Genk Duda Meresahkan

Genk Duda Meresahkan
31. Menemui Seruni


__ADS_3

Pukul sembilan Jho bangun dari tidurnya, dia bergegas bangun dan mandi. Malam ini dia aka ke kafe di mana Seruni bekerja, dan menunggunya pulang. Karena dia sudah beristirahat dan sekarang lebih segar.


Setelah selesai mandi, berpakaian dan memakai jaket juga. Tak lupa juga dengan merapikan rambutnya, terasa ketampanannya meningkat. Pikirnya.


"Apakah gadis itu akan terkejut dengan kedatanganku?" gumam Jho, tapi dia tadi mengirim pesan lewat layanan wathsap.


Dia melirik jam di tangannya, sudah jam setengah sepuluh. Jho bergegas keluar dari kamar hotel dan segera ke kafe tempat Seruni bekerja. Tidak jauh dari hotel tempatnya menginap, ini malam Sabtu. Banyak yang masih bersenang-senang di luar hotel, ada juga yang party di tempat vila yang mereka sewa. Ada juga yang pergi ke kelab malam.


Begitulah kehidupan di tempat yang mayoritas pengunjung turis asing, pengelola hotel, kelab malam dan juga vila menyediakan tempat party bagi mereka yang menyukai party.


"Kita kemana tuan?" tanya supir taksi.


"Ke kelab malam One Piece ya." kata Jho.


"Baik tuan."


Mobil melaju menuju kelab malam One Piece, Jho tidak sabar ingin bertemu dengan Seruni. Sedangkan Seruni sendiri di kelab malam jadi gelisah ketika mendapat pesan dari Jho bahwa dia sudah ada di Bali. Bekerja pun dia banyak melamun, dia tidak percaya bahwa pelanggan kafe tempat bekerjanya menyukainya.


"Seruni, kamu melamun saja. Ada apa?" tanya temannya.


"Aku ngga apa-apa kok." jawab Seruni menghela nafas panjang.


Sesekali dia dia melihat ke arah pintu masuk kafe. Apa benar Jho ada di Bali, jika benar ada di Bali seharusnya dia datang ke kafe menemuinya.


Eh?


"Haish, kenapa aku berharap dia akan datang sih." gumam Seruni.


"Seruni, ada pelanggan tuh. Cepat kamu dekati." kata temannya yang lewat di depannya membawa kertas pesanan pelanggan lain.


"Aah ya, baik." kata Seruni.


Dia lalu menuju pelanggan yang melambaikan tangannya, dia pikir itu Jho. Tapi dia tiba-tiba kecewa, ternyata bukan, Seruni menghela nafas panjang. Kemudian dia menghampiri pelanggan itu dan bertanya tentang menu yang mau di pesan.


"Yang cepat ya mbak." kata laki-laki itu.

__ADS_1


"Baik tuan." ucap Seruni.


Dia pun kembali ke dapur, memberikan catatan makanan yang di pesan. Sembari menunggu, dia mengambil ponselnya dan melihat riwayat panggilan. Tak ada panggilan sama sekali dari Jho, dia pun membuka aplikasi watshap. Tetap tidak ada pesan yang masuk.


"Apa jangan-jangan dia bohong ya?" gumam Seruni menghela nafas panjang.


Di masukkannya lagi ponselnya, dan memandang kembali ke arah pintu. Meski dia berdiri di dapur, namun dia bisa melihat pintu depan. Dan mengetahui orang-orang yang masuk dan keluar kafe.


"Seruni, ini pesanannya. Sejak tadi sore kamu melamun saja, ada apa?" tanya chef yang membuat pesanan para pelanggan.


"Tidak apa-apa chef." kata Seruni membawa makanan yang sudah jadi.


Chef tersebut hanya menggelengkan kepalanya melihat Seruni sepertinya sedang sedih. Dia menuju meja yang memesan, dan menata piring-piring berisi makanan itu. Dengan senyum di paksakan dia mempersilakan pelanggan itu memakannya.


"Silakan tuan, saya permisi dulu." kata Seruni.


"Hemn."


Seruni pun berbalik, tapi dia terkejut tangannya di tarik oleh laki-laki di depannya dan menatapnya dengan tatapan penuh kerinduan. Sejenak Seruni pun terdiam dan terpaku pada laki-laki yang saat ini membuatnya gelisah.


Jho tersenyum, dia menarik Seruni di meja kosong yang kebetulan agak memojok. Seruni menurut, dia mengikuti kemana Jho membawanya dengan Jho tidak melepaskan pegangan tangannya pada lengan Seruni.


"Kamu menungguku?" tanya Jho ketika dia duduk.


Seruni di dudukkan di sampingnya dan Jho menatap dalam pada Seruni. Tangannya membelai pipi Seruni, entah apa yang di pikirkan Jho. Tapi dia menghela nafas panjang dan berat.


"Buatkan aku menu makanqn yang seperti biasa." kata Jho.


Seruni mengerjapkan matanya, dia tidak percaya Jho ada di depannya. Meski dia senang, lalu bibirnya menipis dan hatinya lega.


"Seruni?"


"Ya, apa yang anda pesan?"


"Seperti biasanya, kamu ingatkan?"

__ADS_1


"Aah ya, baiklah tuan Jho. Saya akan kembali ke belakang." kata Seruni bangkit dari duduknya, namun tangannya kembali di tahan.


"Pulang dari kerjamu aku menunggumu, Seruni." kata Jho dengan senyum mengembang..


Seruni pun tersenyum, dia lalu meninggalkan Jho di meja paling pojok. Dia sangat senang Jho datang sesuai janjinya, meski memang sore tadi Jho mengabarkan dia sudah ada di Bali. Sepuluh menit pesanan Jho datang, Seruni membawanya ke meja Jho dengan wajah ceria.


Teman Seruni yang tahu beberapa jam lalu seperti muring, kini berubah ceria menjadi aneh. Tapi itu bagus, karena jika Seruni banyak melamun akan sangat aneh dan kesalahan dalam bekerja.


"Ini tuan pesanan anda." kata Seruni meletakkan semua piring di meja, tak lupa salad buah yang selalu menemani Jho ketika memesan makanan.


"Kamu sepertinya senang aku datang?" tanya Jho menatap Seruni.


"Emm, aku ngga tahu." ucap Seruni masih dengan senyum mengembang.


"Hahah! Aku juga senang bertemu denganmu, aku rindu sama kamu Seruni." ucap Jho masih menatap jenaka pada Seruni, membuat Seruni semakin malu.


"Berapa jam lagi kafe tutup?" tanya Jho.


"Satu jam lebih aja. Kenapa?" tanya Seruni.


"Aku menunggumu pulang, aku antar kamu pulang." kata Jho mengambil steaknya dan memakannya.


Seruni belum beranjak dari berdiri di dekat Jho, membuat Jho menatapnya.


"Hei, kamu mau duduk atau berdiri saja?" tanya Jho.


"Ooh, aah. Aku kembali saja ke belakang." ucap Seruni gugup.


Dia lalu berbalik dan kembali ke belakang, wajahnya memerah karena malu telah menunggu Jho makan tadi dan tidak juga pergi. Membuat Jho tertawa kecil, merasa lucu. Kemudian Jho kembali makan karena memang dia sangat lapar dan ingin makan di kafe itu sambil bertemu Seruni dan mengantarnya pulang nantinya.


_


_


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧

__ADS_1


__ADS_2