kasus skandal nona aman di tangan saya. Tapi jika anda berbuat salah sekali saja, aku tidak akan segan membuka kasus atas skandal nona Nathalie, karena saya mendapatkan hampir semua berita skandal nona." kata Yudha mengancam.
"Heh! Terserah apa katamu! Aku akan pulang, dan jangan menentangku perkara skandalku." kata Nathalie.
"Saya akan menjaganya, jangan khawatir. Tapi selama selama ini bisa aku diam dan masih memantau anda nona Nathalie." kata Yudha lagi.
Nathalie diam, dia tidak menyentuh makanan yang di pesan Yudha. Dan baru bicara secara pribadi dan serius dengan Yudha. Setelah dia selesai mentasrfer uang pada Yudha.
_
__ADS_1
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧