Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku
Menjaga Guci


__ADS_3

“Ini adalah permohonan terakhir Anda, Tuan.” Tiba-tiba Guci emas mengeluarkan cahaya seperti kunang-kunang dari dalam guci itu, dia memutari guci emas yang sudah berubah warna menjadi hitam arang.


“Untuk jawaban pertama dari pertanyaan Anda tentang apakah istri Anda Hafisa akan pergi dan menghilang seperti Putri Arz dan Putri Marissa, jika Anda tidak mencintainya? Jawabannya adalah tidak. Istri Anda hanya wanita biasa tidak memiliki kekuatan dan larangan apapun. Namun, dia adalah manusia hebat, dia bisa melahirkan seorang putri untuk Anda, maka belajarlah mencintai dirinya.”


Hah? Qiram terdiam tercengang mendengar jawaban pertama dari guci emas.


“Untuk pertanyaan kedua tentang sampai kapan semua harta dan kemewahan yang Anda miliki ini bertahan? Apakah ini semu, bisa hilang sewaktu-waktu, sama hal seperti permohonan Anda yang ada jangka waktunya habis? Jawabannya adalah tidak. Semua harta benda dan kemewahan yang Anda miliki adalah milik Anda sendiri. Uang yang diberikan berupa hadiah dan emas kepada Anda adalah sumber kekayaan Anda sendiri. Jika saja Anda menghambur-hamburkan uang itu dan tidak mengendalikannya, pasti harta Anda sudah habis. Sedangkan pulau, jet, serta mobil, aslinya adalah milik kakek Anda yang sudah lama berbaur dan hidup sambil memperhatikan Ibu Anda, jadi benda harta benda ini adalah nyata beliau peroleh, berbeda dengan kekuatan yang terkumpul dari kumpulan energi emas yang disimpan di guci emas ini. Kekuatan ini bisa hilang karena kekuatan Ibu Anda sudah habis terkikis dikehidupan pertama Anda, lalu dibangkitkan oleh Kakek Anda yang juga kekuatannya semakin melemah. Kemudian, guci itu menjadi kuat karena energi kekuatan dari Bayi Pangeran.”


“Dikehidupan kedua ini, bayi pangeran sudah lahir, jiwanya sudah masuk kembali ke raganya, maka kekuatannya juga berpindah, sehingga wadah atau guci emas yang menjadi tempat berkumpulnya kekuatan, hanya menjadi cangkang kosong, makanya gucinya berubah warna menjadi gelap, karena seluruh kekuatannya habis.”


“Untuk pertanyaan ke tiga Anda tentang bisakah Anda melewati kehidupan Anda yang panjang? Atau Anda kembali mati di waktu yang sama seperti dikehidupan pertama Anda? Jawabannya adalah Anda bisa menikmati waktu Anda sepanjang yang Anda inginkan, Tuan. Karena kehidupan pertama Anda begitu lemah dan bodoh, sehingga dengan mudah disiksa dan dibunuh. Sedangkan kehidupan kedua, Anda memiliki kekuatan fisik dan kecerdasan dalam berpikir, Anda juga memiliki harta dan orang-orang yang peduli pada Anda dengan tulus.”

__ADS_1


“Semua permohonan Anda telah dikabulkan, simpanlah bongkahan emas ini, Anda akan menggunakannya suatu saat nanti. Sedangkan guci ini, Anda tidak perlu lagi menyimpannya dengan sangat teliti, karena dia hanya cangkang kosong.”


Setelah terdengar suara seperti itu, Guci emas kembali bergetar hebat, melepaskan batangan emas yang tertempel satu lagi di leher guci. Akan tetapi, batangan emas uni dilindungi oleh energi yang kuat, bahkan mengeluarkan cahaya biru seperti api kompor saat terlepas di leher guci.


Qiram memegangi emas batangan itu dan menyimpannya.


“Lalu, aku harus apakan kamu guci? aku tidak mungkin membuangmu, karena kau adalah benda yang aku sayangi, kau adalah pemberian ibuku. Walaupun kau tidak lagi memiliki kekuatan, dan warnamu menjadi gelap, aku tetap akan memanjakanmu!”


Qiram berjalan turun sambil memangku guci yang sudah berwarna hitam arang itu.


“Papa!” Pangeran berlari dengan goyah mengejar Qiram.

__ADS_1


“Putraku.” Qiram menghentikan langkahnya, meletakkan guci pelan di samping dan mengelus rambut Pangeran.


Jecky segera menahan guci itu agar tidak jatuh. “Guru, apa kau tahu kenapa gucinya berubah warna?” tanya Qiram menguji Jekcy.


Jekcy menatap dan memutar guci. “Anda telah meminta semua permohonan, Tuan Muda?” jawab Jekcy dengan pertanyaan.


“Iya guru. Apakah Guru bisa memperbaharui guci ku kembali berwarna emas, mungkin dengan memberikan cat? Aku ingin gucinya berwarna emas. Akan aku pajang di ruangan tamu.”


Jecky terdiam sesaat. “Anda bisa mewarnainya dengan kekuatan mata Anda Tuan Muda, tetapi ... sepertinya Anda harus latihan dulu, agar nanti tidak memecahkan guci ini,” terang Jecky.


“Warnanya kembali emas?"

__ADS_1


“Iya Tuan Muda, karena Anda memiliki kekuatan mata emas, sama seperti Pangeran.”


Qiram menatap bola mata Pangeran yang juga semakin berubah. Bayi itu semakin cepat bertumbuh dan lincah.


__ADS_2