Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
7 Tahun kemudian


__ADS_3

7 Tahun kemudian.


Di sebuah aula hotel bintang lima, banyak kamera dan wartawan telah berkumpul, juga banyak yang lainnya serta penjagaan yang berbaris rapi. Hari ini adalah konferensi pers tentang gosip alias berita viral yang beredar.


Hafisa Inaya, telah menjadi artis papan atas ternama dan nomor satu. Agensi yang diperuntukkan khusus untuknya oleh Qiram semakin berkembang pesat, banyak artis-artis muda di bawah naungan agensinya dan juga di didik oleh Hafisa.


Qiram Chandra, siapa yang tidak kenal dengan pria tampan berkharisma itu sekarang? Orang yang super kaya, memiliki banyak bisnis dan usaha, mulai di bidang entertainment, pariwisata, hotel, alat transportasi seperti pesawat dan jet private, serta beberapa sekolah swasta, dan usaha lainnya, yang dia dirikan dalam tujuh tahun belakangan ini.


Empat tahun ini, pernikahan Qiram dan Hafisa sudah tersebar di publik bahkan sampai kepelosok, awalnya orang-orang terkejut akan kemunculan Hafisa yang tidak takut dengan apapun serta berani mempromosikan agensinya secara besar-besaran, rupanya di sokong kuat oleh suaminya. Banyak orang berkata Hafisa terkenal karena pengaruh suaminya, tetapi akhirnya mereka bungkam karena Hafisa memanglah berbakat.


Hafisa dan Qiram berjalan anggun ke pentas aula, di sana sudah di sediakan beberapa kursi yang di pasangkan dengan mik dan lainnya. Lalu, di susul oleh dua orang anak laki-laki yang sangat gagah, bersama satu orang gadis kecil berambut keriting, sangat lucu dan menggemaskan. Mereka baru berumur 7,5 tahun dan 5 tahun.


“Terimakasih atas kehadiran kalian semua, terimakasih telah mendukung dan percaya pada istri saya. Saya selaku pimpinan perusahaan Chandra Groups, meminta maaf atas berita tidak mengenakkan itu, dan baru sekarang bisa meluruskan kesalahpahaman ini.” Qiram berbicara kepada semua orang yang di sana, setelahnya dia kembali duduk, membuat orang-orang tercengang.


Pangeran berdiri. Dia sangatlah tampan, perpaduan dari Marissa dan Qiram, tetapi lebih pekat seperti Qiram. “Hallo semuanya, nama saya Pangeran, saya anak pertama dari Mama Hafisa Inaya dan Papa Qiram Chandra, lalu dia--” Pangeran menunjuk Raja yang langsung berdiri.


“Perkenalkan, saya bernama Raja, saya anak kedua Mama Hafisa dan Papa Qiram, saya dan Kakak hanya berjarak satu tahun saja, Kakak mirip Papa, dan Aku cendrung mirip Mama.” Raja memperkenalkan diri pada semua orang.


Lalu, gadis kecil nan imut itu juga ikutan berdiri. “Hallo Uncle, aunty. Aku Queen, umurku beberapa hari kemarin baru 5 tahun, aku anak ketiga, putri satu-satunya milik Mama dan Papa, aku paling cantik. Kecantikanku mirip Mama dan kepintaranku mirip papa,” cerocos Gadis kecil itu.


Semua orang mulai terdiam. Hafisa mulai memegang mik miliknya tanpa berdiri, dia memilih duduk saja di tempatnya. Qiram juga tengah menggenggam jemari tangannya.


“Menurut kalian, apakah mungkin anak saya Raja, anak dari Produser sekaligus Sutradara Lee? Sedangkan saya sudah punya anak pertama? Dan saat saya sudah melahirkan tentu saja saat itu Produser Lee masih bujangan, lalu ... apakah mungkin saya lebih tertarik pada beliau dari pada suami saya ini? Khusus aku tanya pada wartawan dan reporter perempuan, mana yang kalian pilih?” Hafisa menatap para perempuan.


“Nah, itulah jawabannya, tidak mungkin aku akan memilih dia, sedangkan aku memiliki suami yang sangat tampan, kaya, baik hati dan memanjakanku, apapun yang aku mau selalu di penuhi, dan aku juga memiliki 3 orang putra dan putri. Coba sekarang kalian cermati, apakah wajah putraku mirip dia?” tantang Hafisa. Karena memang kenyataannya wajah Raja sangat mirip dengan Hafisa versi pria.


Tiba-tiba dalam kerumunan itu, ada yang berteriak dan itu adalah produser Lee. “Bagaimana mungkin tidak anakku, waktu itu kau berkata hamil dan minta agar kita menikah, jelas-jelas perhitunganku tepat! Dia anakku!”

__ADS_1


Qiram berdiri memasang badan. “Oh, jadi kau meninggalkan seorang wanita yang hamil anakmu, dan tidak mau bertanggung jawab, sungguh buruk sekali sikapmu!” hina Qiram.


“Sampah!” sorak lainnya. Mereka mengambil gambar Produser Lee.


Terjadilah keributan kecil di sana, sampai Lee di tangkap dan di amankan.


“Nah, kalian bisa melihat kan, mungkin saja, Produser Lee sedang tertekan, film yang dia rilis tidak jalan, padahal memakan banyak biaya, kita semua juga tahu, dia baru seminggu yang lalu bercerai dengan istrinya. Dan satu lagi, kalian bisa menonton video ini.


Qiram benar-benar mempermalukan Lee. Dia memutar video kebejatannya pada artis yang dia sutradarai, atau gadis yang dia produseri. Dia menidiri para wanita yang menjadi artisnya, dan dalam video terakhir, ada video pertengkaran Lee dengan istrinya di lorong hotel milik Qiram.


“Pria brengsek! Rupanya kau mau menikahiku karena ingin memoroti hartaku saja, kau hanya memanfaatkan aku, makanya mau dijodohkan ayahku denganku! aku sudah cukup sabar dengan intrupsi darimu, kau memberikan aku sugesti seolah aku yang salah, padahal kau pria sampah yang hampir tiap saat berganti pasangan!” Istri Lee melempar foto-foto.


“Rupanya kau pria berpenyakitan!” Dia melempar sebuah surat ke wajah Lee. “Hari ini kita cerai, aku sudah mengurus surat perceraian kita!”


“Berita panas ini, jadi dia pria sakit. Jangan-jangan dia mandul, wah parah sih, dia ngaku-ngaku punya anak dengan bintang terkenal, dasar tukang halu!” ejek banyak orang.


Orang-orang mulai menghina dan mengejek Lee. Qiram membelai dan mencium pipi Hafisa. “Baginilah kehidupan pertama kita dulu, saat kau naik daun, dia menarik namamu hingga kau jatuh, dia merebut anakmu, sehingga kami dan anakmu menghilang entah kemana. Dia dan istrinya mengejek kamu sebagai pelakor,” bisik Qiram.


“Iya, kalau begitu, ayo kita segera pergi, kita harus menghadiri pesta pernikahan Raina Ozra dan Ranto (Asiten di perusahaan otomotif/Kaki tangan penting),” ajak Qiram memegang pinggul Hafisa.


Mereka pun pergi dan acara konferensi pers itu selesai.


Raina adalah orang kepercayaan Qiram dalam mengembangkan usaha klinik Hewan, dan dia juga mengembangkan usaha busana serta perhiasan, tentu saja Qiram berinvestasi di dalamnya.


Kedua orangtua Raina juga sangat senang karena bisa bekerja sama dengan Qiram melalui hubungan kerjasama putri semata wayangnya yang memilih berusaha mandiri.


“Hai Qiram, Hafisa!” sapa Helmi yang sedang bergelayut manja di lengan Lil O. Perut wanita itu sedang hamil besar, sudah dua kali dia keguguran karena tingkah lakunya yang barbar dan sering bertugas keluar daerah. Namun, kali ini, Lil O memintanya untuk tidak keluar daerah, melarangnya bergerak banyak, bahkan mengancam menyuruhnya berhenti menjadi polisi.

__ADS_1


“Sudah besar, semoga nanti sehat Ibu dan dedek bayinya, sampai lahiran ya.” Hafisa mengelus perut besar Helmi. Helmi tersenyum san mengangguk.


“Hai jagoan, dan putri cantik,” sapa Helmi tersenyum pada ketiga anak Qiram dan Hafisa yang berdiri dengan para pengawalnya.


“Hai, Aunty,” balas Raja dan Queen, sedangkan Pangeran berwajah datar seperti biasa.


“Kami menemui Rania dan Rinto dulu,” pamit Hafisa dan Qiram.


“Selamat Rania, Rinto, semoga langgeng.”


“Terimakasih banyak, Tuan dan Nyonya Qiram,” jawab Rania dan Rinto.


***


Di tempat lainnya. Rangga tengah melamar Melati di tepi pantai, dia ingin menikahi Melati.


Kini, dia anak satu-satunya, karena Roki bunuh diri di penjara.


“You marry me?”


Melati mengulurkan tangannya dan Rangga memasang cincin di jari manis melati.


“Makasih sudah menerima pinanganku Melati, Cup!” Mereka berdua pun berciuman mesra di tepi pantai itu.


Sedangkan Desa Petarung, desa itu menjadi sangat ramai dan dekat dengan pusat perbelanjaan, banyak bangunan yang dibuat oleh Qiram di sana, sang nenek juga sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu, tiga bayi itu di urus dengan baik oleh Lenggo.


“Rizki, Alana dimana? Apa dia bersamamu?” teriak Lenggo pada Rizki. Anak laki-laki yang sering menyambut kedatangan Qiram itu kini sudah menjadi pemuda remaja nan gagah.

__ADS_1


“Enggak, Kak. Coba tanya sama Si trio!” balasnya juga dengan berteriak.


“Hm-- Alana ... dia terluka Bi,” ucap seorang anak kecil yang mendatangi Lenggo pelan.


__ADS_2