Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
73. Di Perpustakaan


__ADS_3

Semua sudah Yudha dapatkan, dia tinggal ke tempat di mana kecelekaan dua tahun lalu terjadi. Dia yakin ada saksi yang melihat kejadian itu, jika bertanya pada kepolisian kemungkinan akan di tutupi. Karena Nathalie sepertinya memang menutup rapat kejadian waktu itu.


Jadi, dia akan bertanya pada penduduk di sana yang mengetahuinya. Dia juga akan menyuruh tim Heri menyelidiki lebih dulu sebelum dia yang ke sana dengan Kania dan ayahnya.


Saat ini Kania sudah bekerja di kantor Yudha di bagian perpustakaan besar di kantor itu. Sudah satu minggu dia bekerja. Hanya di bagian perpustakaan saja yang membutuhkan lowongan, jadi Yudha menempatkannya di sana.


Menurutnya memang lebih baik di sana, dia bisa datang kesana dengan alasan mencari buku. Dan bisa mengobrol juga tanpa ada yang curiga, meski di perpustakaan itu tidak baik untuk mengobrol.


Kali ini Yudha mau mencari buku tentang pasal-pasal menjerat hukum bagi penipuan, meski banyak di rak buku di dalam kantornya. Dia ingin mencari referensi di perpustakaan dan bertemu dengan Kania.


"Pak Yudha mau kemana?" tanya staf di sana.


"Keperpustakaan." jawab Yudha.


"Keperpustakaan?" tanya staf itu heran.


"Ya, jangan heran. Kenapa aku pergi ke perpustakaan." kata Yudha yang tahu kalau stafnya itu heran dengannya pergi ke perpustakaan.


Karena Yudha jarang sekali, bahkan tidak pernah pergi ke perpustakaan. Dia lebih baik menyuruh pegawai untuk mencarikan buku yang dia perlukan di perpustakaan.


Yudha melangkah nasuk ke dalam lift, karena perpustakaan ada di lantai dua. Jadi dia turun lebih dulu, dan tak lama dia pun sampai di lantai dua. Tidak hanya perpustakaan saja yang ada di lantai dua itu, tapi juga ada kantor bagian gudang dan juga kantor khusus dokumen penting yang di jaga ketat oleh petugas di sana.


Dia masuk ke dalam perpustakaan, tidak melihat di mana Kania berada. Lalu menghampiri karyawan yang menjaga di sana.


"Kania ada di mana?" tanya Yudha.


"Sedang merapikan buku-buku pak Yudha." jawab karyawan itu.


"Ooh, saya kesana saja." kata Yudha.


Yudha melangkah masuk, mencari di mana Kania membereskan buku-buku tersebut. Beberapa baris rak buku dia cari, tapi tidak ketemu. Ada beberapa pengunjung perpustakaan, kebanyakan mereka para mahasiswa magang di kantor itu.


Yudha melihat ada seorang gadis sedang merapikan buku di bawah, pantas saja Yudha tidak melihat Kania. Ternyata ada di bagian bawah dan paling pojok. Di rak buku umum, Yudha tersenyum. Dia pun mendekati Kania dan berdiri di sana.


Kania belum menyadari Yudha berdiri di sana. Dia masih merapikan buku-buku yang sudah lama tidak di gunakan dan banyak juga yang sobek.


"Ehem! Serius sekali ya kerjanya. Sampai tidak sadar ada orang." kata Yudha sejak tadi menunggu Kania menyadari kehadirannya.

__ADS_1


Kania mendongak, dia tersenyum dan berdiri.


"Heheh, pak Yudha memang sejak tadi berdiri di sini?" tanya Kania.


"Ya, dan kamu ngga sadar-sadar juga." kata Yudha.


"Saya pikir pengunjung lain yang datang, jadi saya abaikan saja." kata Kania.


"Iya sih, ini tempat umum yang sangat di sukai oleh orang-orang penyuka keheningan." kata Yudha.


"Ya, saya suka seperti itu. Kerja juga lebih fokus. Terima kasih pak Yudha menempatkan saya di perpustakaan." kata Kania lagi.


"Hemm, begitu ya. Padahal aku suka kamu di bagian staf, bisa sering ketemu kamu terus." kata Yudha, membuat Kania mengerutkan keningnya.


Apa maksud Yudha itu?


"Pak Yudha cari buku apa?" tanya Kania.


"Buku tentang pasal-pasal. Ada di mana ya?" tanya Yudha.


"Kamu cepat mengerti ya tempat-tempat rak buku jenis buku-buku." kata Yudha memuji.


"Tiga hari aku hafalin tempatnya pak, lama juga sh. Heheh." kata Kania dengan tawa kecilnya.


"Itu cepat, bahkan waktu pertama kali aku juga pernah magang dulu setiap hari harus menunggu satu minggu bisa hafal di mana letak rak-rak buku." kata Yudha.


Dia memilih buku-buku yang di butuhkan. Ada beberapa buku yang dia ambli, tapi kemudian dia kembalikan lagi. Mencari kemana Kania pergi.


"Ish! Dia pergi lagi." ucap Yudha.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Yudha kembali mencari Kania. Melirik jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.


"Kania, waktunya istirahat. Kamu mau makan siang denganku?" tanya Yudha.


"Aku belum selesai pak Yudha, beres-beres bukunya." kata Kania.


"Kan bisa lanjut nanti kalau waktu makan siang selesai." kata Yudha.

__ADS_1


"Tapi jangan jauh-jauh ya pak, di kantin aja." kata Kania.


"Di depan kantor ada soto yang enak. Kamu suka makan soto?" tanya Yudha.


"Suka, ya udah ngga apa-apa." kata Kania.


Bukan tidak mau makan di kantin, hanya saja nanti dia akan jadi tontonan seisi kantor. Karena dia jarang makan di kantin, lebih sering makan dengan sahabat-sahabatnya dan nanti Kania yang akan jadi gunjingan pegawai kantor di sana. Dia kasihan nanti, apa lagi Yudha yang memasukkan Kania ke kantor itu, jadi dia menghindari gunjingan pegawai kantor.


Kania dan Yudha pergi dari perpustakaan itu, Kania meminta izin keluar makan siang dengan Yudha. Rekan kerjanya juga heran, kenapa Kania bisa pergi dengan Yudha. Pengacara terkenal di kantornya.


Duda, tampan dan karir bagus, itulah Yudha. Siapa saja yang menginginkan Yudha, tentu harus bisa mengambil hati laki-laki yang kadang dingin pada karyawati di kantornya. Dan sekarang justru Kania bisa dekat dengan Yudha.


"Kok bisa ya Kania dekat dengan pak Yudha ya." ucap teman kerja Kania.


"Lha, kan yang masukin Kania ke perpustakaan kan pak Yudha. Bisa jadi sebelum dia masuk kesini, sudah dekat lebih dulu." kata teman satunya lagi.


"Benar juga, tapi Kania itu cantik lho. Dia juga kerjanya bagus, dalam tiga hari dia bisa menghafal letak rak macam-macam buku. Padahal perpustakaan ini sangat luas dan banyak sekali buku-bukunya. Kebanyakan rak perpustakaan ini tentang ilmu hukum."


"Ya, jadi kurasa wajar saja jika Kania dekat dengan pak Yudha."


"Kamu merasa ngga sih, kalau pak Yudha itu suka sama Kania?" tanya temannya.


"Eh? Iya juga ya. Padahal pak Yudha itu jarang ke perpustakaan, sejak ada Kania dia baru kemari."


"Hemm, bisa jadi pak Yudha memang suka sama Kania. Tapi kenapa di tempatkan di perpustakaan?"


"Sudahlah, jangan kepo dengan urusan orang. Nanti kita makan siangnya gantian ya, Kania baru pergi dengan pak Yudha."


"Ya."


Kania dan Yudha berada di depan kantor, di warung tenda soto daging. Mereka makan siang bersama, Yudha senang bisa bertemu dengan Kania lagi dan makan siang dengannya.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2