
Dalam kamar, Nahtan uring-uringan terus. Dia tidak bisa tidur malam ini, memikirkan apa yang ada di otaknya. Dia berusaha untuk menenangkan juniornya, sejak keluar dari kamar Nayra tidak juga turun.
"Shiiit! Kenapa ngga juga tidur sih." ucap Nathan kesal.
Dia terus mondar-mandir di kamarnya, menenangkan hati dan pikirannta. Terutama bagian bawahnya, tapi tetap saja tidak bisa. Akhirnya dia pun masuk kamar mandi, dia akan mandi air dingin malam ini untuk menenangkan juniornya.
"Aku harus menikahinya secepatnya, bahaya juga jika dia masih di rumahku. Tapi tidak bisa menyentuhnya." gumam Nathan dalam guyuran air shower di kepalanya.
Dia terus berusaha menenangkanya, merilekskan pikiran dan juga tubuhnya. Lama dia mandi di bawah guyuran air shower, hingga dia merasa kedinginan. Baru bisa meredam, tubuhnya menggigil. Dengan cepat Nathan mengambil bethropnya dan segera keluar.
Lelah yang dia rasakan tadi kini kembali di rasakan. Secepatnya dia memakai kaos dan celana kolor yang biasa dia gunakan untuk tidur. Naik ke ranjangnya dan segera tidur.
"Aku tidak menyangka, dia adalah pengagumku dulu sewaktu kuliah. Kenapa aku tidak tahu jika gadis kecil yang dulu aku suka memandanginya itu adalah Nayra. Bahkan dulu aku tidak tahu nama gadis kecil itu." ucap Nathan, senyumnya mengembang.
Beberapa menit kemudian, matanya sudah terasa berat. Dan suara lembut nafasnya yang teratur menandakan dia sudah tertidur pulas.
Sementara itu, Nayra tidak bisa tidur. Membayangkan kejadian tadi, senyumnya selalu mengembang. Tidak percaya dengan apa yang dia alami dengan Nathan, menyentuh bibirnya dengan tangannya.
"Dia menyukaiku, apa benar dia akan menikahiku?" gumam Nayra masih menyentuh bibirnya yang tadi di cium oleh Nathan.
"Akhirnya cintaku berbalas, meski dia harus duda lebih dulu. Aku tidak masalah, aku mencintainya dari dulu. Aah, Nathan." ucapnya lagi dengan senyum mengembang.
Pagi hari,
Nathan sudah berada di kantornya, pagi tadi dia hanya sarapan sedikit. Karena sekretarisnya menyuruhnya lebih cepat ke kantor. Ada klien yang mau datang ke kantor jam delapan pagi, dan sekarang baru jam setengah delapan pagi.
Dia kesal, karena tidak memberikan ciuman pada Nayra di pagi ketika dia mau ke kantor. Kevin bangun dan menangis, jadi Nayra pun harus menangani Kevin lebih dulu.
"Tuan Nathan, klien kita sudah masuk lift." kata Rida memberitahu.
"Ya Rida. Kenapa jadwalku selalu berubah mendadak?" tanya Nathan.
"Hanya hari ini saja tuan, klien kita katanya mau pergi ke luar negeri jam sepuluhnya. Jadi, sebelum pergi ke luar negeri dia ingin bertemu dengan anda lebih dulu." kata Rida.
Nathan mendengus kesal, Rida tahu Nathan kesal karena di suruh berangkat lebih cepat dari biasanya. Tapi biasanya dia tidak semarah itu, apa yang membuatnya kesal?
_
Sore hari, sesuai janjinya. Nathan pulang lebih cepat, karena dia ingin pergi ke rumah mamanya dengan Nayra dan anaknya. Meminta restu dan mengatakan pada mamanya kalau dia menyetujui menikah dengan Nayra.
"Kamu sudah siap?" tanya Nathan di dalam mobil.
"Sudah, Kevin juga sudah rapi." jawab Nayra.
"Bukan siap itu, siap menikah lebih cepat." kata Nathan.
"Eh? Menikah secepatnya?" tanya Nayra bingung.
"Iya. Kan aku sudah bilang, aku ingin menikah secepatnya denganmu." kata Nathan lagi.
__ADS_1
"Tapi, apa tidak terburu-buru ya." kata Nayra.
"Tidak. Aku tidak mau merusakmu sebelum menikah. Makanya aku ingin menikahimu secepatnya Nayra. Entah David begitu tahan selalu bertemu dengan gadis remaja itu, tanpa berbuat sesuatu." kata Nathan, membuat Nayra bingung. Apa yang di bicarakannya itu.
Tapi dia mengerti, itu juga keinginannya. Lagi pula akan terjadi skandal yang negatif. Lebih baik menikah secepatnya, Nayra pun tidak masalah akan hal itu.
Mobil melaju dengan cepat, Nathan ingin cepat sampai di rumah mamanya dan juga rumah Nayra yang tida jauh dari rumah mamanya juga. Melirik ke arah Nayra yang sedang menggoda Kevin, dia tersenyum bahagia. Memang Nayra adalah gadis yang tepat untuknya, menyayangi anaknya dan juga mencintainya sejak lama secara diam-diam.
Mobil sampai juga di komplek perumahan elit, di beberapa rumah di lewati dan akhirnya mobil Nathan masuk ke dalam rumah besar. Mereka turun dari mobil, Nathan mengambil alih Kevin dari gendongan Nayra. Lalu keduanya pun masuk ke dalam rumah itu.
Mama Nathan kaget, kenapa keduanya datang di sore hari dan mendadak begitu.
"Kalian datang sore-sore, ada apa Nathan?" tanya mamanya.
"Aku mau minta restu sama mama, mau menikahi Nayra." jawab Nathan langsung saja.
Membuat Nayra kaget dan malu. Tentu saja mamanya juga kaget dengan keputusan anaknya itu, permintaannya di setujui oleh anak dudanya itu.
"Aah, akhirnya kamu mau juga menikahi Nayra. Dia pengagumu sejak dulu lho. Makanya mama menyuruhmu menikahi Nayra." kata mamanya.
"Kenapa mama ngga bilang sama aku?" tanya Nathan, membiarkan Kevin bermain sendiri.
"Ya, itu juga permintaan Nayra. Nayra ngga mau kamu tahu, tapi kenapa kalian bisa jadi mau menikah begini?"
"Adalah ma, pokoknya aku ingin menikahi Nayra secepatnya."
"Iya ma, bila perlu besok." kata Nathan, membuat Nayra dan mamanya terkejut dan saling pandang.
"Kamu gila apa?"
"Iya, aku gila. Makanya aku ingin menikahi Nayra secepatnya." kata Nathan lagi.
"Nayra, ada apa dengan anakku itu?" tanya mamanya pada Nayra.
"Aku tidak tahu tante, tadi malam juga gitu."
"Kalian melakukan sesuatu?" tanya mamanya curiga.
"Tidak tante!"
"Tidak ma, makanya sebelum melakukan sesuatu tanpa di duga. Aku ingin menikahi Nayra secepatnya." kata Nathan dengan santainya.
Membuat mamanya tersenyum, dia tahu Nathan sudah tidak tahan dengan sesuatu itu. Maklum saja, sudah setahun pula dia tidak melakukan itu. Dia bilang malas menyentuh perempuan, mungkin dia melihat kepirbadian Nayra atau ...
"Ma, tolong jaga Kevin ya. Aku sama Nayra ke rumah tante Manda dulu. Mau minta izin sama calon mama mertua untuk menikahi anaknya." kata Nathan.
"Haish! Kamu itu bagaimana. Ya nanti mama sama papa meminta langsung sama tante Manda kalau mau cepat menikahi anaknya." kata mamanya.
"Ya, besok mama dan papa langsung minta sama tante Manda. Kan sekarang aku dulu yang minta, jadi besok mama yang meneruskan." kata Nathan.
__ADS_1
Mamanya menggeleng saja, dia tidak habis pikir dengan sikap anaknya yang berubah secara mendadak itu.
"Ya sudah sana, biar Kevin sama mama. Sebentar lagi juga Kikan pulang." kata mamanya.
"Iya. Ayo sayang. Ke rumah kamu." kata Nathan tanpa malu memanggil Nayra sayang.
Tentu saja Nayra sangat malu, dia selalu kaget dengan tindakan Nathan yang serba mendadak itu. Keduanya pun pergi dari rumah mamanya Nathan, langsung menyeberang jalan menuju rumah Nayra dengan jalan kaki.
Nathan menggandeng tangan Nayra, mereka masuk ke dalam rumah besar itu juga. Nayra ingin melepas tangannya, tapi Nathan justru memegangnya tidak ingin di lepas.
"Nayra, Nathan. Kalian datang berdua?" tanya tante Manda, ibunya Nayra.
"Iya ma, ini emm bang Nathan ingin bertemu mama." kata Nayra ragu.
Manda heran dengan ucapan Nayra yang beda. Memanggil bang di depannya. Bukankah Nathan majikannya.
"Masuk yuk bang."
"Iya."
Mereka pun masuk dalam rumah Nayra, mamanta Nayra semakin bingung dengan tangan Nathan yang tak mau lepas dari pegangannya pada tangan Nayra.
"Kalian ada apa datang berdua?" tanya mamanya Nayra ketika mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Begini tante, maaf sebelumnya. Mungkin ini terlalu mendadak dan terburu-buru. Saya mau meminta Nayra jadi istri saya dan ibunya Kevin. Saya mau menikahi Nayra secepatnya." kata Nathan.
Dia hanya berpikir harus semua cepat di lakukan. Meski dia belum pernah bertemu dengan kedua orang tua Nayra, dia yakin semuanya akan setuju dengan rencananya.
"Kamu yakin dengan ucapanmu? Apa kamu mencintai Nayra juga? Dia dari dulu mencintai kamu lho. Tante takut kamu hanya ingin main-main saja dengan Nayra." kata Manda.
"Tidak tante, saya sangat yakin dan mencintai dia juga. Tante tahu kan kalau saya ini laki-laki kecil yang selalu memandangi Nayra sewaktu kecil?" tanya Nathan.
Kali ini membuat Manda kaget, dan melihat ke arah Nayra. Nayra hanya mengangguk saja.
"Apa mamamu sudah tahu?"
"Ya tante."
"Ya sudah, tante akan bicarakan dengan papanya Nayra."
"Bisa besok kan tante menikahnya?"
"Apa?!"
_
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
__ADS_1