
Sesuai janjinya, Dion dan tiga sahabat lainnya datang ke rumah sakit menjenguk mamanya David. Mereka membawa banyak makanan untuk makan bersama di rumah sakit. Sampai di depan kamar inap mamanya David, keempat duda tersebut mengetuk pintu salah satunya dan pintu pun terbuka.
"Selamat sore om." sapa mereka pada papanya David.
"Sore semua." jawab papanya David.
"Bagaimana kondisi tante Heni, om?" tanya Yudha.
"Lebih baik, tiga haridi rumah sakit di temani David. Kalian masuk aja, saya mau cari makanan di kantin." kata papanya David.
"Ini kita bawa banyak makanan om, kita makan sama-sama aja." ucap Nathan membawa tiga pak pizza dan juga beberapa cup jus.
"Iya om, nih saya bawa nasi padang juga kok. Om kan suka nasi padang." kata Jho.
"Waah, terima kasih. Sebenarnya tadi siang pembantu rumah juga bawa makanan, tapi saya kurang selera. Ya udah, ayo masuk sekalian kita makan bersama kan?"
"Iya om, tapi David ada kan om di dalam?" tanya Dion.
"Iya ada. Yuk masuk." ajak papanya David.
Mereka berempat pun masuk satu persatu ke ruang inap mamanya David. David juga mendengar di depan kamar inap ada yang bicara, dan ternyata sahabat-sahabatnya. Keempatnya masuk dan meletakkan makanannya. Lalu menghampiri mamanya David untuk menanyakan keadaannya.
"Sore tante, bagaimana keadaan tante sekarang?" tanya Dion.
"Sudah lebih baik, Dion. Kalian semua menjenguk tante? Jadi ngga enak di jenguk duda-duda keren. Heheh." ucap mamanya David, membuat keempatnya mencibir.
"Anak tante juga duda lho." kata Jho.
"Iya sih, kenapa kalian jadi duda berbarengan sih? Apa kalian janjian?" tanya mama David.
"Ya ngga tante, masa janjian. Kebetulan aja kita sama-sama duda, tapi kami banyak penggemarnya lho tante." ucap Yudha.
"Oh ya? Lalu David ada penggemar ceweknya ngga?" tanya mama David antusias.
"Waah, kalau David banyak tante." kali ini Jho yang menjawab, ingin mengisengi David.
Jho mendapat lirikan tajam dari David, tapi dia tidak peduli. Mamanya David justru antusias ingin mendengar Jho menceritakan siapa penggemar anaknya itu.
"Eh, beneran Jho?"
"Iya tante, salah satunya adik Nathan yang suka David." jawab Jho.
__ADS_1
"Jho! Lo ngomong apa sih?!" sungut David pada Jho, yang lain ikut menyudutkan David.
"Teman-temannya adik Nathan juga pada suka David lho tante, kemarin mereka ikut liburan sama kita dan selalu menggoda David." kali ini Nathan ikut bicara.
"Hei kalian! Jangan menyudutkan gue dong di depan mama!" ucap David kesal.
"David! Seharusnya kamu senang ada penggemarnya, bukan cuma mantan istrimu itu yang suka pamer pacar barunya. Cepat kamu cari pasangan juga, biar ngga kalah sama mantanmu itu." kata mamanya.
"Ma, jangan bicara begitu. David bebas kok menentukan gadis pilihannya." ucap papanya David membela anaknya itu.
"Ya tapi kan biar ngga malu pa, masa mantan istrinya udah dapat pacar. David belum bawa gandengan sih." ucap istrinya dengan ketus.
"Memangnya anak mama itu truk gandengan, di suruh cari gandengan. Mama ada-ada aja deh." ucap suaminya.
Jho, Yudha, Dion dan Nathan merasa tidak enak pada kedua suami istri itu yang kini berdebat masalah anaknya gara-gara mereka. David sendiri mendengus kesal dan menatap satu persatu sahabatnya.
Nathan pun duduk di sofa, di susul Jho, Dion dan juga Yudha. David pun ikut duduk dan menenangkan papanya.
"Udah pa, nanti mama pingsan lagi gara-gara ribut masalah David." kata David.
"Makanya kamu cepat cari pasangan!"
"Sabar Vid, lo harus sabar. Gue yakin mama lo udah menyiapkan jodoh buat lo." kata Jho sambil menepuk punggung David, yang lainnya hanya tersenyum penuh cibiran.
David pun menatap tajam pada Jho, tapi Jho terlihat santai di tatap oleh David.
"Gue lama-lama stres dengan kalian semua, di tambah mama yang sakit gara-gara gue." ucap David.
"Apa karena lihat foto Rania di sosial media itu?" tanya Dion mengunyah pizzanya.
"Ya, gue pikir sakit apa. Dan ujung-ujungnya gue harus cepat dapat jodoh juga. Seperti apa yang lo dengar tadi mama bilang kan?" kata David.
"Ya, orang tua memang gitu. Suka jodoh-jodohin anaknya." kata Yudha.
"Eh, Yudha. Kalau anaknya ngga bisa cari jodoh sendiri, ya harus di carikan jodohnya sama kedua orang tuanya. Kamu juga, harus cepat cari pasangan. Biar jangan jomblo terus." ucap mama David.
Keliam duda itu hanya Diam, kali ini ada senyum kemenangan dari bibir David dan juga yang lainnya. Yudha yang di sudutkan oleh mamanya David masalah jodoh.
"Iya tan, nanti saya juga dapat jodoh kok sebum David." kata Yudha.
"Kamu udah ada teman perempuan juga untuk di jadikan pacar?"
__ADS_1
"Eh, ngga kok tante. Bukan berarti sudah dapat pacar kok, cuma saya lagi bersabar menunggu jodoh datang." kata Yudha beralasan.
"Tapi klien kamu banyak lo Yud, dari kalangan artis pula. Memang kamu ngga tertarik sama mereka?" tanya mamanya David.
"Ngga tante, semua klienku memang kebanyakan perempuan. Tapi mereka banyak yang sudah menikah tante, jadi tidak ada kesempatan untuk meladeni mereka meski ada juga yang sengaja dekat denganku untuk cari perhatian." kata Yudha lagi.
"Ya udah, pilih aja salah satu dari mereka." kata mamanya David.
"Ma, mama ngomong apa sih? Kalau perasaan itu tidak bisa di paksakan. Tolong jangan ikut campur masalah jodoh teman-teman David." kata David sedikit jengkel dengan mamanya.
Urusannya saja di campuri masalah jodoh pun dia akan kesal. Kenapa urusan jodoh sahabatnya juga harus ikut campur, bahkan tersekan memaksa. Mamanya David pun diam, dia tahu anaknya kesal.
Suaminya pun menenangkan istrinya itu, dia juga heran kenapa begitu semangat mencari jodoh untuk anaknya. Bahkan untuk teman-temannya David.
"Mama sebenarnya sakit apa sih? Kemarin perasaan papa kok kelihatan sedih dan lemas gitu. Sekarang kok semangat banget cari jodoh buat anakmu itu." kata suaminya merasa bingung dengan istrinya.
Membuat sahabat-sahabat David jadi tersenyum tipis, tapi David hanya diam saja. Dia mengambil pizza yang masih tersisa dua potong karena sejak tadi Dion makan pizza terus.
"Lo lapar Yon?" tanya David.
"Iya nih, gue lapar banget." jawab Dion.
"Kan ada nasi padang dua bungkus, kenapa lo makan pizza?"
"Makan pizza pun udah kenyang kok." jawab Dion menyeruput jusnya.
"Ya kenyang, lo makan lima potong." kata Nathan, Dion pun tersenyum lebar dan dia bersendawa kencang.
"Eegrh!"
"Hadeeeh!
"Heheh!
Sore itu semuanya kembali santai, setelah makan sore yang mereka bawa. Mamanya David juga sudah ceria lagi setelah dia ikut makan nasi padang. Perbincangan pun hanya sekitar liburan kemarin dan pekerjaan yang menumpuk setelah pulang liburan.
_
_
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
__ADS_1