
Kini Dion dan Amelia resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka kini sudah berada di dalam hotel untuk menginap, kamar Amelia yang chek out dan dia pindah ke kamar Dion. Sore ini mereka masuk ke kamar saja, menikmati jadi suami istri untuk pertama kalinya.
"Kamu bahagia?" tanya Dion menatap Amelia.
"Iya kak, aku bahagia." jawab Amelia.
"Baiklah, aku sudah memenuhi permintaan mama yang terakhir kali. Menjagamu selamanya dan melindungimu dengan segenap jiwa dan ragaku." kata Dion.
"Apa mama Yuna meminta seperti itu?" tanya Amelia.
"Ya, sebelum nafasnya terakhir. Aku memikirkannya sampai dilema, dan akhirnya kamu bisa membuatku melupakan semuanya. Terima kasih sayang, kamu telah menjaga mama dengan baik sampai akhir hayatnya. Dan sekaranf gantian kakak yang akan jaga kamu selamanya." kata Dion.
"Aku juga ucapin terima kasih, kak Dion mau menyayangi. Akupikir kak Dion akan menganggapku adik, dan itu tidak mengapa bagiku kak. Rasanya itu kehormatan bagiku, tapi kak Dion menikahiku juga." kata Amelia.
"Kamu tahu kenapa aku mau menikah denganmu?" tanya Dion, tangannya mulai membelai pipi Amelia.
"Mungkin karena kak Dion merasa punya tanggung jawab karena mama Yuna."
"Tidak. Kamu lupa dengan ucapan kakak waktu di pesta dansa tadi malam?"
"Apa?"
"Karena kakak mulai mencintaimu, kakak juga sangat menyayangimu. Apa kamu juga seperti itu?" tanya Dion, wajahnya semakin dekat nafasnya memburu.
"Emm, itu aku juga ..."
Dion tidak memberikan kesempatan Amelia menjawab lengkap. Dia langsung meraup bibir mungil milik istrinya, dia benar-benar ingin merasakan kembali masa-masa malam pertama dengan istrinya. Sama halnya dengan keempat sahabatnya, menuntaskan hasrat yang tertunda selama satu tahun.
Deru nafas saling bersahutan karena gairah keduanya, kini semakin memacu hasrat mereka. Sore yang panas, di kamar hotel. Malam pertama bagi Amelia dan juga Dion untuk yang kedua kalinya. Hingga malam hari menjelang makan malam, mereka akhirnya tertidur sejenak.
Sama halnya David, di dalam kamar hotelnya dengan Milea. Menikmati malam panjang di kamar sama dengan pengantin baru, sudah dua kali dia melakukannya hingga malam.
"Om, aku pengen hamil." kata Lea setelah pergumulan mereka selesai.
"Hamil?" tanya David.
"Iya, kak Nayra dan kak Kania juga udah hamil. Aku pengen juga hamil." jawab Lea.
"Memang kamu ngga apa-apa hamil? Aku takut mama yang marah, sayang." kata David sambil menciumi rambut istrinya itu.
"Ngga apa-apa, kuliah sedang hamil juga ada kok teman Lea. Dia juga masih muda, suaminya tentara." kata Lea.
__ADS_1
"Emm, boleh. Tapi nanti jangan capek ya, kalau sudah hamil aku ngga mau kamu banyak kegiatan." kata David lagi.
"Ngga om, aku tahu diri kok. Kalau udah hamil pasti aku jaga, om tenang aja."
"Baiklah kalau itu mau kamu. Emm, kamu sekarang ngga capek kan?" tanya David mulai mengendus bagian telinga Lea.
"Ngga, kan tadi udah istirahat."
"Kalau begitu, kita lanjut."
"Lajut apa?"
"Lanjut bercinta sayang, otewe bikin calon bayi."
"Ayo."
Dengan semangatnya David kembali memcumbu Lea. Dia senang saja Lea mengatakan mau hamil, itu artinya dia sudah siap punya anak darinya. David bahagia akhirnya nanti akan punya anak secepatnya dari Milea, jika mamanya marah itu urusan belakangan.
_
Genk para duda kini sudah tidak menjadi duda lagi, mereka sudah bahagia dengan hidupnya bersama istrinya yang sekarang. Istri-istri mereka patuh dan menyayangi mereka, kebahagiaan selalu tampak di wajah dari masing-masing sahabat.
Yudha, dia sangat senang sekali akan mempunyai anak kembar laki-laki semua, usia kandungan Kania sudah menginjak lima bulan. Sedangkan Nayra, istri Nathan juga sama kandungannya menginjak lima bulan. Namun dia harus bersabar untuk mendapatkan anak perempuan, karena di perkirakan anaknya laki-laki lagi.
Ya, Jho adalah pacar pertama sekaligus terakhir. Jadi, tidak ada mantan pacar Seruni. Meski begitu, Jho juga selalu jujur tentang mantan istrinya pada Seruni. Agar kelak Seruni tidak kaget jika suatu saat mereka bertemu tanpa sengaja dengan Mila. Jho meyakinkan istrinya agar tidak cemburu, karena bagi Jho Mila sudah mati.
Sedangkan Dion, dia masih menikmati menjadi pasangan pengantin baru. Sedang mesra-mesranya mereka, dan Dion belum ingin Amelia hamil. Dia tidak peduli kedua sahabatnya akan punya anak, atau mungkin Jho sedang otewe punya anak. Yang jelas, baginya kini membahagiakan Amelia adalah prioritasnya.
David sendiri masih sabar menunggu Milea hamil, karena kedua sahabatnya sudah mau punya anak. Apa lagi Yudha, dia akan punya anak kembar. Dan Milea yang menggebu ingin segera punya anak, dia di nasehati dan di beri beberapa ramuan oleh asisten rumah tangga agar cepat hamil.
Para asisten di rumah David juga tidak sabar ingin Milea hamil juga sama dengan sahabat-sahabat majikannya. Lea sangat antusias ketika bi Kokom menyarankan untuk makan buah kurma muda, dia membeli secara online buah kurma itu untuk di makan agar cepat hamil.
Hingga mertuanya mengetahui di dalam kulkasnya banyak buah kurma muda, dan bertanya pada bi Kokom.
"Nona Lea yang makan nyonya, dia ingin cepat hamil." kata bi Kokom.
"Lho, kan dia masih muda. Lagian dia kuliah, repot nanti kalau hamil sambil kuliah." kata mama David.
"Saya tidak tahu nyonya." jawab bi Kokom.
Dia merasa bersalah memberi saran pada Milea untuk makan buah kurma muda. Bi Kokom dan mama David masih di dapur, mereka mendengar teriakan dari atas.
__ADS_1
"Bi Kokom di mana?!" teriak Lea.
"Ya nona, di dapur."
Suara langkah cepat menuju dapur, Lea berlari kecil dengan wajah ceria mendekat. Tangannya memegang sesuatu, dia kaget dan berdiri mematung ketika tahu di dapur itu ada mertuanya.
"Mama."
Mama David melihat tangan Lea memegang benda tipis panjang, dia tahu benda apa itu. Lalu dia pun mendekat dan mengambil benda tersebut dan melihatnya. Terdapat dua garis merah pada benda pipih panjang tersebut, dia terkejut dan matanya melebar.
"Lea? Ini benar?"
"Iya ma." jawab Lea lemah, dia takut mertuanya marah.
"Ooh, jadi kamu benar hamil?"
"Iya ma, Lea baru cek tadi. Lea iseng-iseng cek, eh itu garis merah dua." jawab Lea.
"Aah, Alhamdulillah ...." kata mertuanya itu.
"Mama ngga marah?" tanya Lea.
"Emm, tadinya mama pikir kamu jangan dulu hamil. Tapi kalau sekarang kamu hamil, mama senang. Jadi mama mau punya cucu." kata mama mertua Lea itu.
Bi Kokom pun tersenyum, dia kira akan ada perdebatan kecil. Tapi nyatanya nyonya besar itu senang juga mau di beri cucu. Lea pun menghubungi suaminya, David.
Tuuut.
"Halo sayang? Kenapa?"
"Emm, om. Aku hamil."
"Apa? Hamil?!"
***************** TAMAT *******************
_
_
\=\=>> yang mau ekspart, tunggu ya.....😉😊
__ADS_1
â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§